Murai Batu Harus Diumbar? Kenali Dulu Dampak Negatifnya

 

Foto : muraibatu.link

Foto : muraibatu.link

Main umbaran? Agar nafas burung jadi kuat? Mungkin saja betul. Tetapi Anda melombakan burung adalah melombakan suaranya, bukan melombakan burung untuk berjumpalitan di sangkar karena terbiasa gerudak-geruduk di umbaran. Hati-hati, burung yang diumbar (apalagi ekstrim) dampaknya bisa tidak rajin bunyi tetapi malah rajin “lari pagi”. Burung yang diumbar tidak pernah berlatih suara dalam waktu lama, tetapi mahir terbang dalam waktu lama.

Burung yang suka diumbar, sangat sensitif degan lambaian tangan. Ada tangan gerak sedikit saja, dia akan segera nabrak jeruji karena dia ingat sekali bahwa gerakan tangan majikan selama ini adalah pertanda agar dirinya terbang dari satu sisi sangkar umbaran ke sisi lainnya. Burung umbaran tidak konsisten untuk mau nagen di satu tempat dan bernyanyi senyaring-nyaringnya.

Burung Umbaran = burung jelek : tidak akan pernah stabil dalam waktu lama (ya itu lagi-lagi menurut saya). Murai yang terbiasa diumbar gerudak-geruduk terlalu banyak ulah kalau di arena lomba. Itu adalah contoh kasus pada MB dari indukan yang sama, kualitas suara sama dan mental yang sama pula, tetapi dengan perlakuan yang berbeda. Karena itulah saya sudah berpesan dengan sangat kepada para majikan baru untuk “STOP UMBARAN” dan memulai MB untuk berlatih bernyanyi dalam waktu lama dan bukan berlari-lari dalam waktu lama.

Contohnya adalah burung MB non-umbaran yang namanya sudah melejit dan selalu stabil di arena (kecuali waktu mau masuk mabung atau baru saja mabung dan rekondisi belum full) adalah Suara Sakti. Tanya yang empunya, apakah Suara Sakti main umbaran? Nah ini memang khusus MB. Tetapi bagaimana burung lain? Jawabannya hampir sama. Saya belum pernah mendengar jawara-jawara anis merah yang bisa turun di 4 sampai 5 kelas pada satu kali lomba tetap fit adalah hasil umbaran.

MB atau AM yang tahan banting bisa bernyanyi lama di arena adalah mereka yang biasa bernyanyi lama di rumah, bukan beterbangan lama di umbaran. Kita melatih burung untuk bernyanyi, sebagai penyanyi, bukan sebagai petinju yang harus tajam jab-nya dan cepat langkahnya.

Jangan Kerodong-maniak : Jika tidak ada kebutuhan untuk mengistirahatkan burung agar fit saat-saat menjelang lomba, atau melindungi dari terpaan angin malam hari, atau serangan rombongan nyamuk, burung tidak perlu main kerodong. Kerodong cenderung membuat burung membisu dan karenanya tidak berlatih untuk selalu bernyanyi sepanjang hari.

Para kerodong-maniak adalah pelatih burung untuk suka tidur. Logikanya sama dengan main umbaran. Bedanya, yang satu melatih burung jadi petinju, satunya melatih burung jadi pemalas. Semoga bermanfaat. (Sumber : Facebook Kicaumaniatulunggagung).

Tips Membedakan Jenis Kelamin Trotolan Murai Batu

Trotolan

Tidak sedikit breeder yang mengaku masih merasa kesulitan ketika harus membedakan jenis kelamin pada anakan Murai Batu (MB) hasil ternakannya sendiri. Terkadang ciri-ciri fisiknya nampak jelas terlihat, namun adakalanya ciri-ciri itu terlihat samar sehingga sulit diidentifikasi secara akurat jenis kelaminnya.

Anda bisa  mengurangi resiko-resiko kesalahan dengan memperkaya pengetahuan dalam hal membedakan jenis kelamin murai batu ini. Untuk itu, bagi pemula jangan khawatir, di sinilah perlunya berbagi informasi dengan yang lain. Semakin banyak informasi yang didapat, maka semakin yakin juga keputusan Anda kelak.

Berikut adalah tips membedakan jenis kelamin trotolan murai batu, yang diterapkan oleh Om Adi Adra Wicaksono, penangkar yang membawa bendera Studio Murai ADRAZ, Sawangan-Depok.

Identifikasi Dini Kuncinya
Untuk mengurangi kesalahan prediksi, saya biasanya memulai mengidentifikasi semenjak usia 7-8 hari saat trotolan dipanen. Pada usia ini, jenis kelamin lebih terlihat jelas. Anakan Jantan cenderung lebih besar dan suara minta diloloh-nya lebih besar. Telat identifikasi pada usia dini akan berakibat pada kesalahan penentuan jenis kelamin.

Ciri-ciri Anakan Murai Batu Jantan

• Bentuk tubuhnya cenderung terlihat lebih kotak/persegi
• Ukuran tubuhnya relative lebih besar
• Warna bulunya lebih solid/pekat
• Terpantau ngeriwik
• Suara kretekan lebih keras

Ciri-ciri Anakan Murai Batu Betina

• Bentuk tubuhnya cenderung terlihat lebih bulat
• Ukuran tubuhnya relative lebih kecil
• Warna bulu lebih pudar
• Tidak ngeriwik, langsung ngeplong monoton
• Suara Kretekan tipis

Berikut Contoh Perbedaan Jantan dan Betina pada Trotolan MB, pada kasus ini perbedaan nampak jelas terlihat :

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut Contoh Perbedaan Jantan dan Betina yang terlihat samar :

Jeniskelamin-anakanMB-3Jeniskelamin-anakanMB-4

 

 

 

 

 

 

 

 

(sumber : Studio Murai Adraz – ringadraz.blogspot.co.id)

Mengenal Kandungan Nutrisi Pada Makanan Pokok Murai Batu

pasangan-1Pada dasarnya murai batu adalah jenis burung pemakan serangga yang terbang ataupun serangga yang merayap di atas tanah. Namun untuk murai batu yang telah berada di kandang penangkaran, umumnya sudah mampu beradaptasi  dan dapat mengkonsumsi beberapa jenis makanan. Secara umum beberapa jenis serangga yang biasa dijadikan menu makanan murai batu di kandang penangkaran, di antaranya adalah :

Jangkrik : adalah jenis serangga yang digemari oleh burung murai batu baik di dalam kandang penangkaran maupun di alam liar. Seiring dengan telah ditemukannya teknik budidaya jangkrik maka untuk memperoleh jangkrik bukan lagi menjadi hal yang sulit. Jangkrik bermanfaat untuk memacu stamina dan mengatur pola ritme birahi pasangan murai batu. Berikut ini adalah kandungan nutrisi penting dalam jangkrik :

• Kadar protein pada jangkrik bisa mencapai 50,02%, tiga kali lipat dari kandungan daging ayam, sapi dan udang.
• Jangkrik mengandung protein omega 3, omega 6 dan omega 9 yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan.
• Jangkrik mengandung 105,49 ppm hormon progesteron dan 259,535 hormon esterogen.
• Jangkrik menghasilkan sumber energi 4,87 kalori per gram.
• Jangkrik memiliki senyawa kimia seperti asam amino yang dibutuhkan untuk proses pembentukan sel.

Kroto : adalah telur semut yang berwarna merah dan hidup di dalam pohon. Baru-baru ini juga sudah mulai ditemukan teknik budidaya kroto namun hasilnya masih belum bisa menyamai penangkaran jangkrik. Semoga kedepan bisa ditemukan teknik yang lebih mutakhir sehingga pasokan kroto bisa terjaga. Manfaat dari kroto adalah untuk menjaga stamina dari murai batu dan termasuk jenis makanan yang lunak dan mudah dicerna. Hasil uji laboratorium dari Departemen Kesehatan Negara Thailand dalam takaran 100 gram kroto terdapat :

493 kcal kalori, kadar air 22%, protein 24.1 g, lemak 42.2 g, krbohidrat 4.3 g, fiber 4.6 g, abu 2.8, kalsium 40 mg, fosfor 230 mg, besi 10.4 mg, vit A, 710 IU, B1 0.22 mg, B2 1.13 mg, dan niacin 5.7 mg. Pemberian kroto yang rutin akan bermanfaat untuk menjaga kadar suhu panas dari murai batu.

Ulat Kandang : Berdasarkan beberapa hasil studi penelitian diketahui bahwa ulat kandang memiliki kandungan nutrisi yang kurang lebih sama dengan ulat hongkong yaitu protein kasar 48 %, lemak kasar 40 %, kadar abu 3 % dan kandungan ekstrak non nitrogen 8 %. Sedangkan kadar airnya mencapai 57 %. Manfaat Pemberian ulat kandang pada murai batu tidak akan mengakibatkan burung murai batu kegemukan, di samping itu harga ulat kandang tidaklah terlalu mahal dan cenderung jauh lebih murah dibandingkan dengan harga ulat hongkong, jangkrik, dan kroto serta mudah didapatkan.

Ulat Hongkong : Ulat Hongkong kandungan nutrisi kurang lebih 48 %protein kasar, 40% lemak kasar , 3 % kadar abu, dan kandungan ekstrak non nitrogen 8% sedangkan kadar airnya mencapai 57 %. Dengan kandungan nutrisi demikian ulat hongkong tergolong baik sebagai sumber pakan murai batu, namun demikian beberapa literatur menyebutkan bahwa kandungan lemak pada ulat hongkong sering lebih tinggi dari pada kandungan proteinnya. Sebaiknya pemberian ulat hongkong sebagai pakan murai batu diberikan dalam keadaan mati yakni sengan cara dicelupkan terlebih dahulu ke dalam air hangat baru diberikan kepada murai batu. Ulat Hongkong tidak boleh digunakan secara berlebihan karena zat kitinnya akan menyebabkan gangguan pencernaan pada burung.

Cacing : kandungan protein cacing dari hasil suatu penelitian cukup tinggi yakni sekitar 72%, yang dapat dikategorikan sebagai protein murni. Selain kandungan proteinnya yang tinggi cacing juga memiliki kandungan susunan asam amino yang sangat penting bagi murai batu seperti arginin (10,75 %), tryptophan (4,4%) dan tyrosin (2,25%.) yang kurang ditemukan dalam jenis bahan pakan yang lain. Adapun manfaat dari cacing adalah :

• Mengoptimalkan sistem metabolisme
• Meningkatkan kekebalan
• Memacu birahi
• Melancarkan produksi telur & mencegah kemandulan
• Membantu proses pertumbuhan
• Mengkilapkan bulu.

Ikan Guppy : adalah ikan kecil-kecil sejenis ikan hias yang hidup di saluran-saluran dekat persawahan biasa juga disebut ikan gathul/cethul. Dalam ikan guppy terdapat mutrisi yang bermanfaat untuk murai batu antara lain :

• Omega 3, mengoptimalkan fungsi syaraf dan penglihatan pada burung murai batu.
• Kaya akan asam amino taurin, untuk merangsang pertumbuhan sel otak murai batu.
• Vitamin A, mencegah masalah mata pada murai batu.
• Vitamin D, mendukung proses pertumbuhan dan kekuatan tulang pada burung.
• Vitamin B6, membantu metabolisme asam amino dan lemak serta kerusakan syaraf pada burung.
• Vitamin B12, membantu proses pembentukan sel darah merah, metabolisme lemak dan melindungi kerusakan syaraf pada murai batu.
• Selenium, membantu metabolisme tubuh dan sebagian anti oksidan.

Meski kandungan nutrisi pada jenis-jenis serangga diatas sangat baik namun tetap perlu diatur pula takaran yang tepat dalam memberikannya untuk murai batu. (Sumber : Sofwan – muraibatu.id)

Sembilan Jurus Penjodohan Murai Batu Ala Arkum Padepokan Gamprit

 

induk poligami-1Adalah wajar apabila setiap penangkar atau calon penangkar murai batu mengharapkan indukannya cepat berjodoh. Sebab, jodoh atau tidaknya indukan, boleh dibilang merupakan salah satu kunci keberlanjutan penangkaran untuk fase selanjutnya

Lalu, bagaimana cara cepat menjodohkan murai batu? Banyak tips banyak cara. Salah satu cara cepat menjodohkan burung murai batu adalah dengan “main semprot” ke burung pejantan. Bagaimana maksudnya? Bagaimana langkah-langkah operasionalnya?

Berikut tips dan trik penjodohan murai batu yang dilakukan oleh Om Arkum, yang pernah dishare di forum penangkaran murai batu di situs komunitas kicaumania.or.id  :

1. Pilih indukan murai batu jantan yang sudah gacor dan sudah siap ditangkarkan (sebaiknya usia lebih dari 2 tahun).
2. Pilih indukan betina murai batu yang sudah siap, baik usia maupun birahinya.
3.Siapkan kandang dengan perlengkapan yang diperlukan (bahan sarang letakkan di dasar kandang, glodok atau kotak buat sarang, dan lain-lain.
4. Untuk penjodohan sebaiknya dilakukan hari libur (Sabtu/Minggu) dengan pemikiran kita bisa memantau kondisi burung bila belum berjodoh dan kemungkinan burung berkelahi.
5. Masukkan indukan betina ke kandang breeding, usahakan pagi hari. Dengan tujuan agar betina murai batu bisa mengenal lingkungan terlebih dahulu dan bisa mencari perlindungan bila disatukan dengan indukan jantan. Jangan lupa beri makanan dulu supaya tidak kelaparan jika dikejar-kejar yang jantan.
6. Siapkan alat penyemprot yang sudah diisi air (seperti alat semprot yang biasa untuk menyemprot/memandikan burung).
7. Sekitar 2 jam kemudian baru masukkan indukan jantannya, dan perhatikan dengan seksama. Biasanya si jantan akan segera menyerang si betina dan saling mencengkeram, bila hal ini terjadi semprot si jantan dengan semprotan yang sudah kita sediakan sampai kuyup. Lakukan hal ini bila si jantan mulai menyerang lagi. Biasanya untuk jantan yang galak akan selalu menyerang betinanya ketika betinanya bergerak dan sebaliknya ketika betinanya diam si jantan juga akan diam. Nah untuk itu perhatikan dengan seksama dan semprot jantannya bila si jantan menyerang betina. Kuncinya adalah ketika jantannya basah kuyup dia akan sibuk merapihkan bulunya dan tidak akan galak lagi seperti ketika dia dalam keadaan kering. Lakukan hal tersebut secara sabar dan berulang sampai jantan tidak menyerang lagi, untuk hal ini kemungkinan jika Anda beruntung akan menyaksikan kurang dari 5 menit si jantan berubah tidak menjadi galak lagi dan bisa ditinggal alias 90 % sudah jodoh.
8. Terkait trik nomor 7 yang merupakan trik kunci tersebut adalah, biasanya kedua pasangan belum jadi itu akan tetap berkelahi ketika berebut makanan, untuk hal tersebut mohon tetap waspada dan berikan porsi makanan terutama jangkrik dengan porsi yang lebih banyak.
9. Jika point No. 7 dan No. 8 tidak berhasil, maka sebaiknya indukan dipisah kembali dan bisa dicoba 1 minggu kemudian dengan menambah EF masing-masing agar cepat birahi.

Trik ini tidak dapat menjadi acuan baku dan butuh kreativitas dan kesabaran. Namun trik ini juga sudah teruji untuk mejodohkan beberapa murai batu dan anis kembang, anis merah dan kacer di Padepokan Gamprit.

Sekali lagi Bila kita beruntung maka jangan heran bila anda mendapati burung sudah jodoh tidak lebih dari 5 menit saja. (Sumber : Arkum-kicaumania.or.id)

Enam Langkah Penjodohan Murai Batu Ala Rudi Jambi

penjodohan-3Sebelum memulai menangkar murai batu, menjodohkan induk calon pasangan adalah fase yang krusial. Banyak calon penangkar yang menghadapi kendala pada fase ini –dan karena putus asa karena tidak menguasai teknik dan metodenya, akhirnya tak jarang yang gagal meneruskan keinginan menangkar murai batu.

Anda yang sudah terbiasa berselancar mencari tips dan trik penjodohan pasangan murai batu, tentu sudah paham betapa banyaknya teknik penjodohan yang sudah disharing oleh para penangkar. Silahkan dipilih teknik mana yang cocok diterapkan untuk calon indukan Anda, yang penting aplikatif, mudah dilakukan dan berhasil-guna optimal.
Enam lagkah penjodohan berikut ini, saya kutip dari peternak Om Rudi Jambi yang pernah dishare di forum penangkaran murai batu di situs komunitas kicaumania.or.id.

  1. Agar proses penjodohan lebih mudah, siapkan betina lebih dari 1 ekor, kemudian dekatkan dengan pejantan yang telah diseleksi, baik dari kualitas suara, katuranggan maupun prestasinya. Bila sudah ada yang tampak rajin bunyi, ngeleper-ngeleperkan sayapnya sambil ngeriwik, itu pertanda si betina sudah birahi. Pilih betina tersebut, dekatkan dengan pejantan di tempat terpisah selama kurang lebih 3 hari. Masukkan ke dalam sangkar bersekat, atau biasanya disebut kandang jodoh. Atau bila tidak ada sangkar bersekat, boleh juga menggunakan sangkar biasa yg diletakan berhimpitan.
  2. Lakukan pengamatan secara rutin. Pengamatan secara rutin ini dilakukan untuk memastikan jodoh tidaknya indukan pilihan tersebut. Bila sudah terlihat akrab, yakni sering terlihat berhimpitan atau saling mendekat meski masih dibatasi sekat, baru masukkan calon pasangan itu ke kandang penangkaran.
  3. Amati perilaku indukan. Amati terus apakah si pejantan sudah benar-benar mau menerima pasangannya. Tanda-tanda penjodohan yang sukses, apabila sepasang indukan sering berduaan, sering kejar-kejaran tapi bukan saling serang. Sebaliknya bila sang jantan mengejar dan menghajar betina, maka segera pisahkan kembali pasangan tersebut. Sebab bila dibiarkan bisa berakubat fatal, yakni kematian pada sang betina.
  4. Lakukan penjodohan alternative. Ulangi kembali penjodohan dari tahap pertama selama 1 minggu, kemudian masukkan betina ke dalam sangkar kecil dan masukan ke dalam kandang besar penangkaran. Sementara itu biarkan sang pejantan bebas di dalam kandang penangkaran dan merasa lebih berkuasa. Langkah ini juga bertujuan mengurangi birahi pejantan.
  5. Ganti pasangan bila tidak mau jodoh. Ini merupakan alternatif terakhir dan mutlak dilakukan. Bila pasangan tersebut tetap tidak bisa jodoh, ganti betina dengan betina baru. Lakukan langkah2 penjodohan mulai dari awal sambil diamati perkembangannya.

Sebelum melakukan semua langkah penjodohan di atas, siapkan kandang penagkaran dan perlengkapanya terlebih dahulu. Antara lain tempat mandi, tempat makan, kotak sarang, tenggeran dan asesoris lainnya jika dipandang perlu. Selamat mencoba, semoga berhasil.

Salam Breeding

Menangkar Murai Di Luar Rumah, Perhatikan Sejumlah Hal Ini

Foto : Kandang Penangkaran TORO Bird Farm

Foto : Kandang Penangkaran TORO Bird Farm

Pada umumnya lokasi penangkaran murai dibuat di luar rumah (outdoor), seperti di pekarangan atau di samping rumah. Untuk di daerah perkotaan dengan luas yang sangat terbatas, biasanya bagian lantai dua rumah, baik di bagian depan atau belakangnya bisa dimanfaatkan untuk penempatan kandang penangkaran.

Di samping tempat yang dikehendaki cukup tenang dan jarang ada gangguan berarti, faktor lain yang patut dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi kandang outdoor adalah beberapa hal berikut :

a. Berhawa Sejuk
Daerah berhawa sejuk bisa dijadikan pilihan utama dalam penangkaran murai. Walau tidak mutlak dan menjadi keharusan dalam pembudidayaannya. Hal itu didasari dari mengamati murai unggulan yang dikonteskan umumnya murai mania yang domisilinya ada di daerah berhawa sejuk, seperti Jawa Barat (Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Bogor), Wonosobo, Sleman, Yogyakarta, Magelang, dan Malang.

Pertumbuhan anakan yang dihasilkan terbilang cukup baik. Namun, bukan berarti daerah pesisir atau pinggiran pantai tidak baik untuk pertumbuhan murai. Hal ini karena suasana sejuk bisa diciptakan. Caranya, di dalam kandang penangkaran direkayasa atau disiasati dengan membuat kolam kecil atau membuat air mancur, dan menanam rerumputan di sekitar kandang. Selain itu, penempatan tanaman berdaun lebar dan pepohonan yang ditanam dalam pot bisa membuat suhu udara di sekitar kandang penangkaran menjadi sejuk.

b. Mudah Mendapatkan Pakan Segar dan Hidup
Pakan murai yang akan diberikan harus masih segar dan hidup. Tujuannya untuk membuat murai terus bergairah dan berproduksi ketika ditangkarkan. Oleh karena itu, sebaiknya kandang harus dekat dengan sumber pakan yang akan diberikan pada murai. Misalnya, tempat tinggal (rumah) tidak jauh dari hutan, pakan segar seperti kroto atau telur semut akan jauh lebih mudah ditemukan.

Begitu pun dengan jangkrik, belalang, keong sawah, ikan air tawar, dan pakan jenis lain tidak akan sulit didapat. Pengetahuan seperti itulah yang perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para penangkar di berbagai daerah jika akan menangkarkan murai dalam skala besar. Tujuannya agar biaya produksi berupa biaya pakan bisa ditekan lebih kecil.

c. Dekat Sumber Air
Mengapa penangkaran murai sebaiknya dekat dengan sumber air? Hal ini karena murai di alam bebas sangat menyukai habitat yang ada sumber airnya. Sumber air menjadi tempatnya untuk mandi dan bercengkerama dengan pasangannya, terutama menjelang musim berkembang biak. Sumber air selalu memberi kesejukan dan kelembapan area sekitarnya. Kesejukan dan kelembapan yang ada sangat membantu dalam proses reproduksi saat musim kemarau. Tidak mengherankan jika sumber air menjadi salah satu perangsang terbaik untuk mempercepat proses perkawinan murai yang ditangkarkan secara alami.

Kandang penangkaran murai sebaiknya dibuat dekat sumber air atau di atas kolam atau balong. Perilaku atau tingkah murai yang kandangnya dekat sumber menunjukkan kegairahan tinggi. Itulah yang membuatnya cepat menjalani perkawinan dan menghasilkan keturunan.

d. Tidak Banyak Nyamuk
Nyamuk menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhitungkan keberadaannya. Lokasi atau tempat yang banyak nyamuknya bisa menganggu kenyamanan dan ketenangan murai karena tidak bisa tidur nyenyak. Selain itu, nyamuk bisa menjadi penyebab luka di ujung jari kakinya yang dapat menimbulkan infeksi dan adanya jamur. Akibatnya, proses perkawinan menjadi terganggu.

Untuk meminimalkan adanya nyamuk, dengan cara memasang kawat nyamuk. Cara lainnya adalah memilih lokasi penangkaran di daerah yang memiliki tingkat kesejukan tinggi atau daerah dingin karena keberadaannya di daerah tersebut bisa dikatakan sangat minim dan cenderung tidak ada. (Sumber : Buku Sukses Beternak Murai Batu/pertanianku.com)