Belajar Melakukan Setingan Ekstra Fooding (EF) Dan Pola Perawatan Burung

foto : bursaburung.web.id

foto : bursaburung.web.id

Berkicau dan melantunkan lagu yang merdu adalah salah satu cara bagi burung untuk menarik lawan jenis dan memberikan informasi kepada burung-burung lain tentang batas-batas daerah teritorialnya.

Ada 3 jenis Kicauan Burung

Song kicauan panjang dengan alunan nada yang merdu untuk memamerkan kemampuannya dan menarik perhatian lawan jenis).

Call (kicauan feedback pendek untuk memanggil pasangan lawan jenis).

Alert (kicauan dan bunyi untuk memperingatkan burung sejenis dan burung pasangannya apabila ada bahaya yang mengancam).

Hormon ini terbentuk dengan cepat akibat rangsangan luar (jemur: sinar infra merah) dan tingginya kadar protein makanan yang di konsumsi.

Burung menjadi rajin berkicau disebabkan oleh rangsangan birahi yang dipengaruhi oleh hormon testosteron, hormon estrogen dan hormon progesterone yang ada di dalam tubuh burung tersebut.

Hormon ini terbentuk dengan cepat akibat rangsangan luar (jemur: sinar infra merah) dan tingginya kadar protein makanan yang di konsumsi.

 Dalam dunia hobi burung berkicau, kita sangat sering mendengar istilah “stelan atau setingan”.

Apa sebenarnya arti istilah stelan atau setingan pada burung berkicau?

Stelan atau setingan adalah suatu pola rawatan dan pola makan yang diterapkan secara konsisten pada burung untuk maksud dan kondisi tertentu.

Contohnya:

  • Stelan atau setingan EF (Extra Fooding) adalah pola pemberian EF (Extra Fooding) kepada burung agar birahi burung berada pada level (tingkat) yang diinginkan.
  • Stelan atau setingan Perawatan Harian adalah pola perawatan burung sehari-hari, meliputi kebiasaan mandi dan jemur serta kondisi burung supaya kesehatan burung dan psikologis burung tetap prima.

Supaya burung rajin berkicau, kita harus mengatur dengan tepat level hormon testosteron, hormon estrogen dan hormon progesterone yang ada di dalam darah burung.

Kenapa ini menjadi hal yang sangat penting?

Karena hormon-hormon tersebut bertanggung jawab pada birahi apa tidaknya burung.

Burung menjadi lesu (drop) tidak bergairah apabila tidak birahi.

Burung akan rajin berkicau apabila tingkat birahinya tepat dan burung menjadi terlalu agresif apabila terlalu birahi (over birahi).

Kesimpulannya: Salah satu kunci utama dalam pengendalian birahi burung terletak pada kadar protein makanan yang kita berikan.

Semakin tinggi tingkat protein makanan yang kita berikan, maka akan semakin banyak juga hormon-hormon vital diatas terbentuk di dalam darah burung, ini akan mempengaruhi penampilannya pada saat berkicau.

Nah.., apa kaitannya dengan burung berkicau yang kita pelihara untuk burung lomba?

Jawabannya sudah pasti kita harus meng-adjust stelan (setingan) Extra Fooding (EF) pada tingkat atau level yang benar-benar tepat.

Burung tetap harus birahi, tetapi tidaklah terlalu birahi (over birahi).

Contoh apabila burung terlalu birahi:

  • Burung Anis Merah hanya loncat-loncat naik turun tangkringan (agresif) dan tidak mau bunyi tenang apabila terlalu birahi.
  • Burung Murai Batu mengembangkan sayap (ngelowo/ngebatman) sewaktu di adu dengan burung Murai Batu lain apabila terlalu birahi.
  • Burung Kacer sering mbagong (mbalon/mbedesi/kuda laut) sewaktu di adu dengan burung kacer lain apabila terlalu birahi.
  • Dan lain-lain…

Bagaimana cara paling mudah mengatur stelan (setingan) EF dan pola perawatan untuk burung kesayangan kita?

Inilah bagian terpenting dari tulisan ini;

Kita analogikan burung kesayangan kita ibarat sebuah ” karburator” di sepeda motor. Mesin motor dapat berjalan optimal apabila karburator bekerja dengan baik.

Karburator dapat bekerja dengan baik juga apabila ada 3 unsur penting, yaitu pasokan bahan bakar (bensin), pengapian (dari coil-busi) dan udara (pada ruang bakar).

Kembali ke konteks burung berkicau; Extra Fooding (EF) kita ibaratkan adalah pengapian di ruang bakar, Mandi dan Jemur kita ibaratkan udara pada karburator.

Dan pakan utama (voer/buah/bijian/dll) kita ibaratkan adalah bahan bakar yang mensuplai karburator.

Sebelum melakukan seting adjust stelan pada burung, kita di tuntut untuk mengenal lebih dekat karakter (kepribadian) burung yang kita miliki.

Karena karakter setiap (jenis) burung tidak ada yang sama persis.

Disinilah kita dituntut untuk berani “trial and error” dalam mencari setingan yang benar-benar tepat untuk burung kesayangan kita.

Jangan takut melakukan seting stelan, burung bukanlah benda elektronik yang rusak apabila kita salah dalam melakukan adjust stelan.

Burung adalah salah satu makhluk hidup yang butuh konsistensi. Agar burung tetap tampil prima seperti yang kita inginkan, kita dituntut harus konsisten dalam meng-aplikasikan stelan Extra Fooding (EF) dan stelan perawatan burung dengan cara berikut:

  1. Mandikan burung rutin tiap pagi.
  2. Jemur burung 15 menit sampai 60 menit (bertahap) setiap pagi, karena sinar infra merah pada penjemuran di pagi hari berfungsi mengoptimalkan terbentuknya hormon-hormon vital di tubuh burung.
  3. Berikan makanan (Voer/Buah/Bijian)/Dll) yang berkualitas baik dengan porsi dan takaran yang tepat.
  4. Berikan Extra Fooding dengan tahapan-tahapan yang benar dan amati setiap perubahan tingkah laku burung setelah variabel Extra Fooding dirubah.
  5. Buat pendekatan psikologis kepada burung, untuk menanamkan rasa aman dan rasa kepercayaan burung yang tinggi kepada kita.

Semoga bermanfaat.

(Sumber : Ivan Sadewa, smartmastering.com)

Murai Batu Anda Ingin Punya Isian Suara Belalang? Inilah Cara Memasternya

belalangMemaster burung bukan hanya dapat dilakukan dengan suara dari jenis burung lainnya, akan tetapi memaster juga bisa menggunakan suara-suara dari serangga seperti belalang, jangkrik, orong-orong dan serangga lainnya yang menghasilkan suara yang nyaring. Namun perlu diketahui bahwa serangga juga memiliki suara yang khas, seperti nada lambat, cepat, bervolume keras, sedang dan kecil tergantung dari jenis serangga tersebut.

Untuk memaster burung kicauan dengan suara belalang, Anda membutuhkan teknik khusus agar burung cepat gacor. Burung yang biasa di master dengan belalang adalah dari jenis burung Murai batu, Burung cendet, dan beberapa jenis burung kicauan lainnya.

Berikut adalah tips jitu memaster burung kicauan dengan serangga belalang:

  • Sediakan belalang masteran yang bersuara keras, Anda bisa mendapatkan belalang masteran ini di alam atau membelinya di pasar burung.
  • Pilih burung yang masih muda dan memang siap untuk di master, gunanya agar proses masteran memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
  • Letakkan belalang masteran berada sekitar 2,5 meter dari burung kicauan.
  • Burung yang akan dimaster sebaiknya di kerodong agar burung dapat lebih konsentrasi untuk mendengarkan suara dari masteran belalang.
  • Kandang belalang sebaiknya diletakkan secara sejajar dengan tangkringan kaki burung, agar burung bisa lebih menikmati suara dari belalang masteran.

Biasanya teknik memaster ini akan berhasil dalam waktu dua minggu, namun perlu 1 sampai 2 bulan agar burung bisa lebih mengiktui suara dari belalang. Untuk masteran serangga lainnya bisa Anda coba sendiri dengan teknik yang sama. (Sumber : Didi Riadi)

Khasiat Dan Manfaat Air Kelapa Untuk Burung Kicau

airkelapaSudah bukan rahasia lagi bahwa air kelapa beberapa tahun terakhir diketahui sangat baik untuk kesehatan manusia. Karenanya, air ini kemudian banyak digunakan sebagai obat berbagai penyakit, baik penyakit ringan maupun berat. Hal ini disebabkan karena air kelapa ternyata banyak mengandung senyawa aktif yang sangat baik bagi tubuh manusia.

Sebenarnya, manusia sudah lama mengenal air kelapa berikut khasiatnya. Namun dengan pesatnya kemajuan di bidang medis, membuat masyarakat melupakannya dan beralih pada pengobatan medis. Namun saat ini, banyak orang yang sudah lelah dengan pengobatan medis karena efek sampingnya yang menakutkan. Kareannya, banyak orang kembali lagi pada pengobatan tradisional, termasuk kembali melirik air kelapa ini.

Air kelapa tidak hanya baik untuk tubuh manusia namun juga untuk burung berkicau. Sama seperti pada manusia, air kelapa ini juga dapat dijadikan obat untuk berbagai keluhan kesehatan burung berkicau. Dengan sangat efektif, air kelapa mampu mengatasi berbagai gangguan kesehatan tersebut hingga sembuh total. Namun begitu, pengobatan menggunakan air kelapa ini harus dilakukan rutin dan konsisten.

Atas dasar khasiat ini, maka beberapa produk obat untuk burung berkicau saat ini menggunakan bahan herbal ini. Hal ini disebabkan selain untuk menghindari efek samping obat medis apalagi obat bebas, perusahaan pembuat obat juga ingin menawarkan obat tradisional yang sangat jarang ditemukan dalam dunia pengobatan burung berkicau.

Untuk itu, jika Anda mempunyai burung yang sakit-sakitan, dapat diberikan air kelapa kelapa ini. Adapun caranya, tuangkan air kelapa ini ke dalam cepuk lalu berikan pada burung sebagai ganti air minumnya. Pemberian air kelapa dapat dilakukan di pagi hari namun pada siang hari, sebaiknya air ini diganti dengan air kelapa yang baru. Begitu pula pada sore hari, air kelapa ini harus diganti pula dengan yang baru. Hal ini disebabkan karena air kelapa ini tidak tahan lama sehingga mudah basi. Dan untuk menghindari hal-hal yang kurang diinginkan, air kelapa ini harus diganti setiap 3―4 jam sekali.

Adapun beberapa khasiat lain dari air kepala untuk burung berkicau adalah sebagai berikut :

Untuk burung kurang sehat dan perjalanan jauh
Air kapala adalah minuman berenergi alami dan karenanya air ini sangat cocok diberikan pada burung-burung yang lemas akibat kurang sehat akibat diare atau penyakit lainnya satau habis perjalanan jauh. Hal ini disebabkan karena air kelapa ini mengandung cairan isotonik (serupa dengan komposisi elektrolit dan cairan tubuh) sehingga tubuh burung menjadi lebih segar dan fit. Bahkan diketahui, air kelapa juga banyak mengandung vitamin, asam amono, ion, dan karbohidrat yang memungkinkan burung akan tampil semakin jreng.

Untuk burung dengan sistem pencernaan kurang sehat
Air kelapa muda jugha sangat efektif dalam menjaga dan mengobati sistem pencernaan burung. Hal ini disebabkan karena air ini dapat mencegah terjadinya berbagai gangguan pada sistem pencernaan dan bahkan dapat menetralisir keasaman lambung burung. Karenanya, air ini sangat baik diberikan secara rutin untuk menjaga dan mengobati penyakit pencernaan.

Untuk burung habis lomba
Karena komposisi yang lengkap seperti di atas, maka air kelapa juga sangat cocok diberikan pada burung-burung yang baru selesai lomba. Sebagaimana diketahui, saat lomba burung mengeluarkan seluruh tanaganya sehingga kadang harus diistirahatkan. Namun dengan diberikannya air kelapa ini, Anda bisa mengurangi efek buruk ini sebab air kelapa mampu mengembalikan seluruh tenaga burung dengan lebih cepat. Tidak hanya itu, air kelapa ini juga memberikan manfaat untuk senantiasa menyetabilkan kondisi burung setelah lomba.

Untuk burung keracunan dan terkena bakteri
Air kelapa adalah air terbaik dalam pengobatan karena air ini mengandung zat anti racun yang dalam hal ini tanin. Tidak hanya itu, ai kelapa ini juga mengandung anti bakteri sehingga mampu membunuh bakteri yang mungkin menyerang buung Anda. Karena itu, air kelapa ini sangat baik diberikan untuk burung-burung yang mengalami keracunan, entah karena burung makan makanan beracun atau karena memakan sesuatu secara berlebihan, atau burung sakit akibat bakteri.

Untuk burung serak dan suara kurang bagus
Air kelapa juga sangat baik diberikan untuk burung-burung yang mempunyai suara tipis atau kurang merdu. Bahkan untuk burung-burung serak, pemberian air kelapa juga sangat dianjurkan. Sebab air ini mampu meningkatkan kualitas dan kerja pita suara dan membersihkan tenggorokan burung. Akibatnya, volume bisa menjadi lebih maksimal dan powerpun lebih tebal dan merdu. (Sumber : tipsburung.com)

Anda Ingin Memilih dan Membeli Burung? Inilah Tips Panduannya

pasar burung 2Memelihara burung berkicau banyak mendatangkan manfaat dan keuntungan positip untuk penghobi burung. Selain untuk menyalurkan hobi, menghilangkan kepenatan (stress), kegiatan hobi ini juga dapat dijadikan sebagai jembatan silaturrahmi untuk menambah teman dan memperluas wawasan.

Sebelum memutuskan untuk memilih dan membeli burung yang akan dipelihara, ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan.

Salah dalam memilih burung dan membeli burung, dapat membuat kita kecewa dan tentu saja kita tidak bisa menyalurkan hobi dengan optimal.


Hal Penting dalam Memilih dan Membeli Burung

  1. Tentukan tujuan membeli burung. Untuk apa kita membeli burung?

Apakah burung yang akan kita beli hanya untuk sekedar menjadi hewan peliharaan di rumah?

Membeli burung untuk di ternak (breeding burung)? Untuk dijual lagi dan mendapat untung?

Sebagai burung master pelengkap?

Sebagai burung Mascot yang akan dilombakan? Membeli burung untuk hadiah?

Atau membeli burung untuk dirawat menjadi burung yang akan di-lomba-kan?

Mengapa point ini menjadi hal yang paling penting?

Karena berbeda tujuan, akan berbeda juga spesifikasi dan anggaran yang harus kita sediakan untuk burung yang akan dibeli.

Disamping itu, berbeda tujuan maka akan berbeda juga faktor konsekuensi, sarana prasarana yang harus disediakan dan konsistensi untuk pola perawatan masing-masing burung.

  1.  Tentukan jenis burung dan kondisi burung yang dibeli.

Hendaknya kita sudah memiliki gambaran jelas untuk jenis burung dan kondisi burung yang akan kita beli. Jangan pernah membeli jenis burung tertentu apabila anda memang tidak suka burung tersebut. Atau jangan juga membeli burung karena ikut-ikutan padahal anda tidak menyenangi jenis burung tersebut.

Contohnya:
Karena beberapa teman dekat punya banyak burung Anis Merah, anda juga ikut-ikutan (latah) membeli beberapa ekor burung Anis Merah yang sebenarnya anda tidak suka jenis burung ini.

Tentukan juga, apakah kita akan membeli burung dengan kondisi burung masih bakalan/bahan (tangkaran atau tangkapan hutan), burung jadi atau burung yang sudah sering juara di lomba.

  1.  Tentukan budget dan siapkan anggaran untuk membeli burung.

Selalu kedepankan logika dan jangan pernah mengedepankan emosi dalam memilih dan membeli burung. Tidak pernah ada faktor keberuntungan di dalam membeli burung. Yang ada hanya cermat dan ketelitian.

Sebaiknya, jangan memaksakan diri dan memaksakan keberuntungan anda untuk membeli burung diluar perencanaan dan budget yang sudah ditentukan. Tentukanlah budget dan siapkan anggaran untuk membeli burung yang anda idam-idamkan. Jangan membelanjakan uang untuk membeli burung diluar budget kesanggupan anda.

Komunikasikanlah tentang rencana tujuan anda membeli burung, budget dan anggaran untuk membeli burung idaman anda kepada orang terdekat atau teman atau orang yang anda percayai.

  1.  Cari dan kumpulkan informasi lengkap tentang burung yang akan dibeli.

Malu bertanya sesat di jalan, pepatah ini selalu berlaku untuk membeli burung. Cari dan kumpulkan informasi tentang burung yang akan dibeli dari referensi netral yang bisa dipercaya. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang jenis burung yang akan dibeli.

Mulai dari katuranggan burung yang baik dan ideal, karakter dan sifat, asal usul, kompatibilitas, pola perawatan, fisiologis, kelemahan, kelebihan, prospektif ke depan dan lain sebagainya.

  1. Tentukan tempat untuk membeli burung.

Apakah membeli di pasar burung?
Apakah membeli di tempat penangkar burung ternama?
Apakah membeli dari teman punya teman? Apakah membeli dari tetangganya tetangga? Atau membeli di lapangan latber/lomba?

Mintalah referensi dari teman-teman sesama penghobi atau teman-teman komunitas hobi burung untuk penjual burung yang jujur dan bisa dipercaya. Penjual burung yang baik dan bertanggung jawab, umumnya memberikan garansi (kualitas, spesifikasi, gender dan lain-lain) untuk burung yang dijualnya.

Berkaitan dengan ini, sangat disarankan juga membawa teman sebagai pendamping (berperan juga sebagai konsultan). Yaitu orang yang punya pengetahuan dan pengalaman lebih dari anda, untuk burung yang akan dibeli. Ini akan sangat berguna sebagai “second opinion” dan mengontrol emosi anda sewaktu membeli nantinya.

Akhirnya, dimana dan dari siapa anda akan membeli burung idaman tersebut, jangan emosi!
Kondisikan pikiran dengan tenang.

  1.  Lihat, Dengar dan Rasakan.

Jangan pernah percaya dengan “bumbu-bumbu” dari penjual burung kalau anda tidak melihatnya sendiri, mendengarnya sendiri dan merasakannya sendiri.

Jangan percaya dengan “katanya.., katanya…”. Percayalah hanya kepada mata anda, telinga anda dan perasaan anda sendiri.

Jangan terpancing dengan harga yang murah. Tidak pernah ada burung bagus harganya murah.  Harga biasanya berbanding lurus dengan kualitas. Pastikan burung idaman yang akan anda beli sesuai spesifikasi yang anda cari. Hal penting lainnya, pastikan burung yang akan dibeli tersebut sehat wal afiat lahir dan bathin.

  1.  Berani ambil keputusan, bijaksana dan bertanggung jawab.

Apabila burung idaman sudah sesuai dengan kriteria dan spesifikasi yang diinginkan, segeralah lakukan negosiasi harga dan beri keputusan untuk membeli.

Tanyakan garansi tentang burung yang dijual, kelengkapan dan semua informasi yang berkenaan dengan burung yang anda beli. Mulai dari kelengkapan, pola perawatan, jenis makanan dan pola makan, stelan ektra fooding (EF) dan lain sebagainya.

Tetapi, kalau masih ada keraguan tentang burung yang akan dibeli atau burung tersebut tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan, jangan takut untuk mengatakannya dengan tegas: “Mohon maaf mas/pak.., bukan seperti ini burung yang saya cari!”. Semoga bermanfaat. (Sumber : Irvan Sadewa, smartmastering.com)

Cara Dan Metode Memaster Burung Kicau

pic : kicau17.blogspot.co.id

pic : kicau17.blogspot.co.id

Bagaimana cara memaster burung dan metode pemasteran pada burung berkicau? Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya di lapangan.

Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang dimaster dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya, pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran. Ada mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung.

Alasannya karena pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau.

Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada di sekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Untuk dapat melakukan proses pemasteran burung berkicau dengan optimal, kita harus memperhatikan beberapa hal penting, hal penting tersebut adalah:

  1. Waktu Efektif Pemasteran
    2. Mengkondisikan Burung yang akan di Master

Waktu efektif dalam proses pemasteran adalah pada waktu burung istirahat, siang hari di dalam rumah (sehabis mandi dan jemur) dan malam hari menjelang pagi (jam 22.00-06.00). Walaupun pemasteran sudah kita lakukan pada waktu-waktu efektif pemasteran, ada hal lain yang harus kita perhatikan. Yaitu mengkondisikan burung yang akan di master. Ini merupakan faktor penting keberhasilan di dalam proses pemasteran.

Mengkondisikan disini memiliki arti membuat suasana dan kondisi burung tersebut beristirahat dan membuat suasana menjadi tenang. Yang harus dilakukan adalah: Mengkerodong burung dan menjauhkan burung yang akan di master dengan burung sejenis atau burung lain.

Fungsi mengkerodong burung disini, bertujuan menipu burung tersebut dengan membatasi pandangannya agar diam dan beristirahat dengan tenang sehingga waktunya akan digunakan untuk mendengar suara-suara yang ada di sekitarnya.

Setelah kita menentukan waktu efektif dan mengkondisikan burung yang akan di master, suara-suara master hendaknya diperdengarkan dengan volume kecil saja tetapi sangat jelas terdengar. Jauhkan penempatan burung master dan sumber suara master dengan burung yang akan di master.

Suara burung master yang terlalu besar dan jarak yang terlalu berdekatan dengan burung yang akan di master, berpotensi tidak akan direkam oleh burung yang akan di master. Banyak kasus juga, hal ini berpotensi dapat membuat burung yang akan di master menjadi jatuh mental dan stres.

Supaya kicauan burung bisa bervariasi dan berkarakter irama lagu yang khas, burung harus di master. Yaitu melatih burung untuk merekam suara-suara burung master. Proses ini disebut juga dengan mastering atau memaster burung.

 Cara Memaster Burung dan Pemasteran Burung  

  1. Memelihara beberapa Burung Master.

Diharapkan suara kicauan burung master, bisa direkam dan ditiru oleh burung yang akan di master. Cara ini banyak dilakukan Kicaumania dengan alasan tertentu. Tentunya burung master tersebut juga harus gacor atau rajin berkicau sepanjang hari.

Tapi, berapa besar biaya yang harus Anda keluarkan untuk membeli burung-burung master berkualitas baik yang sudah gacor? Belum lagi waktu untuk merawat. Tempat khusus yang harus disediakan untuk burung master tersebut?

Memaster burung dengan cara ini bisa berhasil apabila burung master yang Anda miliki memang berkualitas baik, karakter suaranya sama dengan burung yang akan di master.

  1. Menggunakan perangkat Elektronik.

Cara memaster burung dengan cara ini hampir sama dengan cara pertama di atas. Tapi Anda tidak perlu memelihara banyak burung master. Karena suara-suara burung master sudah direkam ke dalam media elektronik .

Sehingga Anda bisa menentukan kapan, dimana, dan berapa lama suara burung master akan diperdengarkan kepada burung yang akan di master.

75% Kicaumania sejak dulu sudah membuktikan, cara memaster burung dengan metode ini jauh lebih mudah, efesien, ekonomis dengan hasil yang maksimal. Coba Anda bandingkan kalau Anda membeli 5 ekor burung master berkualitas baik yang sudah gacor? Harganya pasti jutaan rupiah!

Segi positif lainnya, secara tidak langsung Anda juga ikut mendukung program Pemerintah dalam Konservasi Pelestarian Alam.

Salah satu kunci keberhasilan dalam memaster burung adalah : Karakter suara burung master harus cocok dan sesuai dengan karakter dasar suara lagu burung yang akan di master. (SumberIvan Sadewa, Smartmastering.com)

 

Doping Untuk Burung ; Antara Mitos Dan Fakta

Foto : suaraburung.com

Foto : suaraburung.com

Tiga tahun belakangan ini, euforia tentang “doping burung” semakin salah kaprah. Banyak yang mengganggap pemberian vitamin mineral untuk burung sudah dianggap memberikan doping untuk burung.

Banyak Kicaumania menyebut doping burung, tanpa mengetahui apa arti doping yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena minimnya minat Kicaumania untuk belajar tentang ilmu fisiologi burung dan ilmu nutrisi burung.

Banyak dari Kicaumania beranggapan, pemberian suplemen vitamin mineral termasuk pemberian asam amino esensial untuk burung, itu dianggap sudah memberikan doping bagi burung.

“Katanya berbahaya untuk burung…
Burung bisa sakit! Burung bisa mati mendadak!”

Kalau pemberian vitamin mineral, asam amino esensial untuk burung, itu dianggap memberikan doping…

Maka… Apakah semua makanan burung (voer dan sejenisnya) yang dijual di pasaran, termasuk juga buah-buahan, apa juga disebut doping?

Karena makanan tadi juga mengandung vitamin mineral, asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh burung.

Nah, ini salah besar!

Opini tersebut muncul karena pemahaman keliru sebagian Kicaumania. Memvonis semua vitamin mineral, asam amino yang dibuat khusus untuk burung itu sintetis dari bahan kimia.

Padahal, rata-rata bahan pembuat vitamin mineral dan asam amino esensial yang dibuat khusus untuk burung biasanya didapat dari ekstrak bahan-bahan organik alami.


APA ITU DOPING?

Doping adalah zat kimia buatan yang digunakan untuk meningkatkan kinerja tubuh. Pada awalnya doping digunakan para ilmuwan untuk mengobati orang yang sakit. Seiring perjalanan waktu, doping disalahgunakan menjadi obat perangsang kinerja para atlet.

Doping memang terbukti membantu prestasi para atlet, namun ada efek negatif dari pemakaian doping sehingga penggunaannya dilarang oleh badan-badan olah raga di dunia.

Doping digolongkan menjadi 5 (lima) kelompok berdasarkan fungsinya, yaitu:

  1. Doping yang berfungsi meningkatkan kekuatan otot dan tulang, contoh: Steroid Anabolik dan Beta 2-Agonik.
  2. Doping yang berfungsi meningkatkan daya ingat terhadap Oksigen, contohnya adalah Eriotropotein.
  3. Doping yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit, contohnya adalah Narkotika (seperti: Morfin, Heroin, dan lain-lain.).
  4. Doping yang berfungsi menghilangkan stress akibat kelelahan dan tekanan mental, contoh: Metadon, Magadon dan Diuretic.
  5. Doping yang berfungsi untuk menutupi dampak dari doping yang dikonsumsi sebelumnya, contohnya adalah Epitestosteron.

Btw, hampir 5 tahun terakhir ini di Indonesia, semua produsen pakan burung, suplemen burung dan obat-obatan burung menggunakan bahan dari ektrak organik alami, bukan dari kimia sintetis.

Dan tidak ada satupun bahan yang mengandung bahan doping dalam arti yang sebenarnya, di dalam setiap produk yang dijual. Setiap penghobi burung punya pilihan sendiri untuk produk suplemen yang mereka berikan untuk burung. Pilihan tersebut biasanya mengacu pada aspek berikut:

  • Rekomendasi dari Kicaumania lain.
  • Data Produk.
  • Kualitas Produk.
  • Brand Produk.
  • Dan ada yang hanya sekedar ikut-ikutan Kicaumania lain.

Kita tidak akan membahas tentang aspek-aspek pilihan diatas.  Tapi kita menyoroti penggunaan suplemen burung dan obat burung yang tidak sesuai aturan pakai dan peruntukannya.

 Fakta temuan di lapangan dari dulu sampai saat ini, banyak Kicaumania yang memberikan suplemen burung dan obat untuk burung kesayangannya…

Ternyata tidak sesuai dengan aturan pakai dan tidak sesuai dengan peruntukannya.  Justru inilah yang sangat-sangat berbahaya bagi tubuh burung. Masa sih? Jangan mengada-ada donk?!

Ini benar! Tidak mengada-ada… Kita tidak sedang bersumsi, tapi data fakta temuan di lapangan mengatakan seperti itu.

Contohnya analoginya seperti ini:

  • Perut sedang mules, tapi minumnya obat sakit kepala.
  • Habis jatuh, luka di lutut, tapi minumnya obat sakit lambung.
  • Mata iritasi kena debu, tapi minumnya obat batuk.
  • Bibir sariawan, tapi minumnya obat flu.
  • Dan lain-lain… (boleh isi sendiri…)

Anda mulai paham kan?

Yang terakhir…

Pada prinsipnya, SEMUA produk suplemen vitamin mineral, asam amino untuk burung yang dijual oleh setiap produsen itu BAIK. Asal diberikan dan dipergunakan sesuai aturan pakai dan sesuai peruntukannya.

Ayo tetap semangat dan tetap sabar rawat gacoan kesayangan Anda! Yakinlah kelak ia akan membuat Anda bangga (Sumber : Irvan Sadewa, smartmastering.com)