Anda Tak Punya Lahan Untuk Menangkar MB? Cobalah Cara Ini

ternak kandang gantung 1Buat pemilik lahan terbatas terutama di kota-kota besar, tak perlu berkecil hati bila ingin mencoba membuka usaha budidaya penangkaran burung. Sebab, banyak cara menangkar burung di lahan sempit tapi memberikan hasil yang maksimal.

Banyak jenis burung yang bisa diternakkan di lahan terbatas, mulai dari jenis lovebird, blackthroat, kenari, hingga murai batu sekalipun. Paling tidak ini yang sudah lama dibuktikan Iwan Fitriadi, breeder aneka jenis burung dengan nama Cisadane Bird Farm di kawasan Tangerang Banten.

Meskipun di lahan terbatas dia bisa memanfaatkannya dengan hasil maksimal. Selain anis kembang, cucakrowo dan blackthroat, dia juga sukses mengembangkan penangkaran murai batu dan lovebird.

Untuk jenis murai batu misalnya, ada enam pasang indukan yang diternakkan. Dua pasang di antaranya ditangkar dengan sangkar gantung. Tujuannya adalah untuk menyiasati keterbatasan lahan yang ada. Namun demikian, kata Iwan, hasil breeding model sangkar gantung tak kalah bagus dibanding dengan kandang permanen yang memakan lahan lebih luas.

Penjodohan

Sebelum memulainya, ada beberapa tahap penjodohan terlebih dahulu. Awalnya tentu pemilihan calon indukan. Karena jadi kunci utama biasanya di proses penjodohan. Paling tidak indukan yang digunakan sebagai calon pasangan harus berkarakter jinak. Karena kandang yang digunakan sebagai tempat penangkaran di sangkar biasa alias sangkar gantung yang penempatannya tentu sering dilalui orang.

Proses penjodohan awal memang lumayan butuh kesabaran. Lazimnya menyodohkan murai batu, biasanya dengan mendekatkan satu sama lain di sangkar berbeda. Dan direndeng terus-menerus setiap saat. Kemudian setelah dilihat tampak jodoh, dipindahkan ke sangkar yang sama dan biasakan bisa mandi bersama.

Kalau salah satu di antaranya tampak galak harus segera dipisah atau disemprot dengan air. Dalam tahapan ini harus dipantau terus.

Setelah seminggu kemudian mereka biasanya sudah saling mengenal dengan ditandai indukan jantannya yang kerap mendekati betina di dalam sangkar. Seandainya keduanya sudah tampak saling berdua, seminggu kemudian keduanya akan kawin dan diiringi keduanya mengangkut sarang yang sudah disediakan di dalam kotak sarang yang terbuat dari sangkar kecil yang kiri kanan dan atasnya dilapisi kertas kardus. Kotak sarang ini ditempatkan atau ditempel di bagian atas sangkar.

Indukan betina akan bertelur 2-3 butir dan selama 14 hari akan melalui masa mengeram. Setelah menetas anakan akan diasuh indukannya sampai umur 10 hari. Berikutnya anakan dipanen dan dimasukan ke inkubator. Memasuki umur 2 minggu anakan sudah bisa dipasangi ring kode pemilik.

Untuk pakan, indukan yang sedang bawa anakan diberi porsi cacing lebih banyak. Hanya saja ketika masa mengeram, indukan cukup diberi jangkrik dan kroto.

Kebutuhan pakan anakan di hari pertama masuk inkubator disuplai dengan jangkrik ukuran kecil yang kakinya sudah dibersihkan. Selain itu juga diberi adonan voer yang diaduk dengan kroto bersih. Eksfood lainnya adalah memberi burung potongan cacing.

Anakan burung diasuh sampai bisa makan sendiri pada usia sekitar 1 bulan. Pada umur tersebut anakan sudah mulai bisa dipasarkan.

Kebutuhan jangkrik untuk indukan adalah 20-30 ekor yang ditempatkan sebagai eksfood harian. Burung dibiarkan memilih sendiri jangkrik yang dikehendakinya.

Selain itu, kroto segar juga disiapkan sebagai pakan utamanya. “Di musim pancaroba seperti sekarang, agar indukan tetap stabil berproduksi, yang penting eksfood-nya,” jelas Iwan di kediamannya di Jalan Letda Dadang Suprapto, RT 3 RW 1 No 5, Grendeng (Pinggir Kali Cisadane) Tangerang Banten.

Penangkaran model seperti ini bisa menghemat tempat dan mudah dipindah sesuai keinginan pemilik.
Bila burung sudah bertelur tempatnya jangan sering-sering dipindah atau digeser karena dikhawatirkan mengganggu produktivitas burung. (Sumber : Agrobis Burung No 566 Maret 2011)

Fenomena Murai Batu Ekor Hitam

MB Ekor Hitam-1Murai batu ekor hitam adalah salah satu spesies Murai Batu yang cenderung hanya dijumpai pada wilayah-wilayah tertentu saja, misalnya Nias, Simeulue, dan Kepulauan Mentawai. Secara fisik, MB ini relatif lebih kecil dibandingkan saudaranya yang memiliki ekor putih. Walaupun ada yang bisa moncer di lomba, tapi sebagian besar MB-MB ekor hitam terkesan inferior dibandingkan MB berekor putih.

Data statistik, baik di lomba maupun di latberan, jelas terlihat MB-MB ekor putih jauh lebih mendominasi. Demikian juga dengan harga jualnya, MB ekor hitam relatif lebih murah. Dari aspek ekonomi, ada kecenderungan bahwa harga berbanding lurus dengan kualitas dan tingkat kepuasan yang didapatkan oleh konsumen. Terlepas dari pemaparan di atas, saat ini sedang terjadi kenaikan permintaan terhadapa MB-MB ekor hitam.

Pada saat kebutuhan pasar terhadap MB ekor putih belum bisa dipenuhi, baik dari hasil tangkapan hutan yang cenderung semakin berkurang maupun pasokan dari breeder MB yang juga relatif masih kecil, maka MB-MB ekor hitam bisa dikatakan sebagai sebuah alternatif bagi sebagian hobbies MB.

Selain unggul dari sisi harga, MB-MB ekor hitam juga cenderung mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mudah untuk diajar ngevoer dan lebih cepat mau berkicau. Permasalahan baru muncul pada saat MB-MB ekor hitam coba untuk dilombakan. Sebagian besar MB-MB ini terlihat keteteran jika dihadapkan dengan MB-MB berekor putih.

Kemudian, muncul sebuah pertanyaan. Apakah ada korelasi yang nyata antara warna ekor dengan tingkat keberhasilan seekor MB di lapangan? Baik dari sisi mental maupun kicauan. Ingat, kita coba bahas variabel warna ekor saja, walaupun sebenarnya ada banyak variabel yang bisa tingkat keberhasilan MB di lapangan.

Fakta juga sudah menunjukkan bahwa ada MB-MB ekor hitam yang bisa moncer, tapi mengapa tingkat keberhasilannya relatif rendah dibandingkan MB-MB berekor putih. Selain itu, kenapa harga pasar dari MB-MB ekor hitam juga relatif lebih murah. Apakah ini sesuai dengan tingkat kepuasan yang diberikan oleh MB ekor hitam? Saya pribadi juga memiliki 1 MB ekor hitam asal Simeulue buat hiburan di rumah. (Sumber : Herry Aceh, muraibatuaceh.blogspot.co.id)

Katarak Pada Burung Kicau Dan Sebab-Sebab Pemicunya

murai-batu-terkena-katarakApa itu katarak? Katarak merupakan gangguan kekeruhan pada lensa mata. Lensa mata menjadi keruh dan berakibat terganggunya penglihatan.

Apa saja penyebab katarak? Menurut ilmuwan, sama seperti manusia, katarak disebabkan faktor genetis/keturunan. Namun katarak juga dapat dipicu oleh faktor luar yaitu lingkungan dan kesalahan dalam perawatan.

Faktor apa saja yang menjadi pemicu timbulnya katarak?

  1. Sinar ultraviolet. Paparan sinar ultraviolet berlebihan (UV) dari sinar matahari. Karena itu, dianjurkan untuk tidak menjemur terlalu lama di bawah sinar matahari. Saat terbaik untuk penjemuran yaitu pukul 07.00-09.30.  Sore pukul 17.00-18.00.  Paparan cahaya lampu berlebihan juga menjadi faktor pemicu katarak.  Hindari menggantang burung terlalu dekat cahaya lampu, usahakan jarak dari lampu  lebih dari 3 meter dan hindari dari pantulan cahaya semisal pantulan cahaya lampu dari kaca/cermin.
  2. Trauma. Artinya segala sesuatu yang mengakibatkan kerusakan pada lensa mata. Contohnya : mata digigit semut pada kroto atau serangga-serangga lain, akibat tertusuk benda tajam misalnya cakaran/garukan yang mengarah pada mata oleh kuku burung itu sendiri.
  3. Penyakit metabolic. Sama halnya manusia, ternyata burung juga bisa mengidap diabetes, glaukoma (gangguan aliran air bola mata), dll.
  4. Faktor lain. Faktor ini masih menjadi kontroversi, yakni f aktor konsumsi makanan / EF tinggi protein secara terus menerus dalam jangka waktu lama. Misal : pemberian ulat hongkong (UH) setiap hari pagi sore dengan porsi yang cukup besar. Namun klaim ini belum ada penelitian yang meyakinkan.

Apakah katarak menular ? Katarak bukanlah penyakit yang menular, tetapi katarak dapat mengenai kedua mata burung.

Apakah katarak bisa disembuhkan? Menurut  dokter hewan sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar memuaskan dalam menangani masalah ini. Sama seperti manusia tidak ada obat dan tetes mata untuk katarak. Katarak pada manusia dapat melalui tahap penyembuhan dengan operasi, sedangkan pada burung belum dilakukan.

Bagaiman solusinya ? Memang untuk katarak “mencegah lebih baik dari mengobati”. Namun hal yang dapat kita usahakan ialah meminimalisir dan menghambat proses terjadinya katarak.

Apakah katarak dapat mengakibatkan kematian burung? Jika katarak ringan dan hanya mengenai satu mata maka burung masih dapat survive atau bertahan hidup. Tetapi jika kedua mata terkena dan kondisi katarak menutupi semua lensa mata, maka dapat terjadi kematian. Kematian bukan karena kataraknya tapi akibat gangguan penglihatan sehingga burung sulit untuk makan dan minum.

Obat-obat apa saja yang “berpotensi” untuk membantu masalah katarak? Beberapa obat herbal diyakini berpotensi untuk katarak seperti daun sirih, daun kitolot, embun, dsb. Obat-obat tersebut merupakan alternatif sebagai usaha kita untuk mengobati burung kesayangan.

Dampak apa saja akibat katarak? Dampak pada burung, tentu pada kesehatannya. Burung yang terkena katarak biasanya tidak begitu ceria atau lincah,  murung, kegacoran berkurang bahkan malas bunyi. Sedangkan dampak bagi pemiliknya tentunya akan sedih dan nilai jualnya pun akan relatif rendah. Tapi tetaplah berbesar hati, rawatlah dengan baik, bagaimanapun dia tetaplah makhluk ciptaan Tuhan yang patut disayangi. Bahkan burung merupakan bagian dari “keluarga kita” dan jangan sampai kita menjadi seperti kata pepatah “habis manis sepah dibuang”.

Semoga bermanfaat.

(Referensi : drh. Ismael Galvan dalam Journal Comparative Biochemestry and psikologi. omkicau,com, kicaumania.org)

Manfaat Tepung Ikan Untuk Pemenuhan Kalsium Pada Burung

 

Pemenuhan kalsium tambahan untuk burung kicauan selain dari bubuk kulit telur atau tulang ikan sotong, dengan memanfaatkan limbah tulang ikan untuk dijadikan tepung juga bisa menjadi alternatif pemenuhan gizi kalsium untuk burung.

Menurut penelitian, di dalam tulang ikan terdapat kandungan kalsium berupa kalsium fosfat yang bisa mencapai 14% dari total susunan tulang-tulangnya.

Sedangkan mineral utama yang terdapat dalam ikan adalah berupa kalsium dan fosfor, adapun mineral lainnya yang juga bisa kita temui dalam tulang ikan adalah natrium, fluor dan magnesium.

Ide tulisan ini justru berasal dari kicau mania dari luar negeri, mereka sudah lebih dahulu memanfaatkan limbah tulang ikan yang dibuat menjadi tepung untuk kemudian tepung tersebut dicampurkan dengan pakan kering voer. Jika Anda tertarik mencobanya, silahkan dicoba caranya di bawah ini.

 

Membuat Tepung Ikan Dari Limbah Tulang Ikan 

  1. Siapkan limbah tulang ikan seperti tulang ikan tuna, tongkol, gabus atau ikan Mas. Bisa dipilih salah satu, untuk hasil yang banyak, siapkan banyak juga limbah tulangnya.
  2. Bersihkan dan pisahkan sebisa mungkin tulang dari sisa-sisa daging ikan.
  3. Tulang yang sudah dicuci dan bersih dari sisa daging ikan, direbus dalam air mendidih hingga 15 menitan.
  4. Dalam kondisi sudah matang direbus, bersihkan lagi tulang-tulang tersebut dari sisa-sisa dagingnya, bersihkan menggunakan sikat gigi yang bersih.
  5. Cuci lagi tulang ikan yang selesai dibersihkan.
  6. Jika Anda memiliki oven, silahkan oven tulang-tulang tersebut selama 30menit dalam suhu 50-60 derajat C, tapi jika Anda tidak memiliki oven, dijemur juga tidak apa-apa selama beberapa jam hingga kering.
  7. Setelah di oven atau dijemur hingga kering, tumbuklah tulang-tulang ikan tersebut hingga menjadi  tepung halus.
  8. Jemur atau oven kembali tepung ikan tersebut, untuk mengurangi lagi sisa kadar airnya.
  9. Tepung bisa/siap digunakan untuk diberikan pada burung.

 

Cara Pemberiannya Pada Burung

Cara memberikannya pada burung bisa dicampurkan dengan voer kering burung atau bisa juga dijadikan salah satu bahan campuran untuk membuat pakan racikan untuk burung.

 

Kandungan Nutrisi Dalam Tepung Tulang Ikan

Sesuai data dari ISA (International Seafood of Alaska) tepung tulang ikan memiliki kandungan gizi sebagai berikut : Kadar air 3.6%, Abu 33.1 %, Protein 34.2 %, Lemak 5.6 %, Kalsium 11.9 % dan Fosfor 11.6.

Semoga bermanfaat

 

Ingin Murai Batu Anda Super Gacor? Cobalah Rajin Kasih Asupan Ini

Foto : mediaronggolawe.com

Foto : mediaronggolawe.com

Selain cucak ijo, lovebird dan kenari, murai batu juga tergolong sebagai salah satu pengicau kontes premium. Pasalnya, di samping memiliki perawakan dengan ekor panjang yang indah nan menawan,  burung bernama ilmiah Copsychus malabaricus ini ternyata juga mempunyai gacoran yang lantang (ngeplong) dan cukup menjanjikan. Sehubungan dengan suara murai batu yang mana banyak dibilang mumpuni, adapun beberapa variasi kicau yang mampu dilantunkan olehnya antara lain ngalas, nembak, ngerol, ngekek dan sebagainya.

Untuk memperoleh murai batu yang bersuara ngeplong dengan banyak variasi, tentunya bukanlah perkara gampang. Bisa dibilang begitu sebab selain pola perawatan murai batu dan setelan makanan murai batu gacor yang diberikan setiap harinya juga menjadi kunci utama yang paling berpengaruh besar terhadap keberhasilan. Apabila rawatan dan makanan murai harian sudah diberikan dengan baik, benar, teratur, rutin, konsisten dan sesuai degan karakter burung, niscaya hasil yang lebih memuaskan akan lekas diperoleh. Namun jika beberapa hal tersebut kurang diperhatikan, maka tidak menutup kemungkinan kalau penampilan burung akan cenderung biasa-biasa saja.

Sehubungan dengan pola perawatan, setelan dasar yang kerap diterapkan oleh para pencetak murai batu juara, sebenarnya tidaklah beda jauh dengan rawatan harian yang diberikan oleh kebanyakan kicau mania pada umumnya. Semisal dengan rutin memandikan di pagi dan sore hari, kemudian dijemur, selalu menjaga kebersihan kandang dan setelan tambahan lainnya seperti pemasteran misalnya. Sedangkan untuk makanan murai batu sendiri, sesungguhnya juga tidak terlalu neko-neko. Bisa begitu sebab beberapa asupan bernutrisi tinggi yang bisa berikan antara lain EF seperti aneka serangga kecil, kroto, ulat, cacing tanah, ikan kecil, dan pakan buatan berupa voer.

Jangkrik

Jangkrik tergolong sebagai salah satu pakan murai batu yang paling utama sekaligus merupakan pakan alami saat ia berada di alam bebas. Di dalam jangkrik terdapat kandungan nutrisi yang sangat diperlukan oleh burung, termasuk protein. Itu sebabnya agar burung lebih sehat dan gacor, maka ada baiknya jika selalu memenuhi kebutuhan protein-nya dengan cara rutin memberikan jangkrik setiap harinya.

Adapun hal perlu diperhatikan ketika hendak memberikan pakan murai batu serangga ini adalah dengan menyisihkan atau memotong bagian-bagian yang sulit untuk dicerna oleh burung. Dan beberapa bagian yang sebaiknya dipotong lebih dulu ialah kepala, kaki dan bulu atau sayap jangkrik. Selain keras sehingga sulit untuk dicerna, bagian tersebut juga berisiko melukai tenggorokan burung jika tetap dikonsumsi.

Belalang

Hampir sama halnya dengan jangkrik. Dimana di dalam belalang juga mengandung kadar protein yang sangat berperan bagi tumbuh kembang burung. Selain itu, tidak sedikit yang beranggapan kalau belalang dinilai memiliki kandungan protein lebih tinggi dibanding jangkrik. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua jenis belalang bisa diberikan. Ada beberapa jenis belalang tertentu yang mengandung racun sehingga bahaya jika dikonsumsi oleh burung.

Sebagaimana yang telah dimuat dari laman omkicau.com, jenis belalang beracun yang sebaiknya tidak diberikan adalah yang berwarna hitam, merah atau berbintik. Sedangkan untuk jenis belalang yang dapat diberikan yaitu yang berwarna hijau. Belalang hijau bisa kita temukan pada dedaunan hijau khususnya di areal persawahan. Disamping itu, adapun bagian-bagian yang harus dipotong terlebih dahulu karena sulit untuk dikonsumsi antara lain bagian kepala, bulu atau sayap dan kaki belalang.

Orong-orong

Jenis makanan murai batu yang berupa serangga kecil ini tidak jauh berbeda dengan belalang dan jangkrik, yaitu sama-sama mengandung protein tinggi. Namun khusus untuk pemberiannya harus lebih berhati-hati. Pasalnya pada bagian kepala orong-orong terdapat gigi yang cukup tajam. Jika tidak dipotong lebih dulu sebelum diberikan, maka tidak menutup kemungkinan kalau bisa menggigit tenggorokan burung. Selain itu, kaki dan bulu atau sayapnya juga harus disisihkan.

Kroto

Memberikan kroto banyak dipercaya bahwa mampu menjaga atau bahkan meningkatkan suhu panas tubuh burung. Karena bisa meningkatkan suhu panas, maka ada baiknya jika pemberian lebih diperhatikan. Kalau hal itu diabaikan dan suhu panas pada tubuh burung jadi meningkat tidak pada semestinya, tentu hal ini akan cenderung menimbulkan dampak yang kurang baik.

Suhu panas yang meningkat tidak semestinya akibat pemberian kroto berlebihan, banyak diyakini bahwa bisa membuat burung jadi mabung tidak pada waktunya. Selain itu, over birahi juga termasuk efek kurang bagus yang disebabkan oleh kroto yang diberikan secara berlebihan. Kedua keadaan kurang mengenakan tersebut, atau lebih tepatnya mabung tidak pada waktunya dan over birahi juga dapat menjadikan burung cenderung enggan untuk berkicau.

Ulat

Ulat merupakan pakan murai batu yang memiliki kandungan protein tinggi selain belalang dan sebagainya. Sedangkan untuk jenisnya yang bisa diberikan antara lain ulat bambu atau bumbung, kayu, pisang, pohon, ulat hongkong, dll. Khusus untuk ulat hongkong, karena pemberian yang berlebihan dapat memicu penyakit katarak, maka sebaiknya lebih diperhatikan.

Berbeda dengan ulat hongkong yang mana sangat berisiko jika diberikan secara berlebihan, ulat bambu atau ulat bumbung justru bisa membawa dampak yang lebih merujuk pada hal-hal baik. Ulat bumbung banyak diberikan oleh para kicau mania guna menurunkan tingkat birahi terhadap burung yang birahinya terlalu over.

Cacing Tanah

Tidak hanya burung punglor saja yang gemar mengkonsumsi pakan cacing tanah ini, akan tetapi burung murai juga begitu meyukainya. Makanan murai batu yang berupa cacing, sebaiknya selalu diperhatikan kesterilan-nya. Sebelum disajikan supaya lebih steril cacing bisa dibersihkan dengan cara direndam pada air bersih. Untuk menghindari hal-hal yang cenderung kurang baik semisal gangguan pencernaan, maka jangan berikan cacing yang kondisinya sudah tidak segar, terlebih lagi kalau itu sudah membusuk.

Ikan Guppy

Dibalik keindahannya ternyata ikan guppy menyimpan kadar protein yang cukup tinggi sehingga bagus untuk diberikan sebagai makanan tambahan aneka macam jenis burung berkicau, termasuk cendet begitu juga murai batu. Selain bagus untuk dikonsumsi karena kandungan protein tinggi dan tulangnya yang lunak, ikan guppy juga dipercaya mampu menetralisir burung yang sedang berkondisi drop maupun stres.

Voer atau Poor

Meskipun bukan termasuk sebagai pakan murai batu alami, akan tetapi makanan murai batu buatan ini juga sangat bagus untuk diberikan karena kandungan nutrisinya. Selain protein, di dalam poor juga terdapat mineral dan nutrisi-nutrisi lain yang belum tentu ada pada makanan murai batu yang berupa alami. Itu sebabnya agar mampu melengkapi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh burung, maka alangkah baiknya jika voer selalu tersedia.

Untuk jenis voer yang umum diberikan kepada burung dari genus Copsychus ini ialah yang berkadar protein sedang antara 12-18 %. Diluar itu tidak menutup kemungkinan kalau bisa sesuai untuk diberikan. Namun yang perlu lebih diperhatikan adalah pada pemberian poor yang mana harus konsisten. Jika sering mengganti merk voer beserta kadar protein-nya, hal ini bisa membuat bulu burung jadi tampak cenderung kusam atau pudar

Ingin Mencoba Membuat Tepung Jangkrik? Inilah Caranya

jangkrik-1Tepung Jangkrik (Cricket Flour) seperti yang diketemgahkan sebelum ini, merupakan tepung yang sangat baik untuk berbagai jenis burung berkicau, agar burung menjadi lebih sehat dan burung jadi lebih rajin berkicau atau gacor. Bila anda adalah peternak jangkrik atau anda yang sedang mencari peluang usaha bisnis yang berkaitan dengan jangkrik kali ini saya ingin membagikan Tips Cara Mudah Membuat Tepung Jangkrik. Karena terbukti dengan mengolah jangkrik menjadi tepung akan lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis yang lebih baik.


Bahan Yang Digunakan :

Jangkrik dari bukan jenis jangkrik kalung yang belum keluar sayapnya atau tanpa sayap minimal 1 ons jangkrik hidup, lebih banyak tentu lebih baik.

Proses Pembuatan Tepung Jangkrik :

  • Jangkrik disangrai seperti menyangrai kopi sampai kelihatan berwarna kecoklatan atau lebih tepatnya setengah matang.
  • Jangkrik yg sudah disangrai tadi kemudian didinginkan
  • Kemudian jangkrik di blender sampai berbentuk cincangan.
  • Jangkrik yg berbentuk cincangan tadi disangrai kembali sampai terlihat kering
  • Kemudian dinginkan lagi utk beberapa saat
  • Langkah selanjutnya adalah jangkrik yg telah didinginkan kemudian diblender kembali shg menjadi halus spt tepung.
  • Kemudian angin-anginkan 1 – 2 jam
  • Terakhir masukan ke dalam toples yang rapat.

Selain menggunakan cara diatas, membuat tepung jangkrik juga bisa menggunakan cara dibawah ini, dengan bantuan alat satu tingkat lebih modern, caranya :

  • Jangkrik direndam dengan menggunakan air panas,
  • Kemudian jangkrik dicuci sampai bersih
  • Masukan dalam oven yang bersuhu sekitar 70 derajad celcius selama 3 jam
  • Terakhir aalah digiling/ blender sampai berukuran halus seperti tepung.

Itulah  Tips Cara Mudah Membuat Tepung Jangkrik. Untuk cara penggunaan tepung jangkrik ini dalam hal diberikan pada burung, dapat langsung diberikan pada burung dalam bentuk tepung, dicampur dengan kroto, dicampur dengan voer, dibuat adonan untuk menyuapi burung anakan dll. Adapun burung-burung yang bisa diberi tepung jangkrik seperti burung : Kacer, Cendet, Murai, Tledekan, Trucukan, Sulingan, Ciblek, Sirpu, Mantenan, Cucak ijo, Prenjak, dll. (Sumber :  Royyak Susanto, burung.blogspot.co.id)