Manfaat Jahe Bagi Burung Dan Cara Penyajiannya

 

Foto : ibc.lynxeds.com/

Foto : ibc.lynxeds.com/

Sudah sejak dahulu tanaman jahe banyak digunakan para penggemar burung dan unggas untuk menjaga kondisi hewan peliharaan mereka. Selain bisa memberikan rasa hangat, jahe bisa membuat beberapa jenis burung tertentu menjadi rajin berkicau dengan suaranya yang kristal (jernih). Jahe untuk burung peliharaan selama ini dianggap bisa memberikan pengaruh yang cukup baik terutama untuk penampilannya.

Selama ini, jahe banyak digunakan para penggemar cucak jenggot agar burung peliharaan itu bisa bersuara dengan rajin. Setelah melihat kesuksesan jenggot mania itu, penggemar burung jenis lainnya mulai memberikan jahe pada burung rawatan mereka, dan hasilnya pun cukup bervariasi.

Jahe yang diberikan sebagai air minum itu ternyata bisa membuat beberapa burung langsung mengeluarkan tembakan cesplengnya, sedangkan beberapa jenis harus melalui tahap-tahap adaptasi atau membiasakan diri dengan air minumnya itu sebelum rajin bunyi dengan suara kicauannya yang kristal.

Pemberian jahe sebagai air minum untuk burung kicauan memang dianggap bisa menjadikan penampilannya jadi lebih maksimal. Akan tetapi, hal tersebut harus dibarengi dengan perawatan yang rutin dan pemberian pakan tambahan (EF) yang tercukupi, tanpa itu semua burung tidak akan mampu tampil maksimal.

Berikut beberapa cara pemberian jahe seperti yang banyak dilakukan kicaumania terhadap burung kesayangannya.

1. Jahe sebagai air minum ramuan #1
Bersihkan jahe dengan cara dibakar atau dikupas kulitnya.
Tumbuk atau geprek jahe untuk mengeluarkan sarinya.
Siapkan air dalam panci, lalu panaskan hingga mendidih.
Masukkan jahe ke dalam air mendidih, lalu tunggulah selama beberapa menit.
Sebagai pilihan (opsional) anda bisa menambahkan gula merah ke dalamnya, lalu aduk hingga merata.
Setelah itu, angkat dan saring air rebusan jahe tersebut menggunakan saringan halus.
Dinginkan dan berikan pada burung sebagai air minumnya setiap dua – tiga kali seminggu.

2. Jahe sebagai air minum ramuan #2 

Jahe merah direbus dalam air hingga mendidih
Campurkan madu murni sebanyak dua sendok teh ke dalam air rebusannya.
Peras dua buah jeruk nipis ke dalam air rebusannya, lalu aduk hingga merata.
Setelah itu, angkat  lalu saring menggunakan saringan halus.
Dinginkan dan berikan pada burung selama dua – tiga kali seminggu.

3. Jahe sebagai pakan ulat hongkong 
Jahe dikupas kulitnya, lalu ditumbuk dan diberikan sebagai pakan ulat hongkong.
Untuk hasil maksimal, berikan jahe tersebut 15 – 20 menit sebelum ulat diberikan pada burung.

4. Memberikan serbuk jahe 
Jahe dikupas kulitnya, lalu diparut atau digiling menggunakan mesin gilingan kelapa.
Parutan jahe kemudian dikeringkan dengan cara disangrai.
Setelah kering, berikan dengan cara dicampur dalam pakan voernya.

5. Memberikan potongan jahe 

Potong jahe dalam ukuran kecil (seukuran voer) sebanyak 20 potongan kecil.
Simpan potongan kecil jahe tersebut dalam tempat pakannya.
Berikan pada burung.

Semoga bermanfaat

(Oleh : Aries Munandi, agrobur.com)

Sekali Waktu, Burung Juga Butuh Hujan-Hujanan

muraihujanTidak selamanya hujan yang mengguyur bumi harus dihindari oleh penggemar burung dengan burung peliharaannya. Ketika turun hujan, burung akan tampak rajin berkicau menyambutnya termasuk juga burung bakalan. Hujan memang bisa menjadi terapi penghilang stress yang baik bagi burung kicauan. Tapi tahukah anda, bahwa ada manfaat lain dari air hujan yang turun dari langit untuk burung peliharaan ?

Ada banyak manfaat yang bisa di dapat ketika burung terkena air hujan atau dihujan-hujankan, di antaranya adalah :

  • Metabolisme burung bisa meningkat sehingga membuatnya cepat rajin berbunyi.
    Burung bisa terlatih untuk mandi di karamba mandinya.
  • Menghilangkan stress pada burung.
  • Meningkatkan birahi terutama pada burung yang akan ditangkarkan.

Namun untuk memandikan burung di tengah guyuran air hujan tentu tidak sembarangan, ada persyaratan khusus yang bisa membuat burung merasa nyaman berada di tengah hujan, yaitu:

  • Hujan yang turun tidak terlalu lebat.
  • Mandi hujankan burung jika hujan turun pada pagi hingga siang hari, karena hujan pada waktu-waktu tersebut mengandung banyak manfaat, dibanding hujan yang turun dari siang hingga sore hari yang telah mengandung asam yang bisa membuat burung cepat sakit.
  • Jangan terlalu lama ketika menghujan-hujankan burung, cukup seperlunya saja atau sekitar 10 – 20 menit.

Berikut beberapa tips ketika kita hendak memandikan burung di tengah guyuran hujan.

  • Untuk menghindari sangkar harian burung rusak terkena air hujan, sebelum burung dihujan-hujankan ada baiknya burung dipindakan ke dalam sangkar lain.
  • Ketika memandikan burung di tengah air hujan, akan lebih baik jika menggunakan sangkar yang bagian dasarnya bisa diangkat, sehingga burung bisa mandi hujan di atas permukaan tanah atau rumput. Namun perlu diperhatikan keamanannya, terutama jika sangkar yang digunakan memiliki celah yang besar di bagian dasarnya yang bisa membuat burung “nyelonong” keluar sangkar.
  • Atau anda bisa memasukkan burung ke dalam karamba mandinya, lalu burung dibiarkan bersenang-senang di tengah guyuran hujan.
  • Untuk mempercepat perjodohan burung , bisa dilakukan dengan memasukkan sepasang burung yang akan dijodohkan ke dalam karamba mandinya, lalu dihujan-hujankan terutama untuk burung jenis anis merah, anis kembang, dan kacer.
  • Sebagai terapi penjinakkan untuk burung bakalan yang masih liar, atau giras. Setelah burung dihujan-hujankan anda bisa memberikan burung ulat hongkong ketika burung sedang diangin-anginkan.

Beberapa jenis burung yang cukup menyukai hujan-hujanan adalah: semua jenis burung poksay, branjangan atau lark, pleci, kacer, trucukan, kutilang, beo dan jalak-jalakan. Semoga manfaat. (Sumber : Aries Munandi, agrobur.com)

Beli Kandang Ternak Rp 750 Ribu Bisa Untung Lebih Rp 6 Juta

Tulisan berikut, meski mungkin tujuannya untuk promosi, saya rasa bagus dan bermanfaat bagi teman-teman calon peternak sebagai bahan referensi sebelum membuat atau membeli kandang ternak. Salam Breeding…

______________________________________________________________________________

kandangbesi-1Mau mengubah hobi burung menjadi uang? Caranya mudah! Mulailah beternak burung sekarang! Ya, sekarang, bukan besok atau tahun depan. Hehe…

Dengan beternak burung, Anda melestarikan burung sekaligus mendapatkan uang dari hasil penjualan anakan burung.

Indonesia memiliki beragam jenis burung yang bisa Anda ternak, mulai dari murai batu, kacer, cucak ijo, jalak, prenjak, ciblek, dan lain sebagainya. Mulailah bereksperimen menangkarkan berbagai jenis burung dan jadilah pioner yang pantang menyerah.

Nah, inilah potensi pendapatan yang bisa Anda raih. Jika burung Anda produktif, misalnya murai batu, maka dalam dua bulan sekali Anda sudah bisa panen.

Misalnya setiap kali panen Anda mendapatkan dua ekor anakan, dengan masing-masing anakan dibanderol Rp3,5 juta, maka dengan dua burung anakan Anda mendapatkan uang Rp7 juta.

Wow, jumlah yang fantastis bukan? Coba jika Anda memiliki 10 pasang yang produktif, maka setiap dua bulan Anda memperoleh pendapatan Rp70 juta. Hebat bukan?

Nah, sangkar ternak kami hanya seharga Rp750.000. Hanya dalam dua bulan, jika burung Anda sudah produktif, Anda sudah balik modal dan malah dapat untung Rp6.150.000.

Bagaimana cara menghitungnya? Begini, misalnya dalam dua bulan burung Anda sudah produksi dua ekor anakan yang bisa dijual dengan harga Rp7 juta, maka dikurangi harga sangkar Rp750.000 dan pakan dua bulan Rp100.000 maka sisanya Anda mendapatkan keuntungan Rp6.150.000.

kandangbesi-2Itu baru satu kandang saja. Bagaimana jika Anda memiliki 10 kandang? Maka setiap dua bulan Anda mendapatkan Rp61.500.000. Tentu saja syaratnya semua burung Anda produktif menghasilkan anakan. Kalau pun tidak produktif, keuntungan yang Anda dapatkan tetap fantastis dan melebihi gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, atau Polisi.

Tidak percaya? Mulailah sekarang juga menangkarkan burung dan jangan pernah putus asa jika menghadapi berbagai tantangan. Nanti pasti Anda berhasil dan sukses! Selamat mencoba.

Kandang ternak produksi kami bisa dibongkar pasang sehingga mudahkan Anda untuk memindah-mindahkannya. Kami juga melayani pengiriman ke seluruh Indonesia karena kandang ini sangat ringkas dipaketkan.

Harga hanya Rp750.000 dan ditambah ongkos kirim. Anda bisa mengambil langsung ke tempat kami juga. Jika stok sedang kosong, proses produksi biasa sekitar 1-2 minggu.

 Untuk memesan kandang ternak produksi kami, silakan hubungi

HP: 082122309911

BBM:25E981DE

Anda Memiliki Murai Batu Lebih Dari Seekor? Begini Cara Merawatnya

 

kerodong (1)Ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika penghobi memelihara Murai Batu lebih dari satu ekor. Dengan semakin banyaknya Murai Batu yang kita miliki maka perawatan yang harus kita perhatikan juga akan semakin kompleks. Tidak hanya perhatian pada perawatan rutin Murai Batu saja seperti pakannya, menjemur, pemandian, dll,faktor-faktor di luar itu juga dapat memengaruhi, terutama yang berkaitan dengan hubungan/interaksi Murai Batu yang satu dengan yang lain perlu untuk dijaga.

Makanya jika anda mengunjungi tempat penangkaran Murai Batu yang notabene memiliki banyak Murai Batu di dalamnya, para penangkar tidak asal-asalan dalam meletakkan Murai Batu. Ada aspek-aspek penting yang harus dijaga untuk menghindari dampak negatif yang akan ditimbulkannya. Misalnya, tidak meletakkan Murai Batu dewasa berdampingan dengan Murai Batu berusia muda (trotol),dikarenakan, hal itu dapat menyebabkan stress pada Murai Batu muda yang masih belum siap mentalnya untuk bertanding. Lebih dari itu, apabila Murai Batu muda tersebut sedang mengalami masa mabung, kemungkinan besar masa mabungnya tidak akan berjalan dengan sempurna.

Hal-hal teknis seperti itu mungkin terkesan sepele, tapi jangan dianggap remeh pengaruhnya bagi perkembangan Murai Batu. Apalagi melihat Murai Batu adalah jenis burung fighter yang mudah sekali terpancing naik birahinya, jika tidak disesuaikan dengan kondisi fisik baik dari segi umur, kesehatan, maupun mental, inilah yang ditakutkan memberikan pengaruh negatif bagi Murai Batu tersebut.

Untuk itu, di bawah ini beberapa hal (selain hal diatas) yang harus anda perhatikan ketika memelihara Murai Batu lebih dari satu :

  • Menggunakan kerodong pada sangkarnyaPenggunaan kerodong sangat penting untuk mencegah timbulnya pertarungan antar sesama Murai Batu milik anda yang mungkin dalam hal ini hanya akan menguras energi/stamina burung tersebut.Murai Batu adalah jenis burung yang sangat agresif jika bertemu lawannnya, ditakutkan Murai Batu malah menjadi bringas ketika bertatapan muka dengan Murai Batu lainnya secara langsung, apalagi jika peristiwa itu tidak terlalu penting (bukan dalam lomba), tentu hanya kesia-siaan belaka.
  • Jauhkan sesama Murai Batu saat dilakukan penjemuran dan pemandianpun demikian halnya saat dilakukan perawatan penjemuran dan pemandian. Dimana Murai Batu harus dalam keadaan terbuka pada lingkungan sekitar, maka anda harus menjauhkan jarak antara Murai Batu yang satu dengan yang lain supaya tidak memancing Murai Batu melakukan pertarungan kicauan. Khusus pada pemandian, lakukan proses bergilir, jangan digabungkan Murai Batu dalam satu wadah (keramba) sekaligus.
  • Jangan letakkan sangkar dalam satu ruanganBanyak penghobi yang sesuka hati menjajarkan sangkar-sangkar Murai Batu, padahal ini bisa menciptakan suasana yang tidak nyaman, karena sepanjang harinya kecenderungan Murai Batu dalam kondisi naik birahi. Murai Batu akan sulit memperoleh ketenangan jika peletakkan sangkar seperti itu. Oleh karenanya, taruhlah sangkar-sangkar Murai Batu dalam ruang yang berbeda-beda dan jangan berdekatan. Jikapun dalam satu ruangan ada beberapa sangkar, sebaiknya sangkar tersebut merupakan sangkar burung jenis lain, ini malah baik sekalian untuk menjadi pemaster bagi kicauan Murai Batu.
  • Jangan menggabungkan Murai Batu dalam satu sangkarIni merupakan kesalahan fatal jika ada penghobi yang menggabungkan beberapa Murai Batu dalam satu sangkar. Hal tersebut hanya boleh dilakukan jika hendak melakukan proses perkawinan pada Murai Batu saja. Selain hal itu, sangat dilarang. Bisa-bisa Murai Batu terlibat pertarungan dan perkelahian, sebagaimana naluri Murai Batu di alam liar yang ingin menunjukkan keperkasaannya sebagai burung juara.

Demikianlah beberapa tips yang perlu anda ketahui selaku penghobi yang memelihara Murai Batu lebih dari satu. Jangan sampai ketidaktahuan anda dalam memelihara banyak Murai Batu, justru akan berpengaruh buruk terhadap Murai-Murai Batu milik anda tersebut.

Oleh : Roma Doni

Sumber Referensi :
http://muraibatu.info/2014/10/tips-merawat-lebih-dari-satu-ekor-murai-batu/

http://muraibatu.link/2016/06/tips-memelihara-murai-batu-lebih-dari_satu/

Suara Murai Batu Anda Serak? Atasi Dengan Cara Ini

daun perahSuara serak burung biasanya disebabkan oleh adanya luka yang berlanjut dengan infeksi di kerongkongan. Kalau luka sudah bisa disembuhkan dengan antibiotik, biasanya burung masih serak karena banyak lendir di kerongkongan yang tidak keluar. Seringkali pula burung serak bukan karena adanya luka tetapi karena banyak lendir di kerongkongannya. Dalam hal ini, burung tetap terlihat segar bugar ditandai dengan makan lahap dan gerak lincah, tetapi suara serak, atau bahkan kadang terlihat megap-megap. Jika hal itu yang terjadi, kemungkinan besar kerongkongan burung Anda memang dipenuhi lendir ataupun ada sisa makanan menutup lubang hidung.

Coba lakukan langkah berikut:

  1. Periksa lubang hidung burung. Banyak di antara kita tidak menyadari bahwa ternyata lubang hidung burung kita tertutup kotoran, bisa berupa lendir yang mengering ataupun sisa makanan yang mengering (terutama pakan yang semula lembek seperti bubur sun untuk pakan burung srindit, atau juga buah pisang atau pepaya). Jika memang ada bagian yang tertutup, maka burung perlu segera dipegang dan Anda bersihkan lubang hidungnya. Lubang hidung yang tertutup menyebabkan suara burung tidak bisa los (banyak kosongnya) dan juga burung sering terlihat megap2 ataupun sekedar banyak membuka paruh.
  2. Jika lubang hidung tidak tersumbat, maka burung Anda perlu “diperah”. Perah di sini diambil dari nama daun jenis tumbuhan perdu yang bernama “perah” (atau sering disebut “lateng putih”).  Tumbuhan ini banyak dijumpai di halaman rumah ataupun di kebun-kebun/tegalan/ sawah. Daun ini biasanya untuk “memerah” merpati ataupun burung perkutut agar kerongkongannya terbebas dari lendir. Untuk memerah, ambil 5-7 daun perah, bersihkan, dan kemudian dilumat-lumat agar lembek (jangan sampai hancur). Setelah dilumat2, tetesi 4-5 tetes air bersih. Lumat2 lagi. Maka jika diperas, akan keluar air berwarna hijau, yakni air perasan daun perah. Air ini kemudian diteteskan ke mulut burung, masing2 3-4 tetes (Perhatikan cara memegang burung, jangan sampai terlepas tetapi jangan pula sampai tergencet (usahakan daun lateng yg masih segar, kalau daun lateng yang sudah kering tidak akan berpengaruh terhadap burung).
  3. Setelah ditetesi air perah, burung biasanya langsung “klenger” seperti sekarat dan mulut megap-megap.

Sembari terus dipegang, usahakan paruh burung berada di bawah dan ekor di bagian atas sehingga cairan kental yang mengalir dari mulut burung bisa lancar keluar. Biarkan kondisi ini sampai sekitar 10 menit. Kalau belum ada 10 menit burung sudah membuka mata sambil koar-koar, maka perlu ditetesi lagi 1-2 tetes air perahan daun perah.

Kalau ada lendir yang tidak juga menetes dari paruh burung, bantu untuk dikeluarkan dengan cara diurut-urut dengan jari (minta bantuan teman lain untuk melakukan “pemerahan”).

Setelah hal itu berlangsung selama sekitar 10 menit, semprot kemudian kedua mata burung sampai benar-benar bersih. Setelah itu, masukkan burung ke karamba.

Setelah masa pemerahan, biasanya burung terus mengibas-ngibaskan kepala/paruh dan mengeluarkan lendir yang belum keluar sebelumnya.

Kondisi ini bisa berlangsung selama 2-3 jam (bahkan ada yang sampai 2 hari kemudian masih sering mengibaskan kepala dan mengeluarkan ingus/lendir).

Setelah diperah, maka Anda akan menjumpai suara burung Anda lebih nyaring dan jernih dari sebelumnya.

Metode perah ini sudah saya cobakan untuk MB dan AK. Hasilnya memuaskan.

Untuk burung kecil seperti kenari, belum diuji cobakan karena belum ada yang bisa digunakan untuk eksperimen. (Kalau ada yang mencoba, takaran tetesnya hanya perlu 1-2 tetes).

PERHATIAN:

  1. Begitu burung ditetesi dengan perasan daun perah, jangan sekali-sekali dilepaskan ke kandang. Sebab, saat itu biasanya lendir langsung mengalir. Kalau posisi burung tidak menungging, lendir berisiko menutupi lubang pernafasan dan bisa mernyebabkan burung wassalam.
  2. Begitu ditetesi, Anda jangan kaget kalau burung Anda langsung lemas tak berkutik seperti burung yang sedang dijemput ajal dan hanya paruhnya membuka lebar dengan nafas tersengal2.
  3. Setelah terapi ini, burung jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung selama sehari.
  4. Perahan daun perah jangan sampai mengenai mata Anda kecuali Anda akan mengalami rasa pedih yang luar biasa di kelopak mata.

 Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung. Semoga bermanfat. (Sumber : omkicau.com)

Hati-Hati Meloloh Piyik MB Usia Di Bawah 5 Hari

 

Anakan MB Bing Tiong-3Persoalan meloloh piyik murai batu, sesungguhnya bukan masalah mudah dan sepele. Jika tidak memahami tekniknya, apalagi dilakukan secara serampangan, bisa saja mendatangkan kematian bagi sang piyik.

Breeder atau peternak yang belum cukup pengalaman, biasanya cenderung “bernafsu” saat meloloh atau memberi pakan kepada piyikan murai batu yang baru dipanen dari sarang. Apalagi bagi piyikan yang dipanen saat usia masih di bawah 5 hari; ini adalah moment yang sangat rentan karena piyikan di usia itu pada umumnya “rakus” terhadap makanan, terutama saat mendengar suara orang di sekitarnya. Dengan kata lain, piyikan di usia itu, kerap membuka paruh untuk meminta diloloh, baik dalam kondisi lapar maupun kenyang.

Untuk piyik yang diangkat sebelum usia 5 hari, penangkar sebaiknya meloloh piyik tersebut dijadwal setiap jam sekali. Hindari meloloh piyik secara sembarangan, sewaktu-waktu dan tanpa jadwal, meskipun piyik bersuara minta diloloh.  Sebelum meloloh, cari dan pilih kroto yang benar-benar bersih, tidak menguarkan aroma yang tidak sedap –yang mengindikasikan kroto tersebut basi.

Barangkali muncul pertanyaan, kenapa kuantitas meloloh musti dibatasi dan tertib jadwal satu jam sekali? Bukankah lebih banyak makanan yang masuk, kondisi piyik akan lebih sehat? Pertanyaan semacam itu memang logis. Tetapi perlu dipahami,  di saat usia masih di bawah 5 hari, pencernaan piyik masih labil dan rentan terhadap jumlah makanan yang masuk. Apabila terlalu kenyang, akibatnya akan sangat fatal dan piyik bisa mati kekenyangan. Karena itu hindari meloloh secara berlebihan. Cukup 4 hingga 6 suapan kroto bersih. Sebelum melolohkan ke paruh piyikan, sebaiknya kroto dicelup sebentar ke air matang yang hangat.

Di usia itu, sebenarnya bisa juga piyik diloloh dengan jangkrik. Namun perlu diperhatikan, jangkrik yang dipilih harus yang kecil dan lunak. Hilangkan kepalanya, dan pencet tubuh jangkrik agar lunak dan mudah dicerna oleh piyikan.

Apabila tidak ingin menanggung resiko, sebenarnya lebih baik memanen piyik dari sarang saat usia sudah di atas 5 hari tetapi jangan lebih dari 8 hari. Di usia itu, jenis makanan yang sudah bisa dilolohkan ke piyikan relatif lebih variatif. Selain kroto, piyik usia di atas 8 hari sudah bisa diberi vor basah, jangkrik kecil dan ulat hongkong yang berwarna putih. Jadwal pemberian pakannya pun tidak perlu lagi dipathok setiap satu jam sekali, tetapi bisa dilakukan sesering mungkin.

Semoga bermanfaat. Salam Breeding.