Lima Cara Penjodohan Murai Batu (Bagian-5)

Tehnik Penjodohan Metode “Mandi Bareng”

Ini adalah tulisan terakhir dari seri artikel “Lima Cara Penjodohan Murai Batu”, guna melengkapi empat tulisan sebelumnya yang sudah dipublis.
Penjodohan - Mandi Bareng

Sepengetahuan saya, tehnik ini jarang diterapkan (atau jangan-jangan malah nyaris tak pernah dicoba oleh penangkar lain) dalam melakukan proses penjodohan murai batu. Tehnik ini saya lakukan berangkat dari sekedar iseng dan coba-coba, tetapi ternyata hasilnya lumayan memuaskan. Pengalaman saya, dengan tehnik ini, emosi calon indukan lebih gampang dikontrol dan diredam. (more…)

Lima Cara Penjodohan Murai Batu (Bagian-4)

Tehnik Penjodohan Menggunakan “Kandang Khusus”

Melanjutkan tulisan sebelumnya, berikut adalah tehnik penjodohan murai batu melalui media “kandang khusus” yang sengaja dirancang untuk proses penjodohan.
IMG_8141
Kandang seperti ini dirancang menggunakan “jeruji penyekat” di tengahnya, sehingga bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan saat melakukan proses penjodohan.

Dibandingkan dengan tehnik lainnya, cara ini menurut saya paling praktis, paling efektif dan tidak terlalu membutuhkan banyak ruang. Relatif gampang menerapkannya dan hasilnya pun cukup memuaskan. (more…)

Lima Cara Penjodohan Murai Batu (Bagian – 3)

Tehnik Penjodohan “Betina di Dalam, Jantan di Luar”

Secara umum, tehnik penjodohan ini hampir sama dengan tehnik sebelumnya  (seperti sudah dibahas di Bagian-2) dan tidak ada perbedaan yang prinsip. Hanya dibalik saja penempatannya; induk betina yang berada di sangkar soliter, sedangkan induk jantan justru berada bebas di kandang besar penangkaran.
Penjodohan-5
Cara penjodohan seperti ini bukannya tanpa maksud. Apabila Anda memiliki induk jantan berekor panjang, tentu akan sayang kalau Si Jantan yang berada di sangkar soliter yang biasanya berdimensi kecil. Sayang jika ekornya rusak hanya karena kecilnya sangkar soliter. Dengan menerapkan tehnik ini, dijamin ekor induk jantan Anda tidak bakal rusak dan Anda pun bisa melanjutkan proses penjodohan calon mempelai kedua MB itu. (more…)

Lima Cara Penjodohan Murai Batu (Bagian – 1)

Tulisan ini adalah Tips & Trik penjodohan murai batu (selanjutnya disingkat MB) yang lazim dilakukan oleh para penangkar di Indonesia. Terdapat 5 cara atau tehnik penjodohan yang layak dicoba, khususnya bagi Anda yang baru memulai menangkarkan MB.

Saya tidak tahu pasti apakah di luar 5 cara ini ada tehnik lain yang pernah dilakukan; tetapi yang jelas, ke-5 cara ini sudah pernah saya praktekkan. Dan hasilnya? Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung model, kondisi kandang penangkaran yang kita miliki serta karakter pasangan MB yang akan kita jodohkan.

Tulisan ini saya pecah menjadi 5 bagian terpisah. Silahkan pilih sendiri Tips & Trik mana yang kira-kira cocok Anda terapkan untuk pasangan MB Anda. Semoga sharing ini bermanfaat…


Penjodohan Menggunakan Kandang Soliter
Proses penjodohan merupakan tahapan penting dalam menangkarkan MB. Boleh dibilang, penjodohan menjadi kunci sukses atau tidaknya pasangan MB bisa beranak-pinak di kemudian hari.

Belajar dari pengalaman –baik pengalaman pribadi maupun orang lain— MB gagal berproduksi salah satu penyebabnya adalah faktor penjodohan yang asal-asalan. Bahkan sering kita dengar, salah satu indukan mati (yang kerap terjadi adalah indukan betina) justru pada saat dilakukan penjodohan di kandang penangkaran. Insiden matinya indukan betina ini biasanya banyak dialami oleh penangkar pemula, yang secara emosional ingin pasangan MB-nya cepat-cepat berproduksi. Padahal, untuk melakukan penjodohan yang minus resiko terjadinya kematian salah satu indukan, ada kondisi-kondisi tertentu yang patut diperhatikan.

Penjodohan menggunakan kandang soliter adalah tehnik yang paling umum dan mungkin paling banyak dilakukan. Selain praktis dan mudah diterapkan, tehnik ini juga relatif aman dari resiko terjadinya luka-luka hingga kematian salah satu pasangan saat nanti keduanya disatukan dalam kandang penangkaran.
Penjodohan-10
(more…)

Mendongkrak Produktifitas dengan Ikan Cere

Anak Megatruh - 7 hari
Indukan betina pada umumnya biasa bertelur antara 2 hingga 3 butir dalam setiap periode produksi. Ada memang, indukan yang bisa bertelur hingga 4 bahkan 5 butir (silahkan tengok Blog milik Om David Dezouisa berikut ini).  Tetapi itu jarang terjadi dan barangkali hanya fenomena. Pertanyaannya, apakah jumlah telur bisa ditingkatkan? Lalu, dengan cara apa jumlah telur bisa didongkrak? (more…)

Cuaca Tak Menentu, Musuh Utama Trotolan

Cuaca yang tak menentu –sebentar panas, sebentar adem, dan tiba-tiba hujan disertai angin– bukan saja menyebabkan badan manusia meriang, tetapi juga memicu ketidakstabilan daya tahan trotolan murai batu.

  Cuaca seperti itu, sangat rentan bagi  kesehatan trotolan, terutama untuk usia antara 7 – 21 hari; mudah sekali menyebabkan trotolan sakit untuk kemudian mati.

Karena itu musti hati-hati merawat trotolan di saat-saat seperti ini, ketika cuaca kurang bersahabat. Lantas, untuk menghindari petaka itu, apa langkah antisipasinya?  (more…)