Lima Cara Penjodohan Murai Batu (Bagian – 3)

Tehnik Penjodohan “Betina di Dalam, Jantan di Luar”

Secara umum, tehnik penjodohan ini hampir sama dengan tehnik sebelumnya  (seperti sudah dibahas di Bagian-2) dan tidak ada perbedaan yang prinsip. Hanya dibalik saja penempatannya; induk betina yang berada di sangkar soliter, sedangkan induk jantan justru berada bebas di kandang besar penangkaran.
Penjodohan-5
Cara penjodohan seperti ini bukannya tanpa maksud. Apabila Anda memiliki induk jantan berekor panjang, tentu akan sayang kalau Si Jantan yang berada di sangkar soliter yang biasanya berdimensi kecil. Sayang jika ekornya rusak hanya karena kecilnya sangkar soliter. Dengan menerapkan tehnik ini, dijamin ekor induk jantan Anda tidak bakal rusak dan Anda pun bisa melanjutkan proses penjodohan calon mempelai kedua MB itu.
IMG_8148

IMG_8149

Tips Sukses Penjodohan dengan Cara “Betina di Dalam, Jantan di Luar”
• Masukkan terlebih dahulu kandang soliter yang sudah berisi induk betina ke dalam kandang penangkaran.
• Setelah itu masukkan induk jantan ke kandang penangkaran.
• Amati reaksi kedua indukan. Apakah jantan langsung berkicau sambil menempel di sangkar soliter induk betina, atau sebaliknya betina yang lebih agresif menabraki jeruji sangkar soliternya –seperti ingin keluar untuk menyerang si jantan.
• Dengan mengamati reaksi keduanya, Anda bisa memutuskan threatment apa yang perlu Anda lakukan.
• Jika jantan lebih banyak menempel di jeruji sangkar soliter betina dan seperti sangat bernafsu menyerang betina, berarti kondisi emosional Si jantan memang sedang tinggi. Untuk meredamnya, berikan porsi Ekstra Fooding (jangkrik, kroto, ulat hongkong) dengan takaran sepertiga dari jatah betina. Misalnya: beri betina 15 ekor jangkrik pagi, 15 ekor sore. Untuk jantan, cukup beri 5 – 5 pagi – sore.
• Lakukan threatment ini selama seminggu dan pantau perubahannya. Biasanya, dalam waktu seminggu itu emosi jantan sudah mereda.
• Jika keduanya sudah terlihat akur (antara lain ditandai dengan semakin seringnya kedua indukan saling berdekatan, jantan sudah tenang dan tidak kerap ngelabrak jeruji sangkar soliter betina, dan jantan sering nangkring di atas kandang soliter betina), maka Anda sudah bisa mencoba untuk melepaskan betina dari kandang soliternya.
• Hati-hati, moment ini adalah yang paling krusial. Meski kelihatannya sudah akur, belum tentu pasangan itu serta merta berjodoh. Ada kalanya jantan masih sangat bernafsu menyerang betina. Mengantisipasi hal itu, siapkan sprayer/semprotan air di dekat kandang. Begitu jantan mengejar-ngejar betina, semprot jantan hingga kuyup. Lakukan penyemprotan ini terus-menerus, sampai emosi Si Jantan benar-benar reda dan tidak terjadi lagi adegan kejar-kejaran.

Selamat mencoba, semoga sukses….
(bersambung ke Bagian-4)

Tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply