Tentang TORO BF & Saya

 Kandang TORO BF

 
Pada mulanya sekedar coba-coba, lama-lama menjadi aktivitas utama. Sungguh tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, di usia menjelang setengah abad ini, menangkarkan burung murai batu ternyata menjadi kesibukan saya yang utama sekaligus yang paling saya suka, dibanding jenis kesibukan-kesibukan saya sebelumnya. Tetapi jauh lebih penting dari itu semua, kesibukan ini benar-benar mendatangkan bahagia. Saya terus bertanya-tanya; jangan-jangan inilah passion saya, panggilan hati saya yang sesungguhnya.

Sebelum memutuskan untuk fokus menangkar murai batu, selama 14 tahun saya bekerja sebagai jurnalis di Liputan-6 SCTV.  Akhir 2008, saya berpamitan kepada institusi saya –institusi yang sudah banyak memberi pengalaman kehidupan itu—untuk menjajal dunia yang sama sekali berbeda.  Saya berpindah kuadran. Dunia broadcast dan penangkaran, seperti langit dan bumi. Gak nyambung. Jauh panggang dari api.

Tetapi itulah faktanya. Apa yang coba kita perjuangkan, kadang tidak selalu berbanding lurus dengan apa yang disodorkan oleh kehidupan. Dan di sinilah saya sekarang. Berkutat dengan segala macam persoalan seputar penangkaran.

Soal kecintaan terhadap burung, seingat saya, sudah ada benihnya sejak masa kanak-kanak.  Kecintaan semacam ini, rupanya tidak pernah lekang oleh waktu. Alih-alih luntur, kecintaan kepada burung itu malah semakin membuncah seiring bertambahnya usia.  Kepalang tanggung, daripada kecintaan itu hanya dirupakan dengan membeli untuk kemudian memeliharanya saja, kenapa tidak sekalian menangkarkannya?  Selain dapat memanifestasikan kecintaan terhadap murai batu, itung-itung juga turut melestarikannya, meskipun mungkin kecil saja peran itu. Bukankah keberadaan murai batu kini semakin langka di habitatnya? Jika upaya penangkaran itu tidak dimulai sekarang, yakinkah kita 5 atau 10 tahun mendatang keberadaan burung eksotis itu masih lestari di alam?

Berangkat dari pemikiran seperti itu, maka dengan niat yang kuat, Januari 2011 berdirilah cikal-bakal TORO Bird Farm.  Jangan dibayangkan ini sebuah farm yang besar.  Awalnya, farm ini hanya memiliki 2 kandang. Seiring berjalannya waktu, kini TORO Bird Farm telah memiliki 8 kandang yang diisi oleh 8 pasang indukan.

Sejak awal berdirinya, TORO Bird Farm tidak berpretensi menjadi farm yang besar secara kuantitas tetapi minim kualitas. Meski kecil, farm ini terus berupaya melahirkan produk-produk berkualitas. Selain itu, TORO Bird Farm (juga website ini) ingin menjadi semacam tempat belajar dan observasi bagi para calon peternak, atau siapa saja yang berminat belajar bersama, bertukar informasi dan berdiskusi dalam mendalami seluk-beluk penangkaran murai batu.

Siapa tahu, mimpi kecil ini kelak bisa turut berkontribusi menyelamatkan murai batu dari kepunahannya.

 
IMG_7276
 
Kandang Penangkaran 028
 
TORO Bird Farm
Kavling DKI Blok 151-A No.30
Meruya Selatan Jakarta Barat
Phone : 021-58905317
HP : 0818 755 400
PIN BB : 20F11FFC
Email : mail@pecintamuraibatu.com
koe66ds@yahoo.com
Situs : www.pecintamuraibatu.com
 

 

38 Responses to Tentang TORO BF & Saya

  1. joko bintaro says:

    slm kenal pak toro, sy mempunyai trotol murai hadiah dr teman, sy mau tanya, kalo pd trotol murai pd kulit paha kaki mengering tebal & lebar spt ketombe & ketika sy keletek kulit jd luka itu pertanda sakit apa ya pak? & bagaimana cara mengobatinya? trm ksh atas pencerahannya.

    • admin says:

      Salam kenal juga Mas Joko…
      Kebetulan saya belum pernah mengalami kasus seperti yang menimpa trotolan Mas Joko. Tapi, kalau di kaki trotolan ada semacam benjolan yang mengering, saya biasa mengolesinya pakai minyak tawon atau salep 88. Mohon maaf jika kurang berkenan.

  2. joko bintaro says:

    Terima kasih atas informasinya. Semoga penangkaran murai batu pak Toro sukses selalu. Ohya pak, kalo trotolan jantan/betina dari penangkaran pak Toro kisaran harga brp ya pak? Trm ksh.

  3. admin says:

    Terimakasih atas doa Mas Joko. Trotolan jantan umur antara 1,5 – 2 bulan (sudah makan vor sendiri) biasa saya lepas pada kisaran harga 1,5 – 1,7 juta. Untuk trotolan betina 500 ribu. Kalau Mas Joko tinggal di seputaran Jakarta, dan ada waktu luang, silahkan saja mampir ke gubug saya untuk lihat-lihat indukan di farm saya, sembari bersilaturahmi sambil ngupi-ngupi….. hehehe…..

  4. joko bintaro says:

    InsyaAlloh pak, sy pasti akan berkunjung ke farm bpk, krn sy jg tertarik sekali utk belajar bagaimana beternak murai yg baik & benar dr bapak. Kalau bpk berkenan boleh sy minta no hp bpk utk konform ke bpk. Trm ksh.

  5. joko bintaro says:

    Maaf pak, sy kurang teliti. InsyaAlloh nanti bila ada kesempatan sy akan kontak bpk & berkunjung ke farm bpk. Sukses sll buat bpk! Trm kasih.

  6. Homepage says:

    Respect to author , some excellent details . 705314

  7. sudi santoso says:

    pak, saya mau tau kandangnya harga berapa satu kandang

    • admin says:

      Pesan di Pak Sugeng Bekasi. Ini nomer yang bisa dihubungi : 081808299555. Untuk harga silahkan kontak langsung ke Pak Sugeng. Setahu saya harga bervariasi tergantung bahan, ukuran dan detail kandang. 1,5 tahun lalu, saya pesan per kandangnya sekitar 800 ribuan dengan ukuran 90 x 90 x 180 (P x L x T). Harga sekarang saya kurang tahu. Yang jelas, harga kandang dipengaruhi juga oleh naik-turunnya harga bahan bakunya.

  8. sudi santoso says:

    Trim’s atas infonya, cuma saya mau tanya lagi nich, saya punya pasangan murai dah saya jadi satu kandang ternak, kayaknya jodoh alias gak berkelahi,sdh sering msk kotak sarang dua2nya tpi smpi sekarang belum mau bertelur, gmana nih pak Admin tolong dong di kasih resepnya atau apa kendalanya, sudah berjalan kurang lebih sebulan

    • admin says:

      Sebenarnya, saat jantan sering masuk kotak sarang, itu adalah tanda-tanda awal pasangan murai akan kawin untuk selanjutnya membuat sarang dan bertelur. Jika prilaku pasangan sudah seperti yang Pak Sudi ceritakan, biasanya di alas kandang saya sebari bahan sarang –saya biasa pakai daun cemara kering– dan di dalam kotak sarang juga kita beri bahan sarang secukupnya sebagai “pemancing” agar betina cepat unjal atau membuat sarang. Jika langkah-langkah itu sudah ditempuh, tetapi betina belum juga bertelur, menurut perkiraan saya kemungkinannya adalah:
      1). Salah satu dari pasangan itu belum matang kelamin. Artinya, salah satu di antara jantan atau betinanya belum cukup umur untuk kawin, meskipun keduanya sudah berjodoh (pada umumnya jantan siap kawin usia di atas 2 tahun, usia betina biasanya 8 bulan untuk hasil ternakan dan 1 tahun untuk murai tangkapan hutan);
      2). Salah satu dari pasangan itu belum cukup birahinya;
      3). Betina kurang nyaman dengan kotak sarang yang kita sediakan. Untuk kasus seperti ini, saya biasa memberi alternatif dengan meletakkan 2 kotak sarang di dalam kandang, sehingga betina bebas memilih kotak sarang mana yang disukai.

      Demikian Pak sekedar sharing. Mohon koreksinya…..

  9. hartono says:

    Salut buat pak Toro yang dengan senang hati telah berbagi pengalaman dan ilmunya dalam hal breeding Murai Batu, semoga terus maju..

    • admin says:

      Terimakasih Pak Hartono atas atensinya. Saya juga masih dalam taraf belajar, makanya saya sungguh senang jika ada teman-teman kicaumania, khususnya para pecinta murai batu, yang sudi berbagi dan sharing pengalaman di web ini.

    • admin says:

      Terimakasih Pak Hartono atas atensinya. Saya juga masih dalam taraf belajar. Saya sungguh senang apabila ada teman-teman (peternak maupun calon peternak) yang sudi share dan berbagi pengalaman di wadah ini.

  10. taufiq says:

    pak kira2 MB yg sdh jodoh dan produksi brp harganya?

    • admin says:

      Mohon maaf Mas Taufiq, saya tidak menyediakan MB yang sudah jodoh dan sudah produksi. Selama ini, yang saya lepas ke konsumen cuma trotolan. Tapi sekedar sebagai gambaran, harga sepasang MB yng sudah jodoh dan apalagi sudah berproduksi, harganya sangat relatif. Setahu saya, sepasang MB yang sudah jodoh paling murah di kisaran 5 juta. Untuk yang sudah berproduksi, harganya bisa jauh lebih mahal lagi, tergantung kualitas dan seberapa produktifnya pasangan MB itu.

  11. mulyono says:

    apakah kandang harus di tempat yang sepi,Pak?

    • admin says:

      Saya kira jika memungkinkan sepertinya memang lebih bagus kalau posisi kandang di tempat yang relatif sepi. Tetapi di peternakan saya sebaliknya Pak….. Posisi kandang di halaman depan rumah dan setiap saat dilewati orang lalu-lalang. Malah, banyak teman-teman yang agak heran saat melihat kandang saya, karena di sekitar kandang banyak kucing kampung yang main-main dan berseliweran. Tapi tapi mungkin sudah terbiasa, Alhamdulillah indukan murai batu tidak terganggu dan tetap mau produksi.

  12. topan kuncoro says:

    salam kenal mas toro….saya mau tanya ne mas? mudah2 dijawabne?saya coba ternak murai ,untuk pertama kali(perdana) da nelor 1,pas telor jumlah yg 2,,ehhhh malah telor dimakan sama indukan,ndak tau yg makan jantan pa betina,,,lemas deh.10 hari kemudian nelor lagi tapi pas nelur 1jantan saya pisah tujuannya induk mana yg makan telur sendiri ,besoknya telur jumlah 2.tapi pas telur kedua dimakan sama betina,,,,jadi betinanya hanya mengeram 1telur aja!pertanyaanya mengapa betinanya mau makan telur sendiri ya mas,,dan hanya 1 telor yg di angkremi?ne lagi angkrem mudah 2 netes mas tanggal 3-8-2012

    • admin says:

      Ada beberapa kemungkinan induk makan telur :

      1. Kemungkinan induk kurang asupan kalsium, sehingga induk memakan telur beserta cangkangnya. Solusinya: coba dikasih tulang sotong. Saya biasa ngasih tulang sotong dengan cara menghaluskannya, kemudian ditaburkan di atas kroto.

      2. Kemungkinan di dalam atau di sekitr kandang ada predator seperti kucing, tikus, kodok, cicak, kadal atau semut, sehingga induk merasa terganggu dan tidak mau mengerami telur malah membuang atau memakannya.

      3. Suasana di dalam kotak sarang kurang nyaman; misalnya terlalu panas. Ini juga bisa menjadi penyebab indukan ogah mengeram dan membuang atau memakan telurnya.

      Demikian, semoga membantu. Dan mohon maaf jika kurang berkenan.

  13. Taufik says:

    waaahhh… jadi kepingin liat2 trotolannya ditempat mas toro neh neh, kebetulan ndak jauh dr rumah saya, kira2 klo mo main2 bisa hari apa aja ya mas…???

    • admin says:

      Silahkan datang main-main ke gubug saya Mas Taufik. Kita bisa ngobrol sambil ngupi-ngupi di depan kandang ternak, sambil dengerin ocehan murai batu sekalian silaturahim. Hehehe…. Emang Mas Taufik posisi di mana?

  14. mulyono says:

    kalo kroto dan jangkrik beli di pasar apa masih untung, Pak? makasih infonya

    • admin says:

      Itung-itungan secara ekonomi, Insya Allah masih untung Pak. Di farm saya, untuk 8 kandang membutuhkan jangkrik 10 karung (harga per karung Rp. 30.000,-) setiap bulan. Jadi untuk konsumsi jangkrik, budgernya sekitar 300 ribu per bulan. Kroto sekitar 2 kilogram per bulan (harga kroto lumayan bagus, di Jakarta kisaran 150 ribu per kilogram). Jadi sebulan juga membutuhkan budget sekitar 300 ribu untuk kroto. Cacing, ulet hongkong dan sejumlah EF lain sebagai pelengkap, taruhlah kira-kira sekitar 150 per bulan. Jadi total untuk biaya pakan bagi 8 kandang sekitar 750 ribu sebulan. Jika dalam sebulan kita bisa melepas 6 trotolan saja ke konsumen (dengan asumsi harga trotolan jantan 1,5 juta per ekor), sebulan kita bisa meraup omset sekitar 9 juta. Pak Mulyono bisa menghitung sendiri berapa pendapatan bersihnya. Semoga membantu….

  15. mulyono says:

    mohon info pola pemberian pakan Pak.Makasih

    • admin says:

      Saya menerapkan pola pemberian makan 3 kali sehari. Tapi ada juga peternak yang menerapkan pola pemberian makan 2 kali sehari, malah ada yang cuma sehari sekali. Yang saya terapkan, polanya seperti ini :

      Pagi : jangkrik 15 ekor, ulet hongkong 10 ekor, kroto 2 sendok makan.
      Siang : Jangkrik 20 ekor, cacing 4 ekor.
      Sore : Jangkrik 15 ekor.

      Setiap 2 hari sekali, saya biasa menambahkan ikan cere/gupi atau udang kecil sebanyak 4 hingga 6 ekor untuk sepasang indukan.

      Bila betina sudah bertelur dan mulai mengeram, porsi EF saya kurangi menjadi :

      Pagi : 10 ekor jangkrik, 2 sendok kroto, tanpa ulet hongkong.
      Siang : 10 ekor jangkrik, cacing 4 ekor setiap 2 hari sekali.
      sore : 10 ekor jangkrik.

      Pengurangan porsi EF saat indukan mengeram ini, dimaksudkan agar jantan tidak terlalu birahi agar tidak mengganggu proses pengeraman betina.
      Saat telur sudah menetas, porsi EF dikembalikan pada posisi semula, bahkan kadang malah ditambah agar ketersediaan pakan untuk anakan tidak berkekurangan.

      Demikian, semoga membantu. Dan mohon koreksinya….

  16. Suro_Demak says:

    Slmt mlm Pak Toro!
    Semoga usahanya tambah lancar.
    Mohon info untuk trotol jantan yg sdh mkn voer harga sekitar berapa y?
    Trims

    • admin says:

      Trotolan jantan yang sudah makan vor (umur sekitar 2 bulanan) biasa saya lepas 1,6 juta. Tapi maaf Mas Suro, untuk saat ini belum ada lagi trotolan yang ready stock, karena yang ada sekarang sudah pesanan orang.

  17. haryanto cldg says:

    asalamualaikum P Toro saya mau nanya apa skrng stok anakan Mb yg umur 1-2 bln, trmksh,wasalam….

    • admin says:

      Anakan yang ready stock tidak ada Pak. Terus terang saya tidak pernah bisa menyediakan anakan ready stock, karena selalu sudah diinden oleh penggemar, sehingga saat aakan umur sekitar 1,5 – 2 bulan sudah diambil oleh para pemesan.

  18. Dans says:

    Selamat mlm pak Toro,,
    Sy mau tanya,,bgaimana membedakan antara murai medan ekor panjang yg masih trotol dengan murai sumatra ekor sedang jika masih trotol??…
    Demikian,,ditunggu jwbannya..terima kasih.

    • admin says:

      Mas Dans,
      Terus terang kalau kondisi burung masih trotol, akan sangat sulit membedakannya apakah burung tersebut kelak akan berekor panjang atau sedang. Salah satu cara yang paling mungkin adalah dengan mengetahui langsung indukannya (kalau trotolan itu hasil penangkaran). Jika indukannya berekor panjang, ada kemungkinan secara fisiologis anakannya akan menurun dari indukannya.

  19. hartono says:

    Sekedar masukan pak Toro, kandang yang bapak punya bagus,tapi perlu diantisipasi ketika membuka pintu besar cukup berbahaya. Ada kemungkinan burung lolos saat kita membuka pintu . Saya pernah punya pengalaman betina saya molos, tapi Alhamdulillah bisa kepegang kembali , teman juga punya pengalaman sama, karena kandang diluar rumah sehinga burungnya yang lepas,bablas tidak kembali.

    • admin says:

      Terimakasih masukannya Pak Hartono. Benar pendapat bapak soal adanya kemungkinan indukan bisa lolos dari “pintu besar” saat kita membuka pintu tersebut. Ini bisa terjadi jika kita tidak berhati-hati saat membuka pintu itu. Tapi alhamdulillah, sampai saat ini saya belum pernah mengalaminya. Intinya, saat kita mau membuka pintu, pastikan indukan berada di tangkringan paling atas, dan jangan sekali-sekali membuka pintu saat indukan ada di dasar kandang.

      Menurut saya, keberadaan “pintu besar” seperti kandang model ini sangat penting; misalnya saat kita memasukkan kandang kecil dalam proses penjodohan; saat kita ingin “menjebak” indukan untuk kepentingan pemisahan; saat kita ingin menjaring atau “menangkap paksa” salah satu indukan; saat kita ingin mengeluar-masukkan asesoris kandang seperti tanaman hidup, batu-batuan, pasir, bak mandi, dll.

  20. Slamet says:

    Pak Toro, appreciate untuk Bpk yang sudi berbagi ilmu… Untuk indukan, apakah dari murai batu medan ? apakah indukan juga pernah berpresatsi ? Kalau ada waktu izinkan saya mampir ke tempat bapak.. Semoga penangkaran Bapak tambah maju dan sukses. Salam hormat.

    • admin says:

      Terimakasih Pak Slamet.
      Untuk indukan, yang jelas semuanya murai asal Sumatra, karena saat ditrek dengan murai lain dada tidak mengembung seperti halnya karakter murai Kalimantan alias murai Borneo. Tidak semua indukan merupakan burung berprestasi. Dari 8 indukan jantan yang saya punya, hanya 3 indukan saja yang pernah berprestasi di tingkat latber. Selebihnya adalah indukan biasa-biasa saja yang tidak pernah dibawa-bawa ke lapangan. Silahkan mampir, dengan senang hati pintu terbuka untuk Pak Slamet juga teman-teman lain yang ingin sharing soal pnangkaran MB.

Leave a Reply