Betina Super

Betina Super-01

Di kalangan para muraimania, dikenal sejumlah sebutan atau atribut untuk menunjuk kepada burung murai batu yang dianggap unggulan. Misalnya: murai batu Lampung Super untuk menyebut murai batu asal Lampung yang memiliki ekor panjang. Di pasaran, murai batu Lampung umumnya memang rata-rata memiliki ekor lebih pendek dibandingkan misalnya dengan murai batu Medan. Karena ekornya yang lebih panjang dibandingkan murai batu Lampung pada umumnya, maka secara salah-kaprah murai seperti itu –khususnya oleh para pedagang– disebut murai batu Lampung Super.

Ada juga atribut murai batu Medan Super, untuk menyebut murai batu Medan yang memiliki badan bongsor dan ekor panjang di atas rata-rata murai batu Medan pada umumnya. Penyebutan atribut seperti itu sesungguhnya masih debateble dan sulit dicarikan rujukannya. Diduga kuat, penyematan atribut itu hanya bikinan para pedagang untuk sekedar menaikkan nilai jual. Karena sudah salah-kaprah, para muraimania pun ikut-ikutan mengamininya.

Artikel ini tidak berpretensi mengupas soal murai batu Lampung Super & Medan Super, tetapi sebagaimana judulnya akan mencoba membahas murai batu Betina Super. “Super” dalam konteks ini, tentu hanya terkait dengan masalah penangkaran, bukan yang lainnya.

MB-7 Bird2_60crop_p (1)

Seperti apa patokan dan ciri-cirinya sehingga disebut murai batu Betina Super, barangkali setiap penangkar akan berbeda mendefinisikannya. Mungkin ada yang berpendapat, betina super adalah betina yang memiliki postur tubuh relatif besar; betina yang punya gaya ngeplay layaknya murai batu jantan; betina keturunan dari induk jantan jawara; atau bisa juga betina yang memiliki banyak variasi isian, dan lain sebagainya. Definisi seperti itu sah-sah saja dan tidak ada yang salah.

Tetapi berdasarkan pengalaman pribadi, juga pengalaman beberapa rekan penangkar– betina super adalah betina yang memiliki bulu dominan abu-abu atau hitam kusam, bukan betina dengan warna bulu dominan hitam pekat seperti layaknya murai batu jantan. Karena untuk kepentingan penangkaran, maka definisi murai batu betina super dalam konteks ini adalah: betina yang sangat produktif dan pintar mengasuh anak setelah menetaskan.

Salah satu contoh adalah betina pasangan jantan bernama “Megatruh” di penangkaran Toro BF berikut ini. Betina ini dalam setahun bisa berproduksi 14 kali penetasan, dengan jumlah anakan bervariasi antara 2 hingga 4 ekor setiap periode tetasan.

Indukan Megatruh-01

Betina ini, selain produktif dan pintar mengasuh anak, juga gampang dijodohkan serta tidak pilih-pilih pejantan pasangannya. Ada yang menyebut betina seperti ini sebagai “Babon Cetak”. Artinya kurang lebih: dipasangkan dengan jantan mana pun, karakter anakan-anakannya akan banyak menurun dari induk jantannya tersebut.

Sedangkan betina-betina yang cenderung “tomboy” dengan warna bulu hitam pekat, berdasarkan pengalaman memang kadang agak rewel saat dijodohkan, tidak terlalu produktif dan kurang pintar mengasuh anak.

Demikian sekedar sharing pengalaman, yang sangat mungkin berbeda pula dengan pengalaman penangkar-penangkar lain. Semoga bermanfaat…

Salam Breeding

(sumber Foto: www.justbird.org, Knobby D. Holme, www.bananas.org)

Murai Batu Janganlah Punah

Murai Batu Betina -- Foto: Ang H.Y @2010

Terus bertumbuhnya jumlah penggemar burung kicauan, ditambah semakin maraknya¬† event-event lomba burung¬† –yang booming dalam kurun waktu 5 tahun terakhir– menyebabkan terjadinya penangkapan besar-besaran atas beragam jenis burung liar di alam, tak terkecuali burung Murai Batu (Copychus Malabaricus).

Malah, burung eksotis dengan ciri khas ekornya yang panjang dan nyanyiannya yang variatif ini, belakangan telah menjadi primadona di ajang lomba maupun sekedar untuk klangenan di rumah-rumah. (more…)