Suara Murai Batu Anda Serak? Atasi Dengan Cara Ini

daun perahSuara serak burung biasanya disebabkan oleh adanya luka yang berlanjut dengan infeksi di kerongkongan. Kalau luka sudah bisa disembuhkan dengan antibiotik, biasanya burung masih serak karena banyak lendir di kerongkongan yang tidak keluar. Seringkali pula burung serak bukan karena adanya luka tetapi karena banyak lendir di kerongkongannya. Dalam hal ini, burung tetap terlihat segar bugar ditandai dengan makan lahap dan gerak lincah, tetapi suara serak, atau bahkan kadang terlihat megap-megap. Jika hal itu yang terjadi, kemungkinan besar kerongkongan burung Anda memang dipenuhi lendir ataupun ada sisa makanan menutup lubang hidung.

Coba lakukan langkah berikut:

  1. Periksa lubang hidung burung. Banyak di antara kita tidak menyadari bahwa ternyata lubang hidung burung kita tertutup kotoran, bisa berupa lendir yang mengering ataupun sisa makanan yang mengering (terutama pakan yang semula lembek seperti bubur sun untuk pakan burung srindit, atau juga buah pisang atau pepaya). Jika memang ada bagian yang tertutup, maka burung perlu segera dipegang dan Anda bersihkan lubang hidungnya. Lubang hidung yang tertutup menyebabkan suara burung tidak bisa los (banyak kosongnya) dan juga burung sering terlihat megap2 ataupun sekedar banyak membuka paruh.
  2. Jika lubang hidung tidak tersumbat, maka burung Anda perlu “diperah”. Perah di sini diambil dari nama daun jenis tumbuhan perdu yang bernama “perah” (atau sering disebut “lateng putih”).  Tumbuhan ini banyak dijumpai di halaman rumah ataupun di kebun-kebun/tegalan/ sawah. Daun ini biasanya untuk “memerah” merpati ataupun burung perkutut agar kerongkongannya terbebas dari lendir. Untuk memerah, ambil 5-7 daun perah, bersihkan, dan kemudian dilumat-lumat agar lembek (jangan sampai hancur). Setelah dilumat2, tetesi 4-5 tetes air bersih. Lumat2 lagi. Maka jika diperas, akan keluar air berwarna hijau, yakni air perasan daun perah. Air ini kemudian diteteskan ke mulut burung, masing2 3-4 tetes (Perhatikan cara memegang burung, jangan sampai terlepas tetapi jangan pula sampai tergencet (usahakan daun lateng yg masih segar, kalau daun lateng yang sudah kering tidak akan berpengaruh terhadap burung).
  3. Setelah ditetesi air perah, burung biasanya langsung “klenger” seperti sekarat dan mulut megap-megap.

Sembari terus dipegang, usahakan paruh burung berada di bawah dan ekor di bagian atas sehingga cairan kental yang mengalir dari mulut burung bisa lancar keluar. Biarkan kondisi ini sampai sekitar 10 menit. Kalau belum ada 10 menit burung sudah membuka mata sambil koar-koar, maka perlu ditetesi lagi 1-2 tetes air perahan daun perah.

Kalau ada lendir yang tidak juga menetes dari paruh burung, bantu untuk dikeluarkan dengan cara diurut-urut dengan jari (minta bantuan teman lain untuk melakukan “pemerahan”).

Setelah hal itu berlangsung selama sekitar 10 menit, semprot kemudian kedua mata burung sampai benar-benar bersih. Setelah itu, masukkan burung ke karamba.

Setelah masa pemerahan, biasanya burung terus mengibas-ngibaskan kepala/paruh dan mengeluarkan lendir yang belum keluar sebelumnya.

Kondisi ini bisa berlangsung selama 2-3 jam (bahkan ada yang sampai 2 hari kemudian masih sering mengibaskan kepala dan mengeluarkan ingus/lendir).

Setelah diperah, maka Anda akan menjumpai suara burung Anda lebih nyaring dan jernih dari sebelumnya.

Metode perah ini sudah saya cobakan untuk MB dan AK. Hasilnya memuaskan.

Untuk burung kecil seperti kenari, belum diuji cobakan karena belum ada yang bisa digunakan untuk eksperimen. (Kalau ada yang mencoba, takaran tetesnya hanya perlu 1-2 tetes).

PERHATIAN:

  1. Begitu burung ditetesi dengan perasan daun perah, jangan sekali-sekali dilepaskan ke kandang. Sebab, saat itu biasanya lendir langsung mengalir. Kalau posisi burung tidak menungging, lendir berisiko menutupi lubang pernafasan dan bisa mernyebabkan burung wassalam.
  2. Begitu ditetesi, Anda jangan kaget kalau burung Anda langsung lemas tak berkutik seperti burung yang sedang dijemput ajal dan hanya paruhnya membuka lebar dengan nafas tersengal2.
  3. Setelah terapi ini, burung jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung selama sehari.
  4. Perahan daun perah jangan sampai mengenai mata Anda kecuali Anda akan mengalami rasa pedih yang luar biasa di kelopak mata.

 Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung. Semoga bermanfat. (Sumber : omkicau.com)

Hati-Hati Meloloh Piyik MB Usia Di Bawah 5 Hari

 

Anakan MB Bing Tiong-3Persoalan meloloh piyik murai batu, sesungguhnya bukan masalah mudah dan sepele. Jika tidak memahami tekniknya, apalagi dilakukan secara serampangan, bisa saja mendatangkan kematian bagi sang piyik.

Breeder atau peternak yang belum cukup pengalaman, biasanya cenderung “bernafsu” saat meloloh atau memberi pakan kepada piyikan murai batu yang baru dipanen dari sarang. Apalagi bagi piyikan yang dipanen saat usia masih di bawah 5 hari; ini adalah moment yang sangat rentan karena piyikan di usia itu pada umumnya “rakus” terhadap makanan, terutama saat mendengar suara orang di sekitarnya. Dengan kata lain, piyikan di usia itu, kerap membuka paruh untuk meminta diloloh, baik dalam kondisi lapar maupun kenyang.

Untuk piyik yang diangkat sebelum usia 5 hari, penangkar sebaiknya meloloh piyik tersebut dijadwal setiap jam sekali. Hindari meloloh piyik secara sembarangan, sewaktu-waktu dan tanpa jadwal, meskipun piyik bersuara minta diloloh.  Sebelum meloloh, cari dan pilih kroto yang benar-benar bersih, tidak menguarkan aroma yang tidak sedap –yang mengindikasikan kroto tersebut basi.

Barangkali muncul pertanyaan, kenapa kuantitas meloloh musti dibatasi dan tertib jadwal satu jam sekali? Bukankah lebih banyak makanan yang masuk, kondisi piyik akan lebih sehat? Pertanyaan semacam itu memang logis. Tetapi perlu dipahami,  di saat usia masih di bawah 5 hari, pencernaan piyik masih labil dan rentan terhadap jumlah makanan yang masuk. Apabila terlalu kenyang, akibatnya akan sangat fatal dan piyik bisa mati kekenyangan. Karena itu hindari meloloh secara berlebihan. Cukup 4 hingga 6 suapan kroto bersih. Sebelum melolohkan ke paruh piyikan, sebaiknya kroto dicelup sebentar ke air matang yang hangat.

Di usia itu, sebenarnya bisa juga piyik diloloh dengan jangkrik. Namun perlu diperhatikan, jangkrik yang dipilih harus yang kecil dan lunak. Hilangkan kepalanya, dan pencet tubuh jangkrik agar lunak dan mudah dicerna oleh piyikan.

Apabila tidak ingin menanggung resiko, sebenarnya lebih baik memanen piyik dari sarang saat usia sudah di atas 5 hari tetapi jangan lebih dari 8 hari. Di usia itu, jenis makanan yang sudah bisa dilolohkan ke piyikan relatif lebih variatif. Selain kroto, piyik usia di atas 8 hari sudah bisa diberi vor basah, jangkrik kecil dan ulat hongkong yang berwarna putih. Jadwal pemberian pakannya pun tidak perlu lagi dipathok setiap satu jam sekali, tetapi bisa dilakukan sesering mungkin.

Semoga bermanfaat. Salam Breeding.

 

 

Murai Batu Yang Kegemukan Dapat Berdampak Buruk

MB-Kencana-BnR

 

MB-Kencana-BnRPernahkah Anda mendapati tubuh Murai Batu terlihat lebih gemuk dari sebelumnya? Jika iya, Anda harus menangani permasalahan itu. Kegemukan pada Murai Batu ternyata membawa kepada keadaan yang tidak baik. Sama halnya seperti kegemukan (obesitas) yang terjadi pada manusia. Kegemukan berpotensi besar terserang penyakit. Beberapa penyakit yang umumnya sering menyerang burung kicauan dengan berat tubuh berlebih, di antaranya adalah :

 

Penyakit Hati (Lepatic lipidosis)

Ini karena, kegemukan pada burung didorong oleh meningkatnya jumlah lemak dalam tubuhnya. Lemak yang berlebih, apalagi yang berada di sekitar organ hati, akan menurunkan kinerja hati. Jika terus berlanjut, keadaan ini bisa mengakibatkan pendarahan dan permasalahan dalam organ hatinya.

Menjadi malas dan tidak lincah

Disebabkan, bobot tubuhnya tidak diiringi dengan tenaga yang meningkat. Kegemukan menyebabkan burung gampang merasa lapar. Ia akan terus makan dan makan untuk memenuhi kebutuhan kalori yang meningkat. Di saat kekenyangan, burung akan enggan untuk bergerak, Ia lebih memilih berdiam diri di sangkar dan beristirahat. Tingkah laku ini dapat berlanjut dan menjadi kebiasaan bagi burung dan lebih parahnya burung tidak mau berbunyi/ menjadi bisu.

Reproduksi yang bermasalah

Kegemukan juga mempengaruhi nalurinya berkembangbiak. Faktornya adalah akibat naluri birahi yang menurun, sebagian besar menyerang indukan betina. Jikapun telah terjadi pembuahan dalam dirinya, dan memasuki tingkat pembentukan telur. Kegemukan membuat burung rentan terserang egg binding (telur lengket/terjepit), dan tentu akan menyulitkannya untuk mengeluarkan telur bagi indukan betina.

Fenomena kegemukan yang terjadi bagi burung kicauan, dalam hal ini Murai Batu, tidak selalu terjadi begitu saja. Coba ingat-ingat sebelumnya, adakah perubahan pola pakan yang berlebihan Anda berikan pada Murai Batu dari biasanya. Atau coba cari tau, jika Anda membeli Murai Batu dari pasar, apakah Murai Batu tersebut hasil penangkaran atau Murai batu liar yang diperoleh dari penangkapan di hutan.

Asal muasal Murai Batu perlu untuk diketahui, agar Anda bisa lebih menyesuaikan jenis pakannya. Karena Murai Hutan terbiasa dengan pakan alami seperti jangkrik, belalang, ulat. Dan apabila ketika bersama Anda tiba-tiba langsung Anda beri pakan olahan seperti voer, jelas inilah yang menjadi penyebabnya. Namun terkadang, kegemukan yang terjadi pada Murai Batu bisa karena keadaan Murai Batu itu sendiri. Misalnya, pada saat Murai Batu mengalami masa mabung. Di saat seperti ini Murai batu akan mengurangi aktivitasnya, jadi aktivitas yang dikerjakannya hanya makan dan makan.

Apabila Murai Batu Anda menunjukkan gejala kegemukan, atau malah sudah tergolong gemuk. Beberapa cara di bawah ini dapat anda terapkan guna mengatasi permasalahan itu.

Penjemuran : Salah satu dampak positif dilakukan penjemuran adalah mencegah terjadi kegemukan. Penjemuran ini sebenarnya bukan cara utama membakar kalori, tetapi lebih kepada mengurangi nafsu makannya. Coba perhatikan, penjemuran akan membuat Murai Batu banyak minum. Pengaruh sinar cahaya matahari meredakan nafsu makan yang tinggi.

Pemandian : Cara ini juga ampuh mengatasi kegemukan Murai Batu. Pancing Murai Batu untuk banyak mandi. Setelah dilakukan penjemuran nafsu Murai Batu untuk mandi biasanya tinggi. Mandi dalam hal ini untuk membakar lemak dari gerakan-gerakan atau aktivitas pemandian yang ia lakukan.

Perhatikan jenis pakan : Ketika kegemukan melanda, hindari Murai Batu diberi pakan yang mengandung karbohidrat. Pakan olahan seperti voer juga jangan. Pakan yang baik merupakan pakan alami berupa serangga kesukaannya.

Latihan Murai Batu : Sesekali tidak ada salahnya anda terapkan kandang umbaran bagi atasi Murai Batu yang gemuk. Dalam kandang umbaran Murai Batu lebih leluasa untuk bergerak, terbang atau meloncat sana kemari, sekalian latihan untuk membakar lemaknya, ketimbang dalam sangkar yang notabene sempit. Tapi harus diingat, pengalaman dari penghobi, penerapan kandang umbaran mempunyai dampak negatif terhadap kualitas kicauan burung jadi rusak. Oleh karena itu, tidak disarankan dilakukan secara sering. Semoga bermanfaat. (Sumber : masterburungkicau.com)

Jangan Maniak Kroto Untuk MB Anda, Karena Telur Pun Bisa Jadi Gantinya

jawarakicau

 

jawarakicauSebagian besar pemilik murai batu memberikan kroto, baik sebagai pakan tambahan (extra fooding) untuk burung yang biasa makan voer, maupun sebagai pakan utama untuk  burung yang tidak pernah makan voer seperti murai batu Panglima milik Om Yongka dari Jambi. Pada musim hujan seperti saat ini, kicaumania di beberapa daerah kian sulit mendapatkan kroto yang benar-benar berkualitas. Sebagai pengganti kroto, baik sementara maupun permanen, Anda bisa memanfaatkan telur untuk pakan murai batu dalam beberapa variasi.

Jika kita mau membicarakan perawatan murai batu secara global, maka budaya memberikan kroto untuk murai batu boleh dikatakan khas Indonesia. Di beberapa negara Asia Tenggara pun, sebenarnya tidak banyak kicaumania yang memberi kroto untuk murai batu. Mereka lebih mengandalkan voer, ulat hongkong, jangkrik, ikan-ikan kecil, serta multivitamin dan multimineral.

Belakangan, beberapa muraimania di Malaysia dan Singapura memberikan kroto, karena meniru apa yang dilakukan sobat kicaumania di Indonesia. Ini bisa disimak dalam beberapa forum burung kicauan di kedua negara tersebut. Adapun penggemar murai batu di Eropa dan Amerika, yang jumlahnya terus bertambah, sangat jarang memberikan kroto kepada murai batunya. Jadi, ketika kroto kita tinggalkan untuk sementara (akibat kelangkaan pasar) maupun permanen, sebenarnya tidak menjadi masalah besar.

Dalam kasus yang “lebih kecil”, Om Syamsul Saputro dari SKL Bird Farm juga tak menggunakan kroto selama murai batu mabung. Toh tidak ada masalah, sepanjang burung memang sudah terbiasa makan voer.

Apabila Anda membatin, “Lha, yang dicontohkan Om Kicau kan burung-burung dalam penangkaran”, maka Om Kicau akan menjawab, bukankah murai batu yang dilombakan di Malaysia, Singapura, Vietnam, apalagi di Eropa, umumnya juga tak pernah dikroto? Bahkan murai batu Biola dan anis merah Romeo, keduanya milik Om Yang-Yang (owner PM22 Tasikmalaya), sudah beberapa kali menjuarai lomba regional di Jawa Barat.

Sebenarnya solusi ini bukan hanya bisa diterapkan untuk murai batu, tetapi juga untuk jenis burung kicauan lainnya, seperti kacer, ciblek, tledekan, dan sebagainya. Bahkan untuk beberapa jenis burung tertentu.

Jadi, meski objek tulisan ini mengenai murai batu, materinya dapat diaplikasikan pada jenis burung lain yang selama ini terbiasa makan kroto.

Sesuai dengan judul artikel ini, ada beberapa variasi pemanfaatan telur untuk pakan murai batu. Setidaknya ada tiga variasi, yaitu  :

  • Memberikan telur rebus (putih telur dan kuning telur)
  • Memberikan telur rebus (hanya putih telur saja)
  • Menyuntikkan kuning telur ke tubuh jangkrik, lalu diberikan kepada burung

 

1. Memberikan telur rebus (putih telur dan kuning telur)

Telur yang bisa digunakan boleh telur ayam, telur itik / bebek, atau telur puyuh. Mengenai kandungan gizi pada ketiga jenis telur ini, silakan lihat pada tabel di bagian bawah halaman ini.

Jika bahan baku sudah ada, silakan rebus telur. Jika sudah matang, kupas cangkang telurnya, sehingga tinggal gelondongan telur yang terdiri atas putih telur (bagian luar) dan kuning telur (tidak terlihat, karena di dalam, he.. he..). Selanjutnya, gelondongan telur diparut dengan serutan keju agar hasilnya menjadi lebih halus.

Metode inilah yang diterapkan Om Yang-Yang (PM22 Tasikmalaya). Namun, untuk mengawalinya, harus diberikan secara bertahap. Sebab jika langsung diberikan, terkadang burung tidak mau.

Jadi, awalnya 1 bagian parutan telur dicampur dengan 3 bagian kroto, dan secara bertahap perbandingannya dibalik sehingga lama-lama menjadi 3 : 1 dan akhirnya 4 : 0 yang berarti sudah full telur, dan good bye untuk kroto.

Hal serupa juga dilakukan Om Agus, pemilik ABS Bird Farm di Ciracas, Jakarta Timur. Bedanya, Om Agus mencampur parutan telur rebus dengan jangkrik dan ulat hongkong

 

2. Memberikan telur rebus (hanya putih telur saja)

Selain metode di atas, Anda juga bisa memberikan telur rebus namun hanya putih telur (albumin) saja. Telur yang digunakan juga boleh ayam, bebek, maupun puyuh.

Untuk memberikan putih telur rebus, ada dua cara :

Pertama, seperti metode sebelumnya, telur direbus hingga matang. Selanjutnya dikupas cangkangnya. Gelondongan telur dibelah dua, dan bagian kuning telur bisa disimpan untuk keperluan lain (dimakan juga sah-sah saja, he.. he..). Putih telur dipotong-potong seukuran jari, atau bisa juga diparut dengan serutan keju agar hasilnya lebih halus.

Kedua, telur mentah ditusuk dengan jarum pada ujung telur yang tumpul, kemudian dicongkel sedikit sehingga terjadi lubang kecil dan menjadi tempat keluarnya cairan putih telur. Tampung putih telur dalam kantung plastik, kemudian direbus hingga matang. Putih telur yang sudah matang juga bisa dipotong-potong seukuran jari, atau diparut menggunakan serutan keju.

Adapun kuning telur alias yolk bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain, misalnya dimanfaatkan untuk pembuatan eggfood bagi kenari atau ciblek Anda (kalau kuning telur ayam kampung bisa untuk jamu…).

Putih telur memiliki kandungan protein yang tinggi, sekitar 15-19 %, tergantung jenis telurnya. Selain itu, putih telur juga mengandung vitamin yang cukup lengkap (A, D, E, K, B2, B5, B9, dan B12), asam amino yang bagus untuk  pembentukan hormon dan pertumbuhan bulu-bulunya.

 

3. Menyuntikkan kuning telur ke tubuh jangkrik

Kuning telur yang masih mentah (belum direbus) juga bisa disuntikkan / dispet ke tubuh jangkrik. Jumlah jangkrik yang dispet cukup 2 – 3 ekor saja. Misalnya burung Anda terbiasa diberi jangkrik dengan porsi 5/5, maka cukup 2 – 3 ekor jangkrik saja yang dispet kuning telur pada pagi hari.

Teknik pengambilan kuning telur bebas. Boleh dipecah dan isinya dimasukkan dalam cawan kecil, lalu dipisahkan antara kuning dan putih telurnya. Selanjutnya, kuning telur disedot dengan spet, dan disuntikkan ke tubuh jangkrik. Cara seperti inilah yang diterapkan SKL Bird Farm ketika mengalami kelangkaan kroto. (Sumber : Aries Munandi, omkicu.com)

Murai Batu Anda Drop & Stres, Pulihkan Dengan Cara Ini

mb-liar

 

mb-liarSebagaimana manusia, burung juga bisa mengalami drop dan bahkan stres yang membuat burung menjadi membisu dan kurang aktif atau bahkan bisa menjadi super aktif. Kondisi burung seperti ini harus mendapatkan penanganan yang serius, jika tidak burung akan menjadi lesu dan berujung pada kematian. Di samping itu, burung juga berpotensi menjadi sangat giras dan gelagaban sehingga tidak bisa Anda nikmati sebagai burung ocehan. Jika ini dibiarkan dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin burung ini bisa rusak permanen.

Burung drop dan stres bisa disebabkan banyak hal. Salah satu penyebabnya karena pernah diterkam hewan seperti tikus dan kucing, sangkar terjatuh, perlakuan kasar dari sang perawat atau pemiliknya, perjalanan jauh, dan lain sebagainya. Dalam beberapa kasus, semua penyebab di atas bisa saja tidak menimbulkan efek yang berarti, entah karena mental yang bagus atau proses kejadiannya yang tidak terlalu ekstrem. Namun begitu, untuk burung-burung dengan mental setengah-setengah atau kasus-kasus yang sangat ekstrem, hal tersebut bisa menjadi masalah besar. Burung bisa menjadi drop dan stres sehingga tidak akan bisa berkicau.

Untuk burung bermental bagus, kondisi drop dan stres bisa saja akan sembuh dengan pemberian kroto dan karantina. Namun untuk burung-burung tertentu, harus disertai dengan berbagai terapi. Salah satu terapi yang paling efektif adalah dengan terapi suara air. Terapi ini sangat manjur dalam memulihkan kondisi psikologis burung dan merangsang burung untuk segera berkicau kembali. Hal ini disebabkan suara air tersebut memberikan efek psikologis tersendiri yang dapat menenangkan pikiran.

Bagaimana caranya? Anda bisa mendowload suara air mengalir baik sungai maupun air terjun dalam format MP3 ataupun video. Selanjutnya, putar hasil file tersebut menggunakan media elektronik dengan volume yang standar, tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu kecil. Lakukan ini setiap hari sepanjang burung drop atau stres. Jangan lupa untuk memberikan jeda pada suara air tersebut kurang lebih satu menit.

Cara lainnya adalah membuat suara air secara alami. Caranya adalah dengan memanfaatkan aquarium yang lengkap dengan pompa dan filternya. Setelah aquarium diisi air, letakkan filter dan nyalakan pompa. Biarkan air mengalir sepanjang hari. Yang perlu diingat, usahakan air yang keluar dari filter supaya menimbulkan suara dengan cara-cara tertentu yang menurut Anda paling mudah, misalnya air tidak terlalu penuh.

Suara air dalam aquarium ini mempunyai efek yang sama dengan hasil rekaman di atas. Karenanya, cara ini juga perlu dicoba. Dan sepanjang burung Anda belum sembuh, Anda sangat dianjurkan untuk tidak mematikan filter tersebut.

Demikian terapi paling efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi burung-burung yang sedang drop atau stres. Semoga bermanfaat. (Sumber : tipsburung.com)

Mendongkrak Performa Murai Batu Di Lapangan, Inilah Salah Satu Caranya

Foto : ibc.lynxeds.com/

 

Foto : ibc.lynxeds.com/

Foto : ibc.lynxeds.com

Salah satu masalah yang sering terjadi pada Murai Batu, utamanya pada burung-burung yang baru mengenal gantangan, adalah burung tidak mau bongkar isian. Kadang burung hanya diam saja sambil garuk-garuk dan didis atau loncat-loncat dari pangkringan ke pangkringan. Kalaupun mau bertarung, kadang kala burung seperti ini tidak mengeluarkan isian secara maksimal padahal tentu saja di rumah saat sendirian bisa bongkar materi full.

Kondisi seperti ini bisa dialami oleh burung apa pun yang baru belajar bermain di lapangan, termasuk Murai Batu ini. Namun lama kelamaan, setelah Anda beberapa kali menggantangnya ke lapangan, perilaku demam panggung ini biasanya akan hilang dengan sendirinya karena burung sudah mulai bisa menguasai lapangan. Tetapi ada kalanya, dalam beberapa kasus, masalah ini sangat sulit diatasi. Sekalipun sudah sering dilatih, Murai Batu tetap tidak mau mengeluarkan materinya.

Bagi beberapa orang, mungkin hal ini menjadi masalah besar, sebab kesannya Murai Batu seperti ini cenderung sebagai burung yang tidak mempunyai mental dan cocoknya jadi burung rumahan saja. Pasalnya, saat kesehariannya di rumah, burung selalu memuntahkan materinya dengan power yang sangat edan, namun setelah mencoba ditrek di lapangan, malah gembos. Burung tidak bisa berkutik apalagi melawan musuh-musuhnya dengan kicauan yang tajam di mana biasa lawan-lawannya akan memuntahkan materi burung cililin dan gereja dengan keras dan tajam.

Sebenarnya, Murai Batu yang mengalami hal seperti ini tidak lain karena birahi burung yang belum menemukan titik puncaknya sehingga dia tidak mau bertarung apalagi bongkar materi. Ketika burung berada pada titik birahi yang ideal, burung Murai Batu dengan sendirinya akan mengeluarkan materinya dengan baik karena burung akan ngotot. Karenanya, cara yang paling utama yang harus Anda lakukan untuk mengatasi Murai Batu Anda ini adalah membuat birahinya berada pada level yang ideal.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menaikkan birahi burung Anda adalah mengecasnya dengan Murai Batu betina. Arti mengecas di sini ialah di mana antara Murai Batu jantan yang disiapkan untuk kontes dipertemukan dengan Murai Batu betina. Dengan cara seperti ini, birahi Murai Batu akan naik karena melihat murai betina tersebut. Kondisi birahi yang naik ini tidak akan lantas hilang begitu saja setelah Murai Batu betina dipisahkan. Bahkan dengan dipisah seperti ini, burung Murai Batu jantan biasanya birahinya akan semakin naik karena penasaran dan mencari murai betina tersebut dengan cara ngoceh yang kunjung berhenti.

Pengecasan ini sebenarnya adalah sebuah pancingan supaya burung Murai Batu jantan bisa birahi. Pengecasan ini pun bisa dilakukan sebelum Anda menggantang atau mengetrek burung tersebut. Anda bisa melakukannya dengan cara mengecasnya di rumah sebelum berangkat ke latberan atau membawa betina ke lapangan supaya ketika satu sesi sebelum Murai Batu naik gantangan, Anda bisa mengecasnya. Hasil ini tentu saja lebih baik daripada cara pertama, namun agak repot karena Anda harus membawa dua burung. (Sumber : tipsburung.com)