Murai Batu Yang Kegemukan Dapat Berdampak Buruk

MB-Kencana-BnR

 

MB-Kencana-BnRPernahkah Anda mendapati tubuh Murai Batu terlihat lebih gemuk dari sebelumnya? Jika iya, Anda harus menangani permasalahan itu. Kegemukan pada Murai Batu ternyata membawa kepada keadaan yang tidak baik. Sama halnya seperti kegemukan (obesitas) yang terjadi pada manusia. Kegemukan berpotensi besar terserang penyakit. Beberapa penyakit yang umumnya sering menyerang burung kicauan dengan berat tubuh berlebih, di antaranya adalah :

 

Penyakit Hati (Lepatic lipidosis)

Ini karena, kegemukan pada burung didorong oleh meningkatnya jumlah lemak dalam tubuhnya. Lemak yang berlebih, apalagi yang berada di sekitar organ hati, akan menurunkan kinerja hati. Jika terus berlanjut, keadaan ini bisa mengakibatkan pendarahan dan permasalahan dalam organ hatinya.

Menjadi malas dan tidak lincah

Disebabkan, bobot tubuhnya tidak diiringi dengan tenaga yang meningkat. Kegemukan menyebabkan burung gampang merasa lapar. Ia akan terus makan dan makan untuk memenuhi kebutuhan kalori yang meningkat. Di saat kekenyangan, burung akan enggan untuk bergerak, Ia lebih memilih berdiam diri di sangkar dan beristirahat. Tingkah laku ini dapat berlanjut dan menjadi kebiasaan bagi burung dan lebih parahnya burung tidak mau berbunyi/ menjadi bisu.

Reproduksi yang bermasalah

Kegemukan juga mempengaruhi nalurinya berkembangbiak. Faktornya adalah akibat naluri birahi yang menurun, sebagian besar menyerang indukan betina. Jikapun telah terjadi pembuahan dalam dirinya, dan memasuki tingkat pembentukan telur. Kegemukan membuat burung rentan terserang egg binding (telur lengket/terjepit), dan tentu akan menyulitkannya untuk mengeluarkan telur bagi indukan betina.

Fenomena kegemukan yang terjadi bagi burung kicauan, dalam hal ini Murai Batu, tidak selalu terjadi begitu saja. Coba ingat-ingat sebelumnya, adakah perubahan pola pakan yang berlebihan Anda berikan pada Murai Batu dari biasanya. Atau coba cari tau, jika Anda membeli Murai Batu dari pasar, apakah Murai Batu tersebut hasil penangkaran atau Murai batu liar yang diperoleh dari penangkapan di hutan.

Asal muasal Murai Batu perlu untuk diketahui, agar Anda bisa lebih menyesuaikan jenis pakannya. Karena Murai Hutan terbiasa dengan pakan alami seperti jangkrik, belalang, ulat. Dan apabila ketika bersama Anda tiba-tiba langsung Anda beri pakan olahan seperti voer, jelas inilah yang menjadi penyebabnya. Namun terkadang, kegemukan yang terjadi pada Murai Batu bisa karena keadaan Murai Batu itu sendiri. Misalnya, pada saat Murai Batu mengalami masa mabung. Di saat seperti ini Murai batu akan mengurangi aktivitasnya, jadi aktivitas yang dikerjakannya hanya makan dan makan.

Apabila Murai Batu Anda menunjukkan gejala kegemukan, atau malah sudah tergolong gemuk. Beberapa cara di bawah ini dapat anda terapkan guna mengatasi permasalahan itu.

Penjemuran : Salah satu dampak positif dilakukan penjemuran adalah mencegah terjadi kegemukan. Penjemuran ini sebenarnya bukan cara utama membakar kalori, tetapi lebih kepada mengurangi nafsu makannya. Coba perhatikan, penjemuran akan membuat Murai Batu banyak minum. Pengaruh sinar cahaya matahari meredakan nafsu makan yang tinggi.

Pemandian : Cara ini juga ampuh mengatasi kegemukan Murai Batu. Pancing Murai Batu untuk banyak mandi. Setelah dilakukan penjemuran nafsu Murai Batu untuk mandi biasanya tinggi. Mandi dalam hal ini untuk membakar lemak dari gerakan-gerakan atau aktivitas pemandian yang ia lakukan.

Perhatikan jenis pakan : Ketika kegemukan melanda, hindari Murai Batu diberi pakan yang mengandung karbohidrat. Pakan olahan seperti voer juga jangan. Pakan yang baik merupakan pakan alami berupa serangga kesukaannya.

Latihan Murai Batu : Sesekali tidak ada salahnya anda terapkan kandang umbaran bagi atasi Murai Batu yang gemuk. Dalam kandang umbaran Murai Batu lebih leluasa untuk bergerak, terbang atau meloncat sana kemari, sekalian latihan untuk membakar lemaknya, ketimbang dalam sangkar yang notabene sempit. Tapi harus diingat, pengalaman dari penghobi, penerapan kandang umbaran mempunyai dampak negatif terhadap kualitas kicauan burung jadi rusak. Oleh karena itu, tidak disarankan dilakukan secara sering. Semoga bermanfaat. (Sumber : masterburungkicau.com)

Jangan Maniak Kroto Untuk MB Anda, Karena Telur Pun Bisa Jadi Gantinya

jawarakicau

 

jawarakicauSebagian besar pemilik murai batu memberikan kroto, baik sebagai pakan tambahan (extra fooding) untuk burung yang biasa makan voer, maupun sebagai pakan utama untuk  burung yang tidak pernah makan voer seperti murai batu Panglima milik Om Yongka dari Jambi. Pada musim hujan seperti saat ini, kicaumania di beberapa daerah kian sulit mendapatkan kroto yang benar-benar berkualitas. Sebagai pengganti kroto, baik sementara maupun permanen, Anda bisa memanfaatkan telur untuk pakan murai batu dalam beberapa variasi.

Jika kita mau membicarakan perawatan murai batu secara global, maka budaya memberikan kroto untuk murai batu boleh dikatakan khas Indonesia. Di beberapa negara Asia Tenggara pun, sebenarnya tidak banyak kicaumania yang memberi kroto untuk murai batu. Mereka lebih mengandalkan voer, ulat hongkong, jangkrik, ikan-ikan kecil, serta multivitamin dan multimineral.

Belakangan, beberapa muraimania di Malaysia dan Singapura memberikan kroto, karena meniru apa yang dilakukan sobat kicaumania di Indonesia. Ini bisa disimak dalam beberapa forum burung kicauan di kedua negara tersebut. Adapun penggemar murai batu di Eropa dan Amerika, yang jumlahnya terus bertambah, sangat jarang memberikan kroto kepada murai batunya. Jadi, ketika kroto kita tinggalkan untuk sementara (akibat kelangkaan pasar) maupun permanen, sebenarnya tidak menjadi masalah besar.

Dalam kasus yang “lebih kecil”, Om Syamsul Saputro dari SKL Bird Farm juga tak menggunakan kroto selama murai batu mabung. Toh tidak ada masalah, sepanjang burung memang sudah terbiasa makan voer.

Apabila Anda membatin, “Lha, yang dicontohkan Om Kicau kan burung-burung dalam penangkaran”, maka Om Kicau akan menjawab, bukankah murai batu yang dilombakan di Malaysia, Singapura, Vietnam, apalagi di Eropa, umumnya juga tak pernah dikroto? Bahkan murai batu Biola dan anis merah Romeo, keduanya milik Om Yang-Yang (owner PM22 Tasikmalaya), sudah beberapa kali menjuarai lomba regional di Jawa Barat.

Sebenarnya solusi ini bukan hanya bisa diterapkan untuk murai batu, tetapi juga untuk jenis burung kicauan lainnya, seperti kacer, ciblek, tledekan, dan sebagainya. Bahkan untuk beberapa jenis burung tertentu.

Jadi, meski objek tulisan ini mengenai murai batu, materinya dapat diaplikasikan pada jenis burung lain yang selama ini terbiasa makan kroto.

Sesuai dengan judul artikel ini, ada beberapa variasi pemanfaatan telur untuk pakan murai batu. Setidaknya ada tiga variasi, yaitu  :

  • Memberikan telur rebus (putih telur dan kuning telur)
  • Memberikan telur rebus (hanya putih telur saja)
  • Menyuntikkan kuning telur ke tubuh jangkrik, lalu diberikan kepada burung

 

1. Memberikan telur rebus (putih telur dan kuning telur)

Telur yang bisa digunakan boleh telur ayam, telur itik / bebek, atau telur puyuh. Mengenai kandungan gizi pada ketiga jenis telur ini, silakan lihat pada tabel di bagian bawah halaman ini.

Jika bahan baku sudah ada, silakan rebus telur. Jika sudah matang, kupas cangkang telurnya, sehingga tinggal gelondongan telur yang terdiri atas putih telur (bagian luar) dan kuning telur (tidak terlihat, karena di dalam, he.. he..). Selanjutnya, gelondongan telur diparut dengan serutan keju agar hasilnya menjadi lebih halus.

Metode inilah yang diterapkan Om Yang-Yang (PM22 Tasikmalaya). Namun, untuk mengawalinya, harus diberikan secara bertahap. Sebab jika langsung diberikan, terkadang burung tidak mau.

Jadi, awalnya 1 bagian parutan telur dicampur dengan 3 bagian kroto, dan secara bertahap perbandingannya dibalik sehingga lama-lama menjadi 3 : 1 dan akhirnya 4 : 0 yang berarti sudah full telur, dan good bye untuk kroto.

Hal serupa juga dilakukan Om Agus, pemilik ABS Bird Farm di Ciracas, Jakarta Timur. Bedanya, Om Agus mencampur parutan telur rebus dengan jangkrik dan ulat hongkong

 

2. Memberikan telur rebus (hanya putih telur saja)

Selain metode di atas, Anda juga bisa memberikan telur rebus namun hanya putih telur (albumin) saja. Telur yang digunakan juga boleh ayam, bebek, maupun puyuh.

Untuk memberikan putih telur rebus, ada dua cara :

Pertama, seperti metode sebelumnya, telur direbus hingga matang. Selanjutnya dikupas cangkangnya. Gelondongan telur dibelah dua, dan bagian kuning telur bisa disimpan untuk keperluan lain (dimakan juga sah-sah saja, he.. he..). Putih telur dipotong-potong seukuran jari, atau bisa juga diparut dengan serutan keju agar hasilnya lebih halus.

Kedua, telur mentah ditusuk dengan jarum pada ujung telur yang tumpul, kemudian dicongkel sedikit sehingga terjadi lubang kecil dan menjadi tempat keluarnya cairan putih telur. Tampung putih telur dalam kantung plastik, kemudian direbus hingga matang. Putih telur yang sudah matang juga bisa dipotong-potong seukuran jari, atau diparut menggunakan serutan keju.

Adapun kuning telur alias yolk bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain, misalnya dimanfaatkan untuk pembuatan eggfood bagi kenari atau ciblek Anda (kalau kuning telur ayam kampung bisa untuk jamu…).

Putih telur memiliki kandungan protein yang tinggi, sekitar 15-19 %, tergantung jenis telurnya. Selain itu, putih telur juga mengandung vitamin yang cukup lengkap (A, D, E, K, B2, B5, B9, dan B12), asam amino yang bagus untuk  pembentukan hormon dan pertumbuhan bulu-bulunya.

 

3. Menyuntikkan kuning telur ke tubuh jangkrik

Kuning telur yang masih mentah (belum direbus) juga bisa disuntikkan / dispet ke tubuh jangkrik. Jumlah jangkrik yang dispet cukup 2 – 3 ekor saja. Misalnya burung Anda terbiasa diberi jangkrik dengan porsi 5/5, maka cukup 2 – 3 ekor jangkrik saja yang dispet kuning telur pada pagi hari.

Teknik pengambilan kuning telur bebas. Boleh dipecah dan isinya dimasukkan dalam cawan kecil, lalu dipisahkan antara kuning dan putih telurnya. Selanjutnya, kuning telur disedot dengan spet, dan disuntikkan ke tubuh jangkrik. Cara seperti inilah yang diterapkan SKL Bird Farm ketika mengalami kelangkaan kroto. (Sumber : Aries Munandi, omkicu.com)

Murai Batu Anda Drop & Stres, Pulihkan Dengan Cara Ini

mb-liar

 

mb-liarSebagaimana manusia, burung juga bisa mengalami drop dan bahkan stres yang membuat burung menjadi membisu dan kurang aktif atau bahkan bisa menjadi super aktif. Kondisi burung seperti ini harus mendapatkan penanganan yang serius, jika tidak burung akan menjadi lesu dan berujung pada kematian. Di samping itu, burung juga berpotensi menjadi sangat giras dan gelagaban sehingga tidak bisa Anda nikmati sebagai burung ocehan. Jika ini dibiarkan dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin burung ini bisa rusak permanen.

Burung drop dan stres bisa disebabkan banyak hal. Salah satu penyebabnya karena pernah diterkam hewan seperti tikus dan kucing, sangkar terjatuh, perlakuan kasar dari sang perawat atau pemiliknya, perjalanan jauh, dan lain sebagainya. Dalam beberapa kasus, semua penyebab di atas bisa saja tidak menimbulkan efek yang berarti, entah karena mental yang bagus atau proses kejadiannya yang tidak terlalu ekstrem. Namun begitu, untuk burung-burung dengan mental setengah-setengah atau kasus-kasus yang sangat ekstrem, hal tersebut bisa menjadi masalah besar. Burung bisa menjadi drop dan stres sehingga tidak akan bisa berkicau.

Untuk burung bermental bagus, kondisi drop dan stres bisa saja akan sembuh dengan pemberian kroto dan karantina. Namun untuk burung-burung tertentu, harus disertai dengan berbagai terapi. Salah satu terapi yang paling efektif adalah dengan terapi suara air. Terapi ini sangat manjur dalam memulihkan kondisi psikologis burung dan merangsang burung untuk segera berkicau kembali. Hal ini disebabkan suara air tersebut memberikan efek psikologis tersendiri yang dapat menenangkan pikiran.

Bagaimana caranya? Anda bisa mendowload suara air mengalir baik sungai maupun air terjun dalam format MP3 ataupun video. Selanjutnya, putar hasil file tersebut menggunakan media elektronik dengan volume yang standar, tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu kecil. Lakukan ini setiap hari sepanjang burung drop atau stres. Jangan lupa untuk memberikan jeda pada suara air tersebut kurang lebih satu menit.

Cara lainnya adalah membuat suara air secara alami. Caranya adalah dengan memanfaatkan aquarium yang lengkap dengan pompa dan filternya. Setelah aquarium diisi air, letakkan filter dan nyalakan pompa. Biarkan air mengalir sepanjang hari. Yang perlu diingat, usahakan air yang keluar dari filter supaya menimbulkan suara dengan cara-cara tertentu yang menurut Anda paling mudah, misalnya air tidak terlalu penuh.

Suara air dalam aquarium ini mempunyai efek yang sama dengan hasil rekaman di atas. Karenanya, cara ini juga perlu dicoba. Dan sepanjang burung Anda belum sembuh, Anda sangat dianjurkan untuk tidak mematikan filter tersebut.

Demikian terapi paling efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi burung-burung yang sedang drop atau stres. Semoga bermanfaat. (Sumber : tipsburung.com)

Mendongkrak Performa Murai Batu Di Lapangan, Inilah Salah Satu Caranya

Foto : ibc.lynxeds.com/

 

Foto : ibc.lynxeds.com/

Foto : ibc.lynxeds.com

Salah satu masalah yang sering terjadi pada Murai Batu, utamanya pada burung-burung yang baru mengenal gantangan, adalah burung tidak mau bongkar isian. Kadang burung hanya diam saja sambil garuk-garuk dan didis atau loncat-loncat dari pangkringan ke pangkringan. Kalaupun mau bertarung, kadang kala burung seperti ini tidak mengeluarkan isian secara maksimal padahal tentu saja di rumah saat sendirian bisa bongkar materi full.

Kondisi seperti ini bisa dialami oleh burung apa pun yang baru belajar bermain di lapangan, termasuk Murai Batu ini. Namun lama kelamaan, setelah Anda beberapa kali menggantangnya ke lapangan, perilaku demam panggung ini biasanya akan hilang dengan sendirinya karena burung sudah mulai bisa menguasai lapangan. Tetapi ada kalanya, dalam beberapa kasus, masalah ini sangat sulit diatasi. Sekalipun sudah sering dilatih, Murai Batu tetap tidak mau mengeluarkan materinya.

Bagi beberapa orang, mungkin hal ini menjadi masalah besar, sebab kesannya Murai Batu seperti ini cenderung sebagai burung yang tidak mempunyai mental dan cocoknya jadi burung rumahan saja. Pasalnya, saat kesehariannya di rumah, burung selalu memuntahkan materinya dengan power yang sangat edan, namun setelah mencoba ditrek di lapangan, malah gembos. Burung tidak bisa berkutik apalagi melawan musuh-musuhnya dengan kicauan yang tajam di mana biasa lawan-lawannya akan memuntahkan materi burung cililin dan gereja dengan keras dan tajam.

Sebenarnya, Murai Batu yang mengalami hal seperti ini tidak lain karena birahi burung yang belum menemukan titik puncaknya sehingga dia tidak mau bertarung apalagi bongkar materi. Ketika burung berada pada titik birahi yang ideal, burung Murai Batu dengan sendirinya akan mengeluarkan materinya dengan baik karena burung akan ngotot. Karenanya, cara yang paling utama yang harus Anda lakukan untuk mengatasi Murai Batu Anda ini adalah membuat birahinya berada pada level yang ideal.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menaikkan birahi burung Anda adalah mengecasnya dengan Murai Batu betina. Arti mengecas di sini ialah di mana antara Murai Batu jantan yang disiapkan untuk kontes dipertemukan dengan Murai Batu betina. Dengan cara seperti ini, birahi Murai Batu akan naik karena melihat murai betina tersebut. Kondisi birahi yang naik ini tidak akan lantas hilang begitu saja setelah Murai Batu betina dipisahkan. Bahkan dengan dipisah seperti ini, burung Murai Batu jantan biasanya birahinya akan semakin naik karena penasaran dan mencari murai betina tersebut dengan cara ngoceh yang kunjung berhenti.

Pengecasan ini sebenarnya adalah sebuah pancingan supaya burung Murai Batu jantan bisa birahi. Pengecasan ini pun bisa dilakukan sebelum Anda menggantang atau mengetrek burung tersebut. Anda bisa melakukannya dengan cara mengecasnya di rumah sebelum berangkat ke latberan atau membawa betina ke lapangan supaya ketika satu sesi sebelum Murai Batu naik gantangan, Anda bisa mengecasnya. Hasil ini tentu saja lebih baik daripada cara pertama, namun agak repot karena Anda harus membawa dua burung. (Sumber : tipsburung.com)

Inilah Cara Praktis Mengatasi Bulu Murai Batu Botak

 

Foto : omkicau.com

Foto : omkicau.com

Murai batu terlihat sangat gagah dan keren saat berdiri tegak dengan dada busung dan ekor yang melengkung. Dan akan lebih mempesona ketika berkicau dan gacor. Itulah sedikit gambaran tentang betapa gagahnya murai batu. Murai batu yang gagah dan keren tersebut akan hilang seketika jika pada bulu dadanya mengalami kebotakan alias tidak ada bulunya. Tentu ini akan mengurangi penampilan MB jagoan Anda. Pernahkah sobat mengalami masalah ini pada MB kesayangan? Di kesempatan ini kami akan berbagi tips tentang mengatasi kebotakan pada murai batu dengan kunyit dan daun sirih.

Kebotakan pada muria batu disebabkan karena jamur yang menutupi pori-pori kulitnya. Di awal kebotakan, kulit dada MB masih terlihat lembab. Namun jika sudah berlangsung lama, kulit dada MB akan mengering dan kasar. Dan jika ini dibiarkan terus, maka bisa menjalar ke bagian lain seperti bagian tubuh bawah dan paha. Jika MB Anda mengalami kebotakan maka sudah sepatutnya Anda segera mengatasinya. Mengatasi kebotakan pada murai batu dengan kunyit dan daun sirih adalah salah satu cara alami yang bisa Anda lakukan. Untuk itu simak info berikut ini dengan saksama.

Cara Mengatasi Kebotakan Di Perut Murai Batu Dengan Kunyit Dan Sirih :

1. Menghilangkan jamur di kulit dada MB
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah menghilangkan jamur yang menempel pada kulit MB yang mengalami kebotakan. Anda bisa menggunakan obat seperti freshaves yang dilarutkan ke dalam air. Larutkan 5 gr freshaves ke dalam 1 liter air di dalam botol penyemprot. Setelah itu kocok sampai benar-benar larut. baru setelah itu semprotkan pada bagian yang mengalami kebotakan dan jika masih cukup semprotkan ke seluruh tubuh MB. Tunggu selama satu hari agar obatnya bekerja maksimal.

2. Mengusap kulit MB
Setelah sehari penuh dibiarkan, saatnya Anda membersihkan sisa-sisa jamur yang masih menempel di kulit MB. Juga untuk membersihkan sisiks-sisik bekas kulit kering yang masih menempel. Celupkan jari Anda ke air hangat kemudian usapkan ke bagian kulit MB yang botak. Ulangi beberapa kali sampai benar-benar bersih.

3. Terapi kunyit dan daun sirih
Setelah proses di atas sudah selesai, kini waktunya menggunakan terapi kunyit dan daun sirih. Caranya sangat mudah, yaitu tumbuk daun sirih sampai halus. Kunyit dikupas dan diparut. Campurkan kedua bahan tersebut dan diaduk-aduk sampai halus. Setelah sudah tercampur rata, oleskan ramuan tersebut ke bagian tubuh MB yang botak dan seluruh badan MB dari ujung ekor sampai kepala. Setelah diolesi secara merata, jangan mandikan MB sampai 3 hari ke depan. Agar ramuan tersebut bekerja dengan baik. Ramuan kunyit dan daun sirih efektif membasmi jamur kulit, membuka pori-pori kulit yang tertutup jamur, dan merangsang pertumbuhan bulu MB. Setelah 3 hari, mandikan MB sampai bersih dari ramuan dan kotoran yang masih menempel.

Cukup mudah bukan membasmi jamur pada MB? Ramuan tradisional kunyit dan daun sirih adalah ramuan alami yang sudah terbukti khasiatnya. Jika Mb Anda mengalami kebotakan pada bagian kepala, dada, dan paha, maka anda bisa mencoba cara di atas. Selamat mencoba, semoga sukses. (Sumber : kicaukan.blogspot.co.id)

Murai Batu Anda Macet? Coba Lakukan Trik Ini

Foto : suaraburung.com

Foto : suaraburung.com

Para penggemar burung Murai Batu, pasti pernah mengalami berbagai masalah yang dihadapi selama memelihara burung eksotis itu. Apalagi yang pernah memelihara burung Murai Batu lebih dari 2 atau 3 ekor, bahkan mungkin ada yang pernah memelihara sampai 5 ekor di rumah yang memiliki halaman yang sempit. Akibatnya salah satu atau beberapa ekor burung Murai Batunya mendadak macet.

Suatu waktu, saya main ke rumah seorang teman (kebetulan baru kenal di pasar burung) yang memelihara burung Murai Batu sampai 5 ekor di rumahnya. Tetapi hebatnya ke 5 ekor burung Murai Batu nya pada gacor-gacor semua, kok bisa ya. ah… saya pikir, paling cuma gacor di rumah saja, belum tentu kalau di latberan. Pada hari minggu, kebetulan ada latberan di pasar burung, kebetulan juga untuk Murai disediakan 3 kelas yang berbeda. Saya menunggu kehadiran teman saya yang memelihara 4 ekor Murai tersebut, apa dia membawa ke 5 burungnya ? pikir saya. Eh, ternyata teman saya tersebut muncul dengan sudah membeli tiket pendaftaran untuk ke 3 kelas Murai Batu tersebut. Sayangnya teman saya itu cuma membawa 4 ekor burung Murai Batunya. “repot kalau bawa semua”, katanya.

Lalu lomba pun berlangsung, dan tentunya saya dengan setia memperhatikan kelas demi kelas. Luar biasanya ke 4 burung yang dibawa teman saya tersebut, semua masuk ke dalam jajaran 5 besar yang dimainkan bergantian dalam 3 kelas. ck ck ck… saya pun berdecak kagum. Bagaimana ya cara merawat burung seperti itu. Soalnya di rumah saya ada 3 ekor burung Murai Batu, pada awalnya ke 3 burung Murai Batu saya sama bagusnya dan sama gacornya. Tetapi setelah beberapa bulan, 1 dari ke 3 ekor burung saya itu mendadak macet. Awalnya saya kira mau masuk masa mabung, ternyata tidak.

Sayapun menimba ilmu dari teman saya itu, dengan cara diam-diam. Hampir setiap hari, saya main ke rumah teman saya itu, sambil memperhatikan cara dia merawat burungnya. Dari membuka kerodong, memandikan, memberi extra fooding, jemur sampai ke pengerodongan kembali. Ah… kayaknya rawatannya tidak beda jauh dengan rawatan saya, biasa saja kok. Tapi saya makin penasaran. Selidik punya selidik akhirnya terungkap juga, ternyata waktu menyimpan di dalam rumah ada cara tertentu.

Menurut penjelasan teman saya itu, kalau menempatkan burung Murai Batu dalam rumah, harus berjauhan, minimal berjarak 4 meter, lalu di antara Murai Batu tersebut, tempatkan burung-burung kecil seperti kenari, prenjak atau lovebird, yang tidak mengganggu mental Murai Batu, dan usahakan ditempatkan di tempat yang agak gelap, dan kerodong tidak boleh terlalu tebal. hanya itu ? ya.. hanya itu

Pantas, saya selama ini menggantung Murai Batu saya bersebelahan, dan akibatnya burung Murai Batu saya yang berada di posisi tengah jadi macet, dan tentunya perlu waktu untuk memulihkannya. (sumber : planetberita-bird.blogspot.co.id)