Ingin Murai Batu Anda Super Gacor? Cobalah Rajin Kasih Asupan Ini

Foto : mediaronggolawe.com

Foto : mediaronggolawe.com

Selain cucak ijo, lovebird dan kenari, murai batu juga tergolong sebagai salah satu pengicau kontes premium. Pasalnya, di samping memiliki perawakan dengan ekor panjang yang indah nan menawan,  burung bernama ilmiah Copsychus malabaricus ini ternyata juga mempunyai gacoran yang lantang (ngeplong) dan cukup menjanjikan. Sehubungan dengan suara murai batu yang mana banyak dibilang mumpuni, adapun beberapa variasi kicau yang mampu dilantunkan olehnya antara lain ngalas, nembak, ngerol, ngekek dan sebagainya.

Untuk memperoleh murai batu yang bersuara ngeplong dengan banyak variasi, tentunya bukanlah perkara gampang. Bisa dibilang begitu sebab selain pola perawatan murai batu dan setelan makanan murai batu gacor yang diberikan setiap harinya juga menjadi kunci utama yang paling berpengaruh besar terhadap keberhasilan. Apabila rawatan dan makanan murai harian sudah diberikan dengan baik, benar, teratur, rutin, konsisten dan sesuai degan karakter burung, niscaya hasil yang lebih memuaskan akan lekas diperoleh. Namun jika beberapa hal tersebut kurang diperhatikan, maka tidak menutup kemungkinan kalau penampilan burung akan cenderung biasa-biasa saja.

Sehubungan dengan pola perawatan, setelan dasar yang kerap diterapkan oleh para pencetak murai batu juara, sebenarnya tidaklah beda jauh dengan rawatan harian yang diberikan oleh kebanyakan kicau mania pada umumnya. Semisal dengan rutin memandikan di pagi dan sore hari, kemudian dijemur, selalu menjaga kebersihan kandang dan setelan tambahan lainnya seperti pemasteran misalnya. Sedangkan untuk makanan murai batu sendiri, sesungguhnya juga tidak terlalu neko-neko. Bisa begitu sebab beberapa asupan bernutrisi tinggi yang bisa berikan antara lain EF seperti aneka serangga kecil, kroto, ulat, cacing tanah, ikan kecil, dan pakan buatan berupa voer.

Jangkrik

Jangkrik tergolong sebagai salah satu pakan murai batu yang paling utama sekaligus merupakan pakan alami saat ia berada di alam bebas. Di dalam jangkrik terdapat kandungan nutrisi yang sangat diperlukan oleh burung, termasuk protein. Itu sebabnya agar burung lebih sehat dan gacor, maka ada baiknya jika selalu memenuhi kebutuhan protein-nya dengan cara rutin memberikan jangkrik setiap harinya.

Adapun hal perlu diperhatikan ketika hendak memberikan pakan murai batu serangga ini adalah dengan menyisihkan atau memotong bagian-bagian yang sulit untuk dicerna oleh burung. Dan beberapa bagian yang sebaiknya dipotong lebih dulu ialah kepala, kaki dan bulu atau sayap jangkrik. Selain keras sehingga sulit untuk dicerna, bagian tersebut juga berisiko melukai tenggorokan burung jika tetap dikonsumsi.

Belalang

Hampir sama halnya dengan jangkrik. Dimana di dalam belalang juga mengandung kadar protein yang sangat berperan bagi tumbuh kembang burung. Selain itu, tidak sedikit yang beranggapan kalau belalang dinilai memiliki kandungan protein lebih tinggi dibanding jangkrik. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua jenis belalang bisa diberikan. Ada beberapa jenis belalang tertentu yang mengandung racun sehingga bahaya jika dikonsumsi oleh burung.

Sebagaimana yang telah dimuat dari laman omkicau.com, jenis belalang beracun yang sebaiknya tidak diberikan adalah yang berwarna hitam, merah atau berbintik. Sedangkan untuk jenis belalang yang dapat diberikan yaitu yang berwarna hijau. Belalang hijau bisa kita temukan pada dedaunan hijau khususnya di areal persawahan. Disamping itu, adapun bagian-bagian yang harus dipotong terlebih dahulu karena sulit untuk dikonsumsi antara lain bagian kepala, bulu atau sayap dan kaki belalang.

Orong-orong

Jenis makanan murai batu yang berupa serangga kecil ini tidak jauh berbeda dengan belalang dan jangkrik, yaitu sama-sama mengandung protein tinggi. Namun khusus untuk pemberiannya harus lebih berhati-hati. Pasalnya pada bagian kepala orong-orong terdapat gigi yang cukup tajam. Jika tidak dipotong lebih dulu sebelum diberikan, maka tidak menutup kemungkinan kalau bisa menggigit tenggorokan burung. Selain itu, kaki dan bulu atau sayapnya juga harus disisihkan.

Kroto

Memberikan kroto banyak dipercaya bahwa mampu menjaga atau bahkan meningkatkan suhu panas tubuh burung. Karena bisa meningkatkan suhu panas, maka ada baiknya jika pemberian lebih diperhatikan. Kalau hal itu diabaikan dan suhu panas pada tubuh burung jadi meningkat tidak pada semestinya, tentu hal ini akan cenderung menimbulkan dampak yang kurang baik.

Suhu panas yang meningkat tidak semestinya akibat pemberian kroto berlebihan, banyak diyakini bahwa bisa membuat burung jadi mabung tidak pada waktunya. Selain itu, over birahi juga termasuk efek kurang bagus yang disebabkan oleh kroto yang diberikan secara berlebihan. Kedua keadaan kurang mengenakan tersebut, atau lebih tepatnya mabung tidak pada waktunya dan over birahi juga dapat menjadikan burung cenderung enggan untuk berkicau.

Ulat

Ulat merupakan pakan murai batu yang memiliki kandungan protein tinggi selain belalang dan sebagainya. Sedangkan untuk jenisnya yang bisa diberikan antara lain ulat bambu atau bumbung, kayu, pisang, pohon, ulat hongkong, dll. Khusus untuk ulat hongkong, karena pemberian yang berlebihan dapat memicu penyakit katarak, maka sebaiknya lebih diperhatikan.

Berbeda dengan ulat hongkong yang mana sangat berisiko jika diberikan secara berlebihan, ulat bambu atau ulat bumbung justru bisa membawa dampak yang lebih merujuk pada hal-hal baik. Ulat bumbung banyak diberikan oleh para kicau mania guna menurunkan tingkat birahi terhadap burung yang birahinya terlalu over.

Cacing Tanah

Tidak hanya burung punglor saja yang gemar mengkonsumsi pakan cacing tanah ini, akan tetapi burung murai juga begitu meyukainya. Makanan murai batu yang berupa cacing, sebaiknya selalu diperhatikan kesterilan-nya. Sebelum disajikan supaya lebih steril cacing bisa dibersihkan dengan cara direndam pada air bersih. Untuk menghindari hal-hal yang cenderung kurang baik semisal gangguan pencernaan, maka jangan berikan cacing yang kondisinya sudah tidak segar, terlebih lagi kalau itu sudah membusuk.

Ikan Guppy

Dibalik keindahannya ternyata ikan guppy menyimpan kadar protein yang cukup tinggi sehingga bagus untuk diberikan sebagai makanan tambahan aneka macam jenis burung berkicau, termasuk cendet begitu juga murai batu. Selain bagus untuk dikonsumsi karena kandungan protein tinggi dan tulangnya yang lunak, ikan guppy juga dipercaya mampu menetralisir burung yang sedang berkondisi drop maupun stres.

Voer atau Poor

Meskipun bukan termasuk sebagai pakan murai batu alami, akan tetapi makanan murai batu buatan ini juga sangat bagus untuk diberikan karena kandungan nutrisinya. Selain protein, di dalam poor juga terdapat mineral dan nutrisi-nutrisi lain yang belum tentu ada pada makanan murai batu yang berupa alami. Itu sebabnya agar mampu melengkapi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh burung, maka alangkah baiknya jika voer selalu tersedia.

Untuk jenis voer yang umum diberikan kepada burung dari genus Copsychus ini ialah yang berkadar protein sedang antara 12-18 %. Diluar itu tidak menutup kemungkinan kalau bisa sesuai untuk diberikan. Namun yang perlu lebih diperhatikan adalah pada pemberian poor yang mana harus konsisten. Jika sering mengganti merk voer beserta kadar protein-nya, hal ini bisa membuat bulu burung jadi tampak cenderung kusam atau pudar

Ingin Mencoba Membuat Tepung Jangkrik? Inilah Caranya

jangkrik-1Tepung Jangkrik (Cricket Flour) seperti yang diketemgahkan sebelum ini, merupakan tepung yang sangat baik untuk berbagai jenis burung berkicau, agar burung menjadi lebih sehat dan burung jadi lebih rajin berkicau atau gacor. Bila anda adalah peternak jangkrik atau anda yang sedang mencari peluang usaha bisnis yang berkaitan dengan jangkrik kali ini saya ingin membagikan Tips Cara Mudah Membuat Tepung Jangkrik. Karena terbukti dengan mengolah jangkrik menjadi tepung akan lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis yang lebih baik.


Bahan Yang Digunakan :

Jangkrik dari bukan jenis jangkrik kalung yang belum keluar sayapnya atau tanpa sayap minimal 1 ons jangkrik hidup, lebih banyak tentu lebih baik.

Proses Pembuatan Tepung Jangkrik :

  • Jangkrik disangrai seperti menyangrai kopi sampai kelihatan berwarna kecoklatan atau lebih tepatnya setengah matang.
  • Jangkrik yg sudah disangrai tadi kemudian didinginkan
  • Kemudian jangkrik di blender sampai berbentuk cincangan.
  • Jangkrik yg berbentuk cincangan tadi disangrai kembali sampai terlihat kering
  • Kemudian dinginkan lagi utk beberapa saat
  • Langkah selanjutnya adalah jangkrik yg telah didinginkan kemudian diblender kembali shg menjadi halus spt tepung.
  • Kemudian angin-anginkan 1 – 2 jam
  • Terakhir masukan ke dalam toples yang rapat.

Selain menggunakan cara diatas, membuat tepung jangkrik juga bisa menggunakan cara dibawah ini, dengan bantuan alat satu tingkat lebih modern, caranya :

  • Jangkrik direndam dengan menggunakan air panas,
  • Kemudian jangkrik dicuci sampai bersih
  • Masukan dalam oven yang bersuhu sekitar 70 derajad celcius selama 3 jam
  • Terakhir aalah digiling/ blender sampai berukuran halus seperti tepung.

Itulah  Tips Cara Mudah Membuat Tepung Jangkrik. Untuk cara penggunaan tepung jangkrik ini dalam hal diberikan pada burung, dapat langsung diberikan pada burung dalam bentuk tepung, dicampur dengan kroto, dicampur dengan voer, dibuat adonan untuk menyuapi burung anakan dll. Adapun burung-burung yang bisa diberi tepung jangkrik seperti burung : Kacer, Cendet, Murai, Tledekan, Trucukan, Sulingan, Ciblek, Sirpu, Mantenan, Cucak ijo, Prenjak, dll. (Sumber :  Royyak Susanto, burung.blogspot.co.id)

Tepung Jangkrik Sebagai Alternatif Pakan Burung Kicau

 

tepung jangkrikTepung Jangkrik (Cricket Flour) adalah tepung yang dibuat dari bahan dasar Jangkrik 100 persen, dimana kegunaan tepung ini sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi berbagai jenis hewan peliharaan. karena jangkrik mengandung protein dan asam amino yang s t tinggi yang di butuhkan oleh banyak jenis burung maupun ikan. Banyaknya peternak jangkrik terkadang mengakibatkan stock melimpah, agar stock jangkrik mampu terjual semuanya, menjadikan jangkrik sebagai tepung adalah alternatif yang paling tepat, karena bila terlalu lama disimpan jangkrik  hidup akan menua dan kandungan asam aminonya menurun. Adapun usia yang tepat untuk dijadikan tepung jangkrik, adalah jangkrik yang berumur 30 s/d 40 hari.

Usaha ternak jangkrik jangan dianggap sepele karena harga jangkrik dari masa ke masa terus melambung yang disebabkan oleh semakin banyaknya pecinta burung dan ikan yang membeli jangkrik sebagai makanan pokok.

Untuk daerah-daerah tertentu ketersediaan jangkrik segar terkadang sulit sehingga hal ini menyusahkan mereka yang menjalani hobi burung berkicau, sehingga Tepung Jangkrik (Cricket Flour) bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan makanan burung tersebut.

Cara penggunaan tepung jangkrik bisa langsung diberikan pada burung sebagai EF atau makanan pokok, selain itu tepung jangkrik juga dapat diolah lagi sebagai komponen untuk membuat Voer, namun untuk mendapatkan voer yang bagus sebaiknya persentasi tepung jangkrik tetap diberi dalam porsi yang besar atau ditambah dengan sumber protein lain seperti tepung ikan atau kuning telur.

Pemberian tepung jangkrik sama dengan memberikan dengan jangkrik hidup. Kandungan nutrisi tepung jangkrik 1 kg hampir setara dengan jangkrik hidup 10 kg. Dengan kandungan air yang sangat kecil atau telah kering 99% maka tepung jangkrik meskipun tanpa bahan pengawet mampu beertahan dalam waktu lama dalam kemasan yang kedap udara.

Mari kita gunakan tepung jangkrik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi burung, karena lebih mudah  dalam aplikasi. Semoga bermanfaat.

 

Dalam Kondisi Tertentu, Mandi Malam Juga Dibutuhkan Oleh Burung Kicauan

 

mandi kerambaMandi adalah bentuk perawatan yang tidak bisa diabaikan, terutama untuk menjaga kesegaran dan kebersihannya. Mandi wajib umumnya rutin dilakukan setiap pagi atau siang hari, tapi disamping itu ada salah satu bentuk mandi yang dilakukan diluar kebiasaan, yaitu mandi malam. Apa saja manfaat mandi malam dan bagaimana cara mandi malam untuk burung kicauan, akan kita simak ulasannya berikut ini.

Mandi malam disebut juga sebagai salah satu bentuk perawatan diluar kebiasaan normal, hal ini umumnya dikenal sebagai terapi. Adapun manfaat mandi malam yang dipercaya banyak kicaumania adalah:

  • Bisa membantu meningkatkan mental burung
  • Membantu dalam proses penjinakkan
  • Mengatasi dan mengurangi kondisi over birahi
  • Membantu merangsang burung agar lebih rajin berkicau

Setelah memahami apa manfaat mandi malam untuk burung kicauan, harus diperhatikan juga beberapa kondisi ketika akan memandikan burung peliharaan anda pada malam hari, yaitu:

  • Memperhatikan kondisi suhu dan cuaca sekitar, jika suhu terlalu dingin atau sedang turun hujan maka mandi malam sebaiknya tidak perlu dilakukan.
  • Memperhatikan kondisi kesehatan burung, burung yang sedang kurang sehat atau sedang sakit sebaiknya tidak diberikan mandi malam, karena hal ini justru akan membuat penyakitnya bertambah parah. Berikan kehangatan pada malam hari, misalnya menggantung sangkarnya di bawah cahaya lampu.
  • Tidak semua jenis burung bisa diberikan terapi mandi malam, hanya burung-burung tertentu saja seperti lovebird, kacer, cendet, pleci, murai batu, dan sebagainya.

Mandi malam bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu, namun umumnya dilakukan antara pukul 19:30 sampai dengan pukul 20:30, di luar jam-jam tersebut burung dibiarkan beristirahat.

Cara mandi malam untuk burung kicauan bisa dilakukan dengan cara penyemprotan menggunakan sprayer atau menggunakan bak mandinya di dalam ruangan yang dilengkapi dengan lampu terang.

Setalah burung dimandikan, burung kemudian diangin-anginkan untuk mengeringkan bulu-bulunya yang masih basah. Pada saat itulah, burung diberikan pakan tambahannya seperti jangkrik atau kroto sebanyak satu sendok teh.

Setelah bulu kering, sangkar dikerodong dan burung dibiarkan beristirahat sampai pagi hari. (Sumber : Aries Munandi, agrobur.com)

 

Manfaat Jahe Bagi Burung Dan Cara Penyajiannya

 

Foto : ibc.lynxeds.com/

Foto : ibc.lynxeds.com/

Sudah sejak dahulu tanaman jahe banyak digunakan para penggemar burung dan unggas untuk menjaga kondisi hewan peliharaan mereka. Selain bisa memberikan rasa hangat, jahe bisa membuat beberapa jenis burung tertentu menjadi rajin berkicau dengan suaranya yang kristal (jernih). Jahe untuk burung peliharaan selama ini dianggap bisa memberikan pengaruh yang cukup baik terutama untuk penampilannya.

Selama ini, jahe banyak digunakan para penggemar cucak jenggot agar burung peliharaan itu bisa bersuara dengan rajin. Setelah melihat kesuksesan jenggot mania itu, penggemar burung jenis lainnya mulai memberikan jahe pada burung rawatan mereka, dan hasilnya pun cukup bervariasi.

Jahe yang diberikan sebagai air minum itu ternyata bisa membuat beberapa burung langsung mengeluarkan tembakan cesplengnya, sedangkan beberapa jenis harus melalui tahap-tahap adaptasi atau membiasakan diri dengan air minumnya itu sebelum rajin bunyi dengan suara kicauannya yang kristal.

Pemberian jahe sebagai air minum untuk burung kicauan memang dianggap bisa menjadikan penampilannya jadi lebih maksimal. Akan tetapi, hal tersebut harus dibarengi dengan perawatan yang rutin dan pemberian pakan tambahan (EF) yang tercukupi, tanpa itu semua burung tidak akan mampu tampil maksimal.

Berikut beberapa cara pemberian jahe seperti yang banyak dilakukan kicaumania terhadap burung kesayangannya.

1. Jahe sebagai air minum ramuan #1
Bersihkan jahe dengan cara dibakar atau dikupas kulitnya.
Tumbuk atau geprek jahe untuk mengeluarkan sarinya.
Siapkan air dalam panci, lalu panaskan hingga mendidih.
Masukkan jahe ke dalam air mendidih, lalu tunggulah selama beberapa menit.
Sebagai pilihan (opsional) anda bisa menambahkan gula merah ke dalamnya, lalu aduk hingga merata.
Setelah itu, angkat dan saring air rebusan jahe tersebut menggunakan saringan halus.
Dinginkan dan berikan pada burung sebagai air minumnya setiap dua – tiga kali seminggu.

2. Jahe sebagai air minum ramuan #2 

Jahe merah direbus dalam air hingga mendidih
Campurkan madu murni sebanyak dua sendok teh ke dalam air rebusannya.
Peras dua buah jeruk nipis ke dalam air rebusannya, lalu aduk hingga merata.
Setelah itu, angkat  lalu saring menggunakan saringan halus.
Dinginkan dan berikan pada burung selama dua – tiga kali seminggu.

3. Jahe sebagai pakan ulat hongkong 
Jahe dikupas kulitnya, lalu ditumbuk dan diberikan sebagai pakan ulat hongkong.
Untuk hasil maksimal, berikan jahe tersebut 15 – 20 menit sebelum ulat diberikan pada burung.

4. Memberikan serbuk jahe 
Jahe dikupas kulitnya, lalu diparut atau digiling menggunakan mesin gilingan kelapa.
Parutan jahe kemudian dikeringkan dengan cara disangrai.
Setelah kering, berikan dengan cara dicampur dalam pakan voernya.

5. Memberikan potongan jahe 

Potong jahe dalam ukuran kecil (seukuran voer) sebanyak 20 potongan kecil.
Simpan potongan kecil jahe tersebut dalam tempat pakannya.
Berikan pada burung.

Semoga bermanfaat

(Oleh : Aries Munandi, agrobur.com)

Sekali Waktu, Burung Juga Butuh Hujan-Hujanan

muraihujanTidak selamanya hujan yang mengguyur bumi harus dihindari oleh penggemar burung dengan burung peliharaannya. Ketika turun hujan, burung akan tampak rajin berkicau menyambutnya termasuk juga burung bakalan. Hujan memang bisa menjadi terapi penghilang stress yang baik bagi burung kicauan. Tapi tahukah anda, bahwa ada manfaat lain dari air hujan yang turun dari langit untuk burung peliharaan ?

Ada banyak manfaat yang bisa di dapat ketika burung terkena air hujan atau dihujan-hujankan, di antaranya adalah :

  • Metabolisme burung bisa meningkat sehingga membuatnya cepat rajin berbunyi.
    Burung bisa terlatih untuk mandi di karamba mandinya.
  • Menghilangkan stress pada burung.
  • Meningkatkan birahi terutama pada burung yang akan ditangkarkan.

Namun untuk memandikan burung di tengah guyuran air hujan tentu tidak sembarangan, ada persyaratan khusus yang bisa membuat burung merasa nyaman berada di tengah hujan, yaitu:

  • Hujan yang turun tidak terlalu lebat.
  • Mandi hujankan burung jika hujan turun pada pagi hingga siang hari, karena hujan pada waktu-waktu tersebut mengandung banyak manfaat, dibanding hujan yang turun dari siang hingga sore hari yang telah mengandung asam yang bisa membuat burung cepat sakit.
  • Jangan terlalu lama ketika menghujan-hujankan burung, cukup seperlunya saja atau sekitar 10 – 20 menit.

Berikut beberapa tips ketika kita hendak memandikan burung di tengah guyuran hujan.

  • Untuk menghindari sangkar harian burung rusak terkena air hujan, sebelum burung dihujan-hujankan ada baiknya burung dipindakan ke dalam sangkar lain.
  • Ketika memandikan burung di tengah air hujan, akan lebih baik jika menggunakan sangkar yang bagian dasarnya bisa diangkat, sehingga burung bisa mandi hujan di atas permukaan tanah atau rumput. Namun perlu diperhatikan keamanannya, terutama jika sangkar yang digunakan memiliki celah yang besar di bagian dasarnya yang bisa membuat burung “nyelonong” keluar sangkar.
  • Atau anda bisa memasukkan burung ke dalam karamba mandinya, lalu burung dibiarkan bersenang-senang di tengah guyuran hujan.
  • Untuk mempercepat perjodohan burung , bisa dilakukan dengan memasukkan sepasang burung yang akan dijodohkan ke dalam karamba mandinya, lalu dihujan-hujankan terutama untuk burung jenis anis merah, anis kembang, dan kacer.
  • Sebagai terapi penjinakkan untuk burung bakalan yang masih liar, atau giras. Setelah burung dihujan-hujankan anda bisa memberikan burung ulat hongkong ketika burung sedang diangin-anginkan.

Beberapa jenis burung yang cukup menyukai hujan-hujanan adalah: semua jenis burung poksay, branjangan atau lark, pleci, kacer, trucukan, kutilang, beo dan jalak-jalakan. Semoga manfaat. (Sumber : Aries Munandi, agrobur.com)