Sembilan Jurus Penjodohan Murai Batu Ala Arkum Padepokan Gamprit

induk poligami-1

 

induk poligami-1Adalah wajar apabila setiap penangkar atau calon penangkar murai batu mengharapkan indukannya cepat berjodoh. Sebab, jodoh atau tidaknya indukan, boleh dibilang merupakan salah satu kunci keberlanjutan penangkaran untuk fase selanjutnya

Lalu, bagaimana cara cepat menjodohkan murai batu? Banyak tips banyak cara. Salah satu cara cepat menjodohkan burung murai batu adalah dengan “main semprot” ke burung pejantan. Bagaimana maksudnya? Bagaimana langkah-langkah operasionalnya?

Berikut tips dan trik penjodohan murai batu yang dilakukan oleh Om Arkum, yang pernah dishare di forum penangkaran murai batu di situs komunitas kicaumania.or.id  :

1. Pilih indukan murai batu jantan yang sudah gacor dan sudah siap ditangkarkan (sebaiknya usia lebih dari 2 tahun).
2. Pilih indukan betina murai batu yang sudah siap, baik usia maupun birahinya.
3.Siapkan kandang dengan perlengkapan yang diperlukan (bahan sarang letakkan di dasar kandang, glodok atau kotak buat sarang, dan lain-lain.
4. Untuk penjodohan sebaiknya dilakukan hari libur (Sabtu/Minggu) dengan pemikiran kita bisa memantau kondisi burung bila belum berjodoh dan kemungkinan burung berkelahi.
5. Masukkan indukan betina ke kandang breeding, usahakan pagi hari. Dengan tujuan agar betina murai batu bisa mengenal lingkungan terlebih dahulu dan bisa mencari perlindungan bila disatukan dengan indukan jantan. Jangan lupa beri makanan dulu supaya tidak kelaparan jika dikejar-kejar yang jantan.
6. Siapkan alat penyemprot yang sudah diisi air (seperti alat semprot yang biasa untuk menyemprot/memandikan burung).
7. Sekitar 2 jam kemudian baru masukkan indukan jantannya, dan perhatikan dengan seksama. Biasanya si jantan akan segera menyerang si betina dan saling mencengkeram, bila hal ini terjadi semprot si jantan dengan semprotan yang sudah kita sediakan sampai kuyup. Lakukan hal ini bila si jantan mulai menyerang lagi. Biasanya untuk jantan yang galak akan selalu menyerang betinanya ketika betinanya bergerak dan sebaliknya ketika betinanya diam si jantan juga akan diam. Nah untuk itu perhatikan dengan seksama dan semprot jantannya bila si jantan menyerang betina. Kuncinya adalah ketika jantannya basah kuyup dia akan sibuk merapihkan bulunya dan tidak akan galak lagi seperti ketika dia dalam keadaan kering. Lakukan hal tersebut secara sabar dan berulang sampai jantan tidak menyerang lagi, untuk hal ini kemungkinan jika Anda beruntung akan menyaksikan kurang dari 5 menit si jantan berubah tidak menjadi galak lagi dan bisa ditinggal alias 90 % sudah jodoh.
8. Terkait trik nomor 7 yang merupakan trik kunci tersebut adalah, biasanya kedua pasangan belum jadi itu akan tetap berkelahi ketika berebut makanan, untuk hal tersebut mohon tetap waspada dan berikan porsi makanan terutama jangkrik dengan porsi yang lebih banyak.
9. Jika point No. 7 dan No. 8 tidak berhasil, maka sebaiknya indukan dipisah kembali dan bisa dicoba 1 minggu kemudian dengan menambah EF masing-masing agar cepat birahi.

Trik ini tidak dapat menjadi acuan baku dan butuh kreativitas dan kesabaran. Namun trik ini juga sudah teruji untuk mejodohkan beberapa murai batu dan anis kembang, anis merah dan kacer di Padepokan Gamprit.

Sekali lagi Bila kita beruntung maka jangan heran bila anda mendapati burung sudah jodoh tidak lebih dari 5 menit saja. (Sumber : Arkum-kicaumania.or.id)

Enam Langkah Penjodohan Murai Batu Ala Rudi Jambi

penjodohan-3

penjodohan-3Sebelum memulai menangkar murai batu, menjodohkan induk calon pasangan adalah fase yang krusial. Banyak calon penangkar yang menghadapi kendala pada fase ini –dan karena putus asa karena tidak menguasai teknik dan metodenya, akhirnya tak jarang yang gagal meneruskan keinginan menangkar murai batu.

Anda yang sudah terbiasa berselancar mencari tips dan trik penjodohan pasangan murai batu, tentu sudah paham betapa banyaknya teknik penjodohan yang sudah disharing oleh para penangkar. Silahkan dipilih teknik mana yang cocok diterapkan untuk calon indukan Anda, yang penting aplikatif, mudah dilakukan dan berhasil-guna optimal.
Enam lagkah penjodohan berikut ini, saya kutip dari peternak Om Rudi Jambi yang pernah dishare di forum penangkaran murai batu di situs komunitas kicaumania.or.id.

  1. Agar proses penjodohan lebih mudah, siapkan betina lebih dari 1 ekor, kemudian dekatkan dengan pejantan yang telah diseleksi, baik dari kualitas suara, katuranggan maupun prestasinya. Bila sudah ada yang tampak rajin bunyi, ngeleper-ngeleperkan sayapnya sambil ngeriwik, itu pertanda si betina sudah birahi. Pilih betina tersebut, dekatkan dengan pejantan di tempat terpisah selama kurang lebih 3 hari. Masukkan ke dalam sangkar bersekat, atau biasanya disebut kandang jodoh. Atau bila tidak ada sangkar bersekat, boleh juga menggunakan sangkar biasa yg diletakan berhimpitan.
  2. Lakukan pengamatan secara rutin. Pengamatan secara rutin ini dilakukan untuk memastikan jodoh tidaknya indukan pilihan tersebut. Bila sudah terlihat akrab, yakni sering terlihat berhimpitan atau saling mendekat meski masih dibatasi sekat, baru masukkan calon pasangan itu ke kandang penangkaran.
  3. Amati perilaku indukan. Amati terus apakah si pejantan sudah benar-benar mau menerima pasangannya. Tanda-tanda penjodohan yang sukses, apabila sepasang indukan sering berduaan, sering kejar-kejaran tapi bukan saling serang. Sebaliknya bila sang jantan mengejar dan menghajar betina, maka segera pisahkan kembali pasangan tersebut. Sebab bila dibiarkan bisa berakubat fatal, yakni kematian pada sang betina.
  4. Lakukan penjodohan alternative. Ulangi kembali penjodohan dari tahap pertama selama 1 minggu, kemudian masukkan betina ke dalam sangkar kecil dan masukan ke dalam kandang besar penangkaran. Sementara itu biarkan sang pejantan bebas di dalam kandang penangkaran dan merasa lebih berkuasa. Langkah ini juga bertujuan mengurangi birahi pejantan.
  5. Ganti pasangan bila tidak mau jodoh. Ini merupakan alternatif terakhir dan mutlak dilakukan. Bila pasangan tersebut tetap tidak bisa jodoh, ganti betina dengan betina baru. Lakukan langkah2 penjodohan mulai dari awal sambil diamati perkembangannya.

Sebelum melakukan semua langkah penjodohan di atas, siapkan kandang penagkaran dan perlengkapanya terlebih dahulu. Antara lain tempat mandi, tempat makan, kotak sarang, tenggeran dan asesoris lainnya jika dipandang perlu. Selamat mencoba, semoga berhasil.

Salam Breeding

Menangkar Murai Di Luar Rumah, Perhatikan Sejumlah Hal Ini

Foto : Kandang Penangkaran TORO Bird Farm
Foto : Kandang Penangkaran TORO Bird Farm

Foto : Kandang Penangkaran TORO Bird Farm

Pada umumnya lokasi penangkaran murai dibuat di luar rumah (outdoor), seperti di pekarangan atau di samping rumah. Untuk di daerah perkotaan dengan luas yang sangat terbatas, biasanya bagian lantai dua rumah, baik di bagian depan atau belakangnya bisa dimanfaatkan untuk penempatan kandang penangkaran.

Di samping tempat yang dikehendaki cukup tenang dan jarang ada gangguan berarti, faktor lain yang patut dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi kandang outdoor adalah beberapa hal berikut :

a. Berhawa Sejuk
Daerah berhawa sejuk bisa dijadikan pilihan utama dalam penangkaran murai. Walau tidak mutlak dan menjadi keharusan dalam pembudidayaannya. Hal itu didasari dari mengamati murai unggulan yang dikonteskan umumnya murai mania yang domisilinya ada di daerah berhawa sejuk, seperti Jawa Barat (Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Bogor), Wonosobo, Sleman, Yogyakarta, Magelang, dan Malang.

Pertumbuhan anakan yang dihasilkan terbilang cukup baik. Namun, bukan berarti daerah pesisir atau pinggiran pantai tidak baik untuk pertumbuhan murai. Hal ini karena suasana sejuk bisa diciptakan. Caranya, di dalam kandang penangkaran direkayasa atau disiasati dengan membuat kolam kecil atau membuat air mancur, dan menanam rerumputan di sekitar kandang. Selain itu, penempatan tanaman berdaun lebar dan pepohonan yang ditanam dalam pot bisa membuat suhu udara di sekitar kandang penangkaran menjadi sejuk.

b. Mudah Mendapatkan Pakan Segar dan Hidup
Pakan murai yang akan diberikan harus masih segar dan hidup. Tujuannya untuk membuat murai terus bergairah dan berproduksi ketika ditangkarkan. Oleh karena itu, sebaiknya kandang harus dekat dengan sumber pakan yang akan diberikan pada murai. Misalnya, tempat tinggal (rumah) tidak jauh dari hutan, pakan segar seperti kroto atau telur semut akan jauh lebih mudah ditemukan.

Begitu pun dengan jangkrik, belalang, keong sawah, ikan air tawar, dan pakan jenis lain tidak akan sulit didapat. Pengetahuan seperti itulah yang perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para penangkar di berbagai daerah jika akan menangkarkan murai dalam skala besar. Tujuannya agar biaya produksi berupa biaya pakan bisa ditekan lebih kecil.

c. Dekat Sumber Air
Mengapa penangkaran murai sebaiknya dekat dengan sumber air? Hal ini karena murai di alam bebas sangat menyukai habitat yang ada sumber airnya. Sumber air menjadi tempatnya untuk mandi dan bercengkerama dengan pasangannya, terutama menjelang musim berkembang biak. Sumber air selalu memberi kesejukan dan kelembapan area sekitarnya. Kesejukan dan kelembapan yang ada sangat membantu dalam proses reproduksi saat musim kemarau. Tidak mengherankan jika sumber air menjadi salah satu perangsang terbaik untuk mempercepat proses perkawinan murai yang ditangkarkan secara alami.

Kandang penangkaran murai sebaiknya dibuat dekat sumber air atau di atas kolam atau balong. Perilaku atau tingkah murai yang kandangnya dekat sumber menunjukkan kegairahan tinggi. Itulah yang membuatnya cepat menjalani perkawinan dan menghasilkan keturunan.

d. Tidak Banyak Nyamuk
Nyamuk menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhitungkan keberadaannya. Lokasi atau tempat yang banyak nyamuknya bisa menganggu kenyamanan dan ketenangan murai karena tidak bisa tidur nyenyak. Selain itu, nyamuk bisa menjadi penyebab luka di ujung jari kakinya yang dapat menimbulkan infeksi dan adanya jamur. Akibatnya, proses perkawinan menjadi terganggu.

Untuk meminimalkan adanya nyamuk, dengan cara memasang kawat nyamuk. Cara lainnya adalah memilih lokasi penangkaran di daerah yang memiliki tingkat kesejukan tinggi atau daerah dingin karena keberadaannya di daerah tersebut bisa dikatakan sangat minim dan cenderung tidak ada. (Sumber : Buku Sukses Beternak Murai Batu/pertanianku.com)

Kelebihan Dan Kekurangan Menangkar Murai Di Dalam Rumah

Foto : pertanian.com
Foto : pertanian.com

Foto : pertanian.com

Yang dimaksudkan penangkaran di dalam rumah (indoor) adalah semua kandang penangkaran diletakkan dalam satu ruangan. Pemilihan ini dilakukan karena lokasi atau tempat yang ada sangat terbatas, sedangkan jumlah pasangan murai yang akan ditangkarkan relatif banyak.

Peternak menempatkan setiap pasangan murai dalam kandang relatif kecil. Cara seperti ini hanya bisa dilakukan pada indukan hasil ternakan yang sudah cukup jinak dan peternaknya  harus cukup berpengalaman. Adapun keuntungan dan kekurangan menangkarkan murai di dalam rumah adalah sebagai berikut :

a. Kelebihan
Keuntungan menangkarkan murai dalam satu ruangan atau dalam rumah berupa ketenangan dan terjaminnya keselamatan burung. Hanya saja, biasanya penangkar menggunakan sangkar berukuran kecil untuk lebih menghemat tempat. Tujuannya agar bisa ditempatkan kandang penangkaran yang banyak dalam satu ruangan. Begitu juga dengan anak-anaknya yang dihasilkan cukup banyak.

b. Kekurangan
Kelemahan menangkarkan murai dalam ruangan dan menggunakan kandang berukuran kecil adalah hasil anakannya kurang baik, terlebih lagi dalam jangka panjang. Faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah indukan tidak mendapat sinar matahari secara langsung. Padahal, sinar ultraviolet sangat dibutuhkan untuk memperlancar metabolisme dan proses reproduksi. Sekalipun disiasati dengan memberikan vitamin secara teratur, pengaruhnya tidak terlalu besar pada kualitas anak turunannya, terutama suara kicauannya. Artinya, perlu trik dan kerja keras untuk bisa mendapatkan anakan unggul.

Permasalahan lain yang penting dan harus diingat adalah burung murai suka bergerak. Itulah yang membuatnya sulit menjadi gemuk dalam sangkar soliternya, sekalipun diberi pakan bergizi tinggi setiap hari. Apa yang akan terjadi jika murai sudah jarang bergerak karena tempatnya sempit? Sementara itu, menu makanan yang diberikan, terutama saat akan kawin dan meloloh anak-anaknya, mengandung protein tinggi. Bayangkan sendiri akibatnya bisa seperti apa? Namun, jika ingin beternak murai di dalam rumah dengan berbagai alasan, syarat utamanya yang harus terpenuhi; pertama, tempatnya harus dibuat terang, baik siang dan malam hari. Kedua, sirkulasi udaranya harus dijaga agar benar-benar bagus. (Sumber : Buku Sukses Beternak Murai Batu/pertanianku.com)

Selain Cililin, 3 Jenis Burung Ini Wajib Untuk Masteran Murai Batu

burung-rambatan

 

Burung-Mantenan

Burung-Mantenan

Saat ini sangat banyak suara burung master yang telah digunakan oleh kicaumania untuk membuat gacoannya tampil mempesona. Cililin menjadi salah satu burung yang biasanya digunakan para kicaumania untuk memaster Murai Batu, Kacer, Pentet, dan lainnya.

Namun tingginya harga Cililin dan risiko kematian yang tinggi pada burung itu, membuat kicaumania mencari alternatif lain untuk memaster gacoannya. Cililin tangkapan hutan memang mudah stres dan kalau sudah stres, mereka mogok makan dan akhirnya mati.

burung-rambatan

burung-rambatan

Jika Cililin mati, tentu kerugian yang ditanggung cukup besar, karena harga burung itu sudah di atas Rp 1 juta per ekor. Bisa dibayangkan kalau burung semahal itu mati setelah beberapa waktu kita rawat. Karena itu pula, banyak kicaumania yang mencari alternatif burung master. Berbagai pilihan tentu sangat banyak. Namun, ada tiga burung master yang bisa jadi andalan kicaumania untuk gacoannya. Ketiga burung itu ialah Kolibri, Rambatan, dan Mantenan/Sepah. Ketiga burung ini bisa jadi andalan kicaumania untuk mempertajam suara, speed, variasi, dan mental burung gacoan.

Burung-kolibrininja

Burung-kolibrininja

Burung Kolibri, Rambatan, dan Mantenan memiliki ciri khas yang saling melengkapi sehingga jika mampu ditampilkan oleh Murai, Kacer, Pentet, tentu akan menjadi nilai lebih tersendiri. Kalau juragan punya ketiga burung itu, tentu lebih bagus, soalnya untuk harga masih relatif murah dan termasuk burung yang tahan stres. Kalau pun stres dan mati, harganya yang relatif murah tidak membuat kita geleng-geleng kepala dan dompet.

Ada kicaumania yang misalnya bisa beli ketiga burung itu, dia akan beli ketiganya. Kalau hanya bisa punya dua, dia pilih Kolibri dan Rambatan. Tapi kalau hanya bisa satu, dia pilih Kolibri. Nah, bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda pilih sebagai master burung gacoan Anda? (Sumber : komunitaspeternakmuraibatu.blogspot.co.id)

Hindari Penyakit-Penyakit Ini, Agar MB Anda Tetap Hidup & Bugar

MB Mati

 

MB MatiPada bagian ini kita akan mengulas mengenai jenis-jenis penyakit pada murai batu dan langkah-langkah pencegahannya. Ada ungkapan yang mengatakan kalau “sehat itu mahal”, dan ternyata ungkapan itu pun berlaku pula bagi anda yang mempunyai murai batu.

Upaya Pencegahan
Usaha-usaha pencegahan adalah sebuah tindakan yang murah dan mudah untuk dilakukan. Langkah-langkah pencegahan sebelum suatu penyakit menyerang burung murai batu kesayangan kita. Berikut adalah beberapa upaya yang harus anda lakukan untuk melakukan pencegahan suatu penyakit :
1. Ciptakan kondisi kandang yang aman dan nyaman, sehingga murai batu tidak mudah stress.
2. Berikan pakan dan minuman yang teratur dan berkualitas.
3. Tambahkan suplemen vitamain dan mineral secara teratur pada murai batu.
4. Jaga kebersihan sangkar/kandang.
5. Mandikan secara teratur.
6. Hindarkan dari kondisi perubahan suhu yang ekstrem,
7. Jauhkan dari binatang predator tikus dll.
8. Lakukan pemantauan secara rutin minimal 2 x sehari.

Beberapa penyakit dan langkah pengobatannnya

1. Penyakit Bronkitis : disebakan oleh sirkulasi udara yang buruk atau terlalu banyak debu disekitar kandang burung. Gejala-gejala yang muncul antara lain :
• hidung berlendir
• nafas tersengal-sengal dengan mulut yang terbuka.

Pengendalian :
• burung yang sakit sebaiknnya di karantina.
• Berikan vitamin anti stress dan anti biotik

2. Kolera : disebabkan oleh bakteri pasteurella. Gejala-gejala yang muncul antara lain :
• Tidak mau berkicau
• Badan kurus karena hilang nafsu makan
• Kotoran cair berwarna hijau sampai coklat
• Tiba-tiba bisa langsung mati tanpa gejala-gejala terlebih dahulu

Pengendalian :
• burung yang sakit sebaiknnya di karantina
• kebersihan kandang harus selalu terjaga dengan penyemprotan anti biotik secara berkala.
• Tempat makan & minum harus selalu dalam kondisi terjaga dan bersih.
• Pemberian obat untuk penyakit tersebut dengan kombinasi obat anti stress.

3. Radang Mata : disebabkan asap atau debu yang masuk ke area kandang. Gejala –gejala yang muncul adalah :
• Mata burung bengkak dan meradang.
• Mata burung selalu berair.

Pengendalian :
• Letakkan kandang dari tempat yang jauh dari hembusan angin.
• Pengobatan dengan salep atau kapsul untuk mengatasi penyakit mata.

4. Cacingan : disebabkan oleh makanan burung yang mengandung cacing atau telur cacing. Indikasi nya adalah :
• Tidak mau berkicau
• Badan kurus karena hilang nafsu makan
• Muka pucat, mencret dan kotorannya berlendir pada kondisi yang akut bisa menyebabkan kelumpuhan.

Pengendalian :
• Kebersihan kandang harus selalu terjaga dengan penyemprotan anti biotik secara berkala.
• Tempat makan & minum harus selalu dalam kondisi terjaga dan bersih.
• Pemberian obat untuk penyakit tersebut dengan kombinasi obat anti stress.

5. Masuk Angin : disebabkan oleh udara dingin dan hujan yang berlangsung terus menerus disekitar kandang. Indikasi nya adalah :
• Lesu dan tidak mau berkicau
• Tidak nafsu makan dan mengantuk
• Hidung dan paruhnya berair
• Napasnya terganggu

Pengendalian :
• Pastikan makanan yang diberikan memenuhi semua kebutuhan nutrisinya.
• Berikan vitamin
• Tambahkan lampu untuk menghangatkan kondisi kandang.

6. Bulu Rontok  : bisa karena proses alamiah atau karena penyakit yang menyerangdan bisa juga karena stress. Indikasi nya adalah :
• Lesu dan tidak mau berkicau
• Tidak nafsu makan

Pengendalian :
• Kebersihan kandang harus selalu terjaga dengan penyemprotan anti biotik secara berkala.
• Tempat makan & minum harus selalu dalam kondisi terjaga dan bersih.
• Pastikan makanan dan vitamin yang diberikan memenuhi semua kebutuhan nutrisinya.

7. Berak Kapur : disebabkan oleh bakteri samonella melalui kontak langsung atau melalui makanan dan minuman. Indikasi nya adalah :
• Kotoran berlendir dan berwarna seperti kapur.

Pengendalian :
• Burung yang sakit sebaiknnya di karantina
• Kebersihan kandang harus selalu terjaga dengan penyemprotan anti biotik secara berkala.
• Tempat makan & minum harus selalu dalam kondisi terjaga dan bersih.
• Pemberian obat untuk penyakit tersebut dengan kombinasi obat anti stress.
(Sumber : Sofwan – muraibatu.id)