Tips Memilih Trotolan Murai Batu Prospektif

Foto : muraibatu.id

 

Banyak keuntungan yang kita peroleh manakala kita memilih merawat murai batu sejak trotolan, dibandingkan merawat murai batu muda hutan. Selain relatif mudah dimaster, murai trotolan juga cenderung gampang dilatih sejak dini; misalnya dilatih mandi keramba, dilatih mentalnya agar kelak bisa  menjadi burung unggulan, serta cenderung tidak gampang stress.

Terkait itu, sebelum menentukan pilihan trotolan yang akan Anda rawat, sebaiknya ketahui terlebih dahulu tipsnya. Berikut ini adalah beberapa kriteria yang bisa dijadikan pertimbangan ketika Anda memilih trotolan murai batu :

Suka Mengeluarkan Suara Kretekan Bersambung : Anakan murai batu yang sudah berumur lebigh dari dua bulan pada umumnya suka menegeluarkan suara ketrekan (trek…trek…trek…) pada saat mendengar suara burung murai batu yang lain. Dari beberapa anakan murai batu akan ada yang mengeluarkan suara ketrekan bersambung maupun patah-patah. Anakan murai batu yang mengeluarkan suara ketrekan bersambung itulah yang disa bersuara keras ketika dewasa.

Postur Tubuh Besar dan Panjang : Sebaiknya pilih anakan murai batu yang memiliki postur tubuh besar dan panjang. Postur tubuh seperti ini akan terlihar lebih cantik, anggun dan menarik saat dipelihara dalam sangkar.

Foto : muraibatu.id

Foto : muraibatu.id

Bentuk Kepala Agak Gepeng dan Tidak Terlalu Bulat : Kebanyakan anakan murai batu mempunyai bentuk kepala agak bulat. Bentuk kepala seperti ini tidak mempercantik penampilan dan gaya berkicaunya ketika dewasa. Jadi, carilah trotolan murai batu yang memiliki bentuk kepala agak gepeng dan tidak terlalu bulat. Beberapa pendapat dari para hobbies mengatakan bahwa bentuk kepala tersebut relatif memiliki gaya tarung yang agresif.

Paruh Panjang dan Tidak Terlalu Tebal : Bentuk paruh pada trotolan adalah gambaran awal kualitas kicauan saat burung murai batu sudah dewasa. Paruh yang panjang dan tidak terlalu tebal adalah yang paling disukai, dimana trotolan murai batu dengan bentuk paruh seperti itu akan rajin berkicau dan mempunyai karakter suara keras, tebal dan tajam.

Foto : muraibatu.id

Foto : muraibatu.id

Bentuk Leher Panjang : Pada umumnya murai batu yang memiliki leher yang panjang akan bisa berkicau dengan keras, panjang, sambung-menyambung dan tajam. Dan apabila dikombinasikan dengan nafas yang panajang akan menjadikan trotolan murai batu tersebut akan berkicau keras ketika sudah dewasa.

Mata Melotot dan Berwarna Hitam Berkilau : Menurut para penggemar, mata trotolan murai batu ternyata juga mempengaruhi gaya tarungnya. Anakan murai batu yang memiliki mata melotot dan berwarna hitam berkilau menandakan bahwa burung tersebut memiliki gaya bertarung yang bagus dan tidak mau kalah dengan lawannya, fighter sejati.

Foto : muraibatu.id

Foto : muraibatu.id

Pangkal Ekor Tidak Tercabut : Ukuran dan panjang ekor adalah salah satu faktor yang diperhatikan oleh penggemar burung murai batu. Pilihlah trotolan murai batu yang pangkal ekornya tidak tercabut atau terputus. Dengan begitu ekornya akan bisa tumbuh dengan sempurna. Jangan memilih trotola yang ekornya tercabut atau terputus, sebab ketika dewasa akan sulit untuk tumbuh kembali.

Foto : muraibatu.id

Foto : muraibatu.id

(sumber : Sofwan – muraibatu.id, Rahasia Sukses Beternak & Memaster Murai Batu/Tutorial Terlengkap Berbisnis Murai Batu, Om Herry Murai)

Parade Trotol

parade trotol

Ini adalah gambar sebagian trotolan MB hasil penangkaran TORO Bird Farm. Trotolan-trotolan ini, sekarang tidak lagi berada di Padepokan TORO BF, karena sudah diboyong oleh juragan-juragan barunya; ada yang diboyong ke Medan, Bandung, Tangerang, Malang, dan sebagian lagi di seputaran Jabodetabek.

Parade Trotolan-2

Parade Trotolan-3

Ring TORO 018, 019, 020

Parade Trotolan-1

Anakan Umur 18 Hari - Kandang 2

Anakan Umur 20 Hari - Kandang 2

5 Alasan Orang Suka Memelihara Trotol

Foto : TORO Bird Farm - pecintamuraibatu.com

Ring TORO 018, 019, 020
Beberapa waktu belakangan ini –setidaknya 1 atau 2 tahun terakhir—banyak sekali penggemar murai batu yang memburu trotolan, baik trotolan dari hutan maupun hasil penangkaran. Kabar dari rekan-rekan penangkar di berbagai daerah menyebutkan, permintaan terhadap trotolan murai batu terus membanjir dari hari ke hari. Bahkan, saking besarnya animo pemburu trotolan, para penangkar terpaksa memberlakukan sistem inden, dengan waktu tunggu yang terbilang relatif lama; antara 2 hingga 4 bulan dan bahkan lebih. BACA SELENGKAPNYA…

Cuaca Tak Menentu, Musuh Utama Trotolan

Trotolan

Cuaca yang tak menentu –sebentar panas, sebentar adem, dan tiba-tiba hujan disertai angin– bukan saja menyebabkan badan manusia meriang, tetapi juga memicu ketidakstabilan daya tahan trotolan murai batu.

Cuaca seperti itu, sangat rentan bagi  kesehatan trotolan, terutama untuk usia antara 7 – 21 hari; mudah sekali menyebabkan trotolan sakit untuk kemudian mati.

Karena itu musti hati-hati merawat trotolan di saat-saat seperti ini, ketika cuaca kurang bersahabat. Lantas, untuk menghindari petaka itu, apa langkah antisipasinya?  BACA SELENGKAPNYA…

Titik Kritis Merawat Trotolan MB

trotolan-6

Boleh dibilang, kegembiraan tertinggi seorang penangkar adalah ketika mengetahui telur yang dierami indukan betinanya menetas dengan sukses. Bayangkan, setelah menanti dengan harap-harap cemas selama kurang lebih 12 hari masa pengeraman, cangkang telur akhirnya pecah dan sang anakan pun nongol untuk menghirup udara dunia. BACA SELENGKAPNYA…